Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
DOKTER dan seksolog Boyke Dian Nugraha menilai keluarga muda
yang memiliki rumah sendiri berpeluang lebih harmonis dibanding keluarga muda yang tinggal bersama mertua. Hal ini disampaikannya saat peluncuran klaster Patragriya Podomoro Park, di Central Park Mall, Jakarta.
Boyke menyebut dirinya sering menemukan kasus-kasus permasalahan
keharmonisan keluarga dipicu dari hubungan antara pasangan baru dan
mertuanya yang tinggal dalam satu atap.
Dalam talkshow Festival Investasi Properti 53 Tahun Agung Podomoro bertema Build a Harmonious Family in Your First New Home, itu, Boyke menuturkan jika terdapat hubungan antara tingkat keharmonisan keluarga dengan kepemilikan rumah sendiri.
"Banyak yang datang ke saya, dengan kasus keluhan pasangan yang tinggal bersama mertua, mengalami stres. Pasangan yang masih merintis untuk punya anak ditanya terus kok belum hamil, bahkan ada yang ditanya sudah pakai pembalut berapa banyak bulan ini," kata Boyke, Senin (19/9).
Tingkat stres yang tinggi akibat tekanan hebat dari mertua dan keluarga justru menyebabkan pasangan muda sulit untuk memiliki
anak. Karenanya, pasangan yang memiliki rumah sendiri berpeluang memiliki keharmonisan yang lebih baik.
"Rumah juga membuat pasangan lebih percaya diri. Keong aja punya rumah jadi kalo kita kerja ada yang ditungguin, kalo kita masih tinggal dengan mertua ya itu tadi. Jadi kita harus paksa untuk punya rumah," Lanjut Boyke.
Dalam talkshow tersebut juga hadir Marketing Manager Podomoro Park
Bandung Dipa Teguh yang turut mengungkap data mengenai kesadaran
pasangan muda dalam membeli hunian.
"Setuju dengan dokter Boyke, bahwa pasangan muda jangan terlena dengan
pondok mertua indah. Tapi tidak sedikit sekarang yang sudah sadar untuk memiliki rumah. Keberhasilan klaster kami sebelumnya
dengan pangsa pasar milenial, 50% didominasi oleh pasangan muda
yang rentang usianya 21-41 tahun. Sisanya usia produktif menuju pensiun," Kata Dipa.
Hal menarik yang perlu diperdalam, menurut Dia, adalah cara bayar
pasangan muda. Dari 400 unit yang terjual di klaster Padmagriya dari total 1.600 unit sold di Podomoro Park, dengan target pangsa pasar pasangan muda, sekitar 77% dengan menggunakan Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) mulai dari perbankan konvensional hingga syariah.
"Jadi tidak ada alasan pasangan muda untuk tidak beli rumah, saat ini
kesempatan KPR sangat dipermudah bunga yang rendah di bawah 5%,
stimulus pemerintah, promo menarik dari kami sebagai developer, dan yang terpenting kenaikan investasi," Lanjut Dipa.
Klaster Patragriya
Dalam talkshow ini Podomoro Park melakukan soft opening peluncuran klaster terbaru Patragriya yang dikhususkan untuk pembeli rumah pertama. Dengan jargon Your first new home, Patragriya akan resmi dirilis pada 25 September mendatang.
Memiliki konsep modern tropical, rumah ini memiliki facad modern dengan mengedepankan unsur motif kayu, batu alam dan kaca. Layaknya hunian yang trend saat ini, rumah satu lantai ini tampak seperti dua lantai lantaran memiliki ceiling tinggi.
Sales Manager Podomoro Park, Tomas Tandy menyebut pihaknya telah
melakukan riset kuat untuk kebutuhan hunian pasangan muda.
"Keluarga muda punya sifat yang modern, dan yang mereka prioritaskan
adalah fasilitas kawasan untuk menghindari stres. Karena itu, fokus kami juga membangun lingkungan yang mendukung hal itu. Seperti 5 unsur alam kami, danau, udara, view pegunungan, pepohonan, dan 50% kawasan hijau," sebut Tomas.
Dia mengungkapkan, saat ini pihaknya terus mengakomodasi tingginya
minat pasar dan kebutuhan masyarakat terutama dalam menghadirkan hunian
yang relevan dengan pasangan muda.
Keberhasilan penyerapan 400 unit di klaster khusus pangsa pasar milenial dengan klaster Padmagriya juga menjadi dorongan untuk melaunching klaster Patragriya. (N-2)
Wamen PKP Fahri Hamzah menilai angka backlog perumahan belum bisa dianggap demand riil karena tidak dipetakan dan tidak terkonsolidasi sebagai kebutuhan.
HUNIAN berbasis Transit Oriented Development (TOD) semakin diminati masyarakat. Saat ini pilihan hunian tersebut juga semakin terjangkau.
BTN mulai menggeser wajah bisnisnya dari bank pembiayaan perumahan konvensional menuju ekosistem yang menyatukan hunian, gaya hidup, dan peluang usaha
Banyak perumahan gagal dihuni akibat minim infrastruktur dasar. Wamen PU menegaskan hunian harus terintegrasi, akademisi sebut kumuh akibat sistem.
The HUD Institute mengingatkan pemerintah bahwa persoalan perumahan nasional tidak dapat diselesaikan dengan pendekatan proyek semata
The HUD Institute meninjau perencanaan kota mandiri di tengah dorongan pembangunan perumahan dan menyoroti pentingnya integrasi tata ruang regional.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved