Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
PRODUSEN bulu mata palsu binaan Desa Sejahtera Astra (DSA) yang
berlokasi di Purworejo, Jawa Tengah, kembali mengekspor produknya.
Kali ini pembeli dari Kolombia memastikan keberminatannya dengan
melakukan nota kesepahaman (MoU). Kerja sama ditandatangani Flavio Nieves, perwakilan dari Beauty Group International Colombia bersama fasilitator DSA, Dewi Ekha Hariasyanti, di Trade Expo Indonesia (TEI), di BSD City, Tangerang, Jumat (21/10).
Dewi mengatakan, penjualan bulu mata palsu ke Kolombia ini senilai USD
33.200. "Jumlah eskpor kali ini sebanyak 61 ribu pcs bulu mata,"
katanya.
Ini menambah daftar keberhasilan produsen binaannya karena sebelumnya
juga mengekspor ke Amerika Serikat, Turki, Inggri, Prancis, Belgia,
Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Nigeria, dan Zimbabwe.
Menurut Dewi,sejumlah negara lain juga menjadi sasaran penjualannya seperti Korea Selatan, Malaysia, dan Jerman.
"Semoga ekspor bulu mata ini bisa terus berlanjut ke negara lain, dan
kembali mendapat pesanan dari negara yang sudah memesan," katanya.
Dia menambahkan bulu mata palsu ini merupakan karya sekitar 200
pengrajin yang semuanya merupakan warga Purworejo, Jawa Tengah.
Mereka dibina DSA melalui fasilitator PT Diva Prima Cemerlang. "Kami
memberdayakan warga desa, masyarakat lokal," katanya.
Peluang
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan
Didi Sumedi sangat mengapresiasi ekspor ini. Dia pun mengajak pelaku
usaha lainnya agar senantiasa berorientasi ekspor.
Terlebih, setelah dunia dihadapkan krisis akibat pandemi covid-19,
diharapkan ketahanan desa merupakan peluang dan langkah penting untuk
menggerakan perekonomian nasional.
"Program Desa Sejahtera Astra merupakan satu titik balik untuk melakukan pemulihan perekonomian Indonesia dan diharapkan mampu mencapai target perdagangan lintas batas," katanya.
Lebih lanjut, dia berharap ajang TEI ini bisa dimanfaatkan seluruh
pelaku usaha termasuk binaan PT Astra International Tbk. "Untuk
memasarkan produk unggulan agar bisa meningkatkan ekspor," tandasnya. (N-2)
Kejaksaan Agung menetapkan 11 tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi ekspor CPO dan produk turunannya, termasuk pejabat ASN yang menerima imbalan untuk meloloskan ekspor.
Kejaksaan Agung menetapkan 11 tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi ekspor CPO dan produk turunannya dengan estimasi kerugian negara mencapai Rp14 triliun.
Pada kuartal IV 2025, industri tekstil dan produk tekstil tercatat tumbuh 4,37 persen secara tahunan di tengah tekanan global dan perlambatan permintaan di sejumlah negara tujuan ekspor.
Neraca perdagangan Indonesia yang tetap mencatatkan surplus sepanjang 2025 mencerminkan daya tahan sektor eksternal.
Indonesia kembali mencatatkan kinerja positif dengan mempertahankan surplus neraca perdagangan selama 68 bulan berturut-turut, di tengah kondisi ekonomi global yang tak pasti.
BPS melaporkan kinerja ekspor Indonesia sepanjang Januari hingga Desember 2025 tercatat mencapai US$282,91 miliar atau mengalami kenaikan sebesar 6,15%.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved