Selasa 04 Oktober 2022, 17:31 WIB

Polda DIY Selidiki Kasus Dugaan Penyekapan Oleh Anggota Satpol PP Kulonprogo

Agus Utantoro | Nusantara
Polda DIY Selidiki Kasus Dugaan Penyekapan Oleh Anggota Satpol PP Kulonprogo

DOK MI
Ilustrasi

 

POLDA Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melakukan penyelidikan terkait dugaan kasus intimidasi dan penyekapan orang tua siswa SMA Negeri 1 Wates, Kulonprogo yang dilakukan oleh Satpol PP setempat. Saat ini, Polda DIY masih mengumpulkan keterangan terkait kasus tersebut.

Wakil Direktur Reserse Kriminal Polda DIY AKBP Tri Panungko menjelaskan polisi telah mengeluarkan sejumlah panggilan kepada para saksi dan nantinya kalau sudah cukup akan segera melakukan langkah selanjutnya. Namun diakui proses pemanggilan saksi-saksi ini memerlukan waktu, apalagi yang dipanggil tidak hanya satu.

Hal lainnya, katanya, seseorang yang dipanggil sebagai saksi, belum tentu langsung bisa memenuhi undangan, sehingga ada yang perlu waktu lebih lama karena penjadwalan ulang.

Polisi melakukan penyelidikan yang intensif setelah sebelumnya Pengacara Publik LBH Yogyakarta Era Hareva melaporkan adanya dugaan intimidasi dan penyekapan ke Polda DIY. Dalam laporan yang disampaikan pada 1 Oktober itu disebutkan adanya orang tua siswa SMA Negeri 1 Wates, Kulonprogo yang diduga mendapatkan intimidasi dan bahkan mengalami penyekapan yang dilakukan oleh pihak sekolah dan Satpol PP Kulonprogo.

Intimidasi dan penyekapan itu bermula dari protes orang tua siswa berinisial AP terhadap kebijakan harus membeli seragam dari sekolah yang  oleh para orang tua siswa harganya tidak sebanding dengan kualitas. Setelah melancarkan protes, AP ditelepon agar datang ke Kantor Satpol PP Kulonprogo dan saat datang ke alamat yang dimaksud ternyata sudah ada beberapa orang yang berada di ruangan baik dari sekolah maupun Satpol PP.

AP yang datang kemudian merasa diintimidasi apalagi kemudian dianggap telah membuat kegaduhan dan mencemarkan nama baik sekolah. Penjabat Bupati Kulonprogo Tri Saktiyana menyebut kejadian itu sebagai konflik sesama wali murid dan ASN.

Ia menambahkan 9 anggota Satpol PP di ruang tersebut kesemuanya adalah ASN. "Tidak ada intimidasi," tegasnya seraya menambahkan Inspektorat telah diminta untuk menelisik sebenarnya apa yang terjadi. (OL-15)

Baca Juga

dok.ist

Burhan Zainuddin Ajak Optimalkan Kacang Mete Buton Tengah

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 03 Februari 2023, 23:30 WIB
SELAIN hasil laut, potensi hasil bumi Kabupaten Buton Tengah, Sulawesi Tenggara dinilai dapat terus dioptimalkan. Salah satunya hasil bumi...
Dok. Kanwil Kemenkumham Babel

Kanwil Kemenkumham Babel, Dorong Kabupaten Bangka untuk Daftarkan Kekayaan Intelektual Komunal

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 03 Februari 2023, 23:10 WIB
Dalam kunjungannya, Harun disambut langsung oleh Bupati Kabupaten Bangka Mulkan, untuk membahas optimalisasi layanan hukum dan hak asasi...
dok.ist

Bupati Harap Sail Teluk Cenderawasih Tingkatkan Ekspor Yellowfin Biak Numfor

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 03 Februari 2023, 22:55 WIB
BUPATI Biak Numfor, Herry Ario Naap berharap penyelenggaraan Sail Teluk Cenderawasih 2023 di wilayahnya, dapat mengoptimalkan seluruh...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya