Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Pusat Statistik Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, Sabtu
(1/10) berikhtiar menentukan target, akurasi serta cakupan program
perlindungan sosial secara tepat.
Guna mencapai target tersebut, BPS setempat menggelar Rapat Koordinasi
Daerah Pendataan Awal registrasi Sosial Ekonomi.
Ketua Panitia Rapat Koordinasi Yusno Buyanaya mengatakan,
pihaknya melibatkan 232 peserta rapat. Mereka terdiri dari anggota forkompinda dan jajaran OPD, camat, kepala desa, lurah, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan media.
Rapat menampilkan tiga narasumber, yakni Kepala BPS Kabupaten Lembata Feliksia Penaten Kelo Siola, Kepala Dinas Bapelitbangda Manto Beyeng serta Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Perempuan Wens Pukan.
Kepala BPS mengatakan, program perlindungan sosial, target dan
akurasi, serta cakupannya masih sangat rendah terutama disektor informal dan berpotensi tumpang tindih. Rapat ini penting sebagai wadah koordinasi, konsolidasi dan kolaborasi dari semua pihak yang terkait.
Ia menandaskan, dinamika global secara dinamis terus bergejolak baik
pada bidang politik, sosial dan ekonomi. "Perubahan - perubahan yang bersifat dinamis ini telah kita rasakan dan lalui bersama dan sangat berdampak terhadap aspek sosial dan ekonomi masyarakat bangsa Indonesia secara luas. Untuk itu perlu dikembangkan
sebuah sistem perlindungan sosial ekonomi yang terintegrasi dalam
menghadapi berbagai dampak krisis," tandasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial menyatakan sistem perlindungan sosial sebagai implementasi dari Undang-Undang Perlindungan Sosial diperlukan sebagai perbaikan mekanisme pelaksanaan program perlindungan sosial bagi seluruh warga negara berdasarkan kerentanan agar memenuhi prinsip tepat sasaran, tepat waktu, mudah, akuntabel, dan responsive terhadap kondisi krisis.
"Indonesia memiliki berbagai program perlindungan sosial yang
bervariasi, mulai dari bidang pendidikan, kesehatan, pekerjaan, pangan, dan usaha. Namun, target dan akurasi, serta cakupannya masih sangat rendah terutama di sektor informal dan berpotensi tumpang tindih," ungkap Wenseslaus.
Manto Beyeng menambahkan setiap perencanaan pembangunan termasuk upaya
pengentasan kemiskinan dan ancaman krisis global, memerlukan basis data yang kuat. (N-2)
Badan Geologi Kementerian ESDM menaikkan status aktivitas gunung tersebut dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga) sejak Minggu (18/1) pukul 11.00 Wita.
Aktivitas erupsi ini terekam dengan amplitudo maksimum mencapai 36,2 mm dan durasi sekitar 1 menit 25 detik.
Lembata membutuhkan investasi yang ramah lingkungan, meskipun beberapa sektor strategis kerap mendapat penolakan dari sebagian masyarakat.
Berdasarkan pengamatan instrumental, aktivitas kegempaan masih didominasi oleh gempa hembusan dengan jumlah mencapai 1.340 kejadian.
DINAS Kesehatan Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, bersama Puskesmas Lewoleba melakukan tindakan pengendalian Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kelurahan Lewoleba Barat, Selasa (18/11).
SENJA baru saja turun di Taman Kota Lewoleba, Ibu Kota Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, Minggu (16/11), ketika satu per satu obor mulai menyala.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved