Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
UPAYA Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT RI) bekerj sama dengan
United Nations Office of Counter Terrorism (UNOCT) patut didukung. Pasalnya, menurut pengamat terorisme yang juga Dosen Hubungan Internasional FISIP Universitas Nasional, Robi Nurhadi, hal itu bisa memperkuat citra Indonesia di bidang keamanan.
"Tidak dimungkiri bahwa sebelum ini citra Indonesia di bidang keamanan mengalami penurunan. Nah, apresiasi PBB terhadap cara-cara BNPT yang bagus dan humanis, bisa bantu pelan-pelan untuk menormalkan kembali citra tersebut," kata Robi.
"Saya kira wajar kalau jajaran BNPT diapresiasi oleh Wakil Sekretaris Jenderal PBB Bidang Kontra Terorisme PBB saat itu," imbuhnya..
Robi berharap pemerintah mengambil kesempatan momen tersebut untuk memastikan efektivitas Bali Work Plan 2019-2025 dengan memperkuat peran Indonesia bersama ASEAN dalam penanganan deradikalisasi di dunia.
"Perkuat peran Indonesia di tingkat global. Ambil momen presidensi G20 untuk menegaskan bahwa badan-badan non-ekonomi berkelas dunia. BNPT bisa lakukan itu," ujar Robi lagi.
Ia pun mengharapkan agar Presiden dan DPR jangan tanggung dalam melakukan penguatan kapasitas kelembagaan BNPT. "Ancaman keamanan berbasis teror cenderung meningkat di tingkat global. Indonesia menjadi target terdekat dari rangkaian ancaman tersebut. Maka, penguatan kelembagaan menjadi penting," ujarnya. (RO/A-1)
Mandat tersebut juga ditegaskan kembali dalam Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2025 tentang TNI.
Al Araf menilai draft Peraturan Presiden tentang Tugas TNI dalam Mengatasi Terorisme yang saat ini beredar mengandung persoalan inkonstitusional
Dengan posisi yang masih berupa draf, pembahasan mendalam belum dapat dilakukan, apalagi untuk menentukan sikap politik lembaga legislatif.
Aturan tersebut wajib memiliki batasan yang jelas agar tidak mencederai hak asasi manusia (HAM).
Ancaman terorisme saat ini semakin kompleks, terutama dengan adanya situasi ketidakpastian global yang rentan menjadi lahan subur ideologi kekerasan.
Urgensi peran militer semakin tinggi jika aksi terorisme sudah melibatkan aktor lintas negara (transnasional) dalam melancarkan serangannya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved