Sabtu 17 September 2022, 11:45 WIB

Kopi untuk Penghijauan dan Kesejahteraan di Kalsel

Denny Susanto | Nusantara
Kopi untuk Penghijauan dan Kesejahteraan di Kalsel

MI/Denny Susanto
Aksi menamam kopi di Kalsel.

 

PULUHAN anggota Serikat Petani Indonesia (SPI) Kalimantan Selatan melakukan penanaman tanaman kopi lokal di sejumlah ruang terbuka hijau (RTH) hingga median jalan di Kota Banjarbaru.

Penanaman tanaman kopi yang direncanakan akan dilakukan besar-besaran ini merupakan bagian dari pengembangan program Kampung Kopi dan upaya menjadikan Kota Banjarbaru, ibu kota Provinsi Kalsel yang baru menjadi pusat kopi lokal Kopi Borneo. Salah satu lokasi penanaman adalah kawasan RTH di Mesjid Agung Banjarbaru dan median jalan ruas Jalan Trikora-Palm.

"Penanaman ini bekerja sama dengan pihak DLH Kota Banjarbaru dan menjadi bagian pengembangan program Kampung Kopi," ungkap Dwi Putera Kurniawan, Sabtu (17/9). 

Baca juga: Banjir di Hulu Sungai Tengah Meluas ke Wilayah Hilir

Kerja sama juga dilakukan dengan pihak Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat dalam hal penelitian dan pengayaan bibit tanaman kopi lokal.

Dikatakan Dwi, kerja sama penanaman kopi di kawasan RTH ini akan memberikan keuntungan bagi kedua belah pihak, baik pemerintah kota maupun masyarakat petani. Tanaman kopi dinilai sangat cocok sebagai tanaman penghijauan kota dan tentunya bernilai ekonomi.

Pemerintah Kota Banjarbaru,  membangun kawasan wisata edukasi berbasis keunggulan dan kearifan lokal guna meningkatkan ekonomi masyarakat yang terpuruk akibat pandemi covid-19. Salah satunya pembangunan kawasan tematik berbasis komoditas kopi yang disebut Kampung Kopi.

Wali Kota Banjarbaru Aditya Mufthi Arifin mengungkapkan beberapa kawasan tematik dibangun diharapkan mampu mendongkrak ekonomi masyarakat seperti Kampung Pejabat yaitu kawasan wisata dan sentra penjualan jamu Loktabat (Pejabat). Ada pula Kampung Purun yang mengandalkan potensi tanaman purun menjadi sentra kerajinan dan wisata.

Kampung Kopi dipusatkan di wilayah RT 06/RW 05 Sidodadi, Kelurahan Loktabat Selatan. Wilayah ini memang dikenal karena keberadaan kebun kopi edukasi dan UMKM kedai Biji Kopi Borneo.

Program Kampung Kopi sendiri mulai dari kebun kopi hingga usaha pemanfaatan hasil panen kopi yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber ekonomi masyarakat. Sekaligus pengembangan wisata daerah melalui kopi. 

Jenis kopi yang dikembangkan difokuskan pada jenis kopi dataran rendah yaitu liberika dan ekselsa.

Selain harga komoditas kopi yang terus membaik, kopi dari biji hingga limbahnya dapat dimanfaatkan sebagai kerajinan, dan produk lain bernilai ekonomis. (OL-1)

Baca Juga

AFP/Timur Matahari

Dinkes Sumut Laporkan Kasus Harian Covid-19 Bertambah 16 Orang

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 27 September 2022, 01:05 WIB
Dinas Kesehatan Provinsi Sumatra Utara melaporkan kasus harian covid-19 di daerah tersebut bertambah sebanyak 16 orang pada...
MI/M Taufan SP Bustan

Melawan Paham dan Aksi Ekstrimisme Melalui Film

👤M Taufan SP Bustan 🕔Senin 26 September 2022, 23:50 WIB
Cerita dalam film ini adalah salah satu fakta yang ada pasca KSB Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Santoso alias Abu Wardah eksis...
Medcom

Korban Terseret Arus di Pantai Batu Tampih Ditemukan Meninggal

👤Ruta Suryana 🕔Senin 26 September 2022, 22:10 WIB
TIM SAR akhirnya menemukan satu korban terseret arus di Pantai Batu Tampih, Tabanan, Bali, Senin...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya