Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Provinsi Sumatera Utara (Sumut) mengeluarkan sejumlah kebijakan terbaru untuk meningkatkan kecepatan penanganan korban bencana alam. Salah satunya adalah menerapkan zonasi wilayah penanggulangan bencana.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut Abdul Haris Lubis mengatakan, pemprov terus berusaha meningkatkan upaya penanggulangan bencana di daerahnya. "Upaya itu antara lain dengan membagi daerah ini menjadi delapan zona wilayah penanggulangan bencana," ungkapnya, Kamis (15/9).
Kedelapan zona tersebut adalah Zona 1 yang berpusat di Kota Medan, Zona 2 berpusat di Kabupaten Serdangbedagai, Zona 3 di Kabupaten Labuhanbatu dan Zona 4 di Kabupaten Padanglawas Utara (Paluta).
Kemudian Zona 5 berpusat di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Zona 6 di Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Zona 7 di Kabupaten Dairi dan Zona 8 berpusat di Kota Gunungsitoli.
Menurut Abdul Haris, pembagian zona ini bertujuan mempercepat respons terhadap bencana yang terjadi di Sumut. Utamanya, mempercepat pertolongan korban bencana pada masa penyelamatan atau golden time.
Hal itu dimungkinkan karena di setiap daerah yang menjadi pusat zona memiliki tim terpadu penanganan bencana. Secara garis besar mereka terdiri dari unsur pemerintah, TNI dan Polri, lembaga/instansi teknis serta relawan yang akan menangani bencana secara terpadu dan komprehensif, mulai dari penanganan pra-bencana, tanggap darurat serta pascabencana.
Sumut sangat membutuhkan cara penanganan seperti itu karena hampir separuh dari 33 kabupaten dan kota di wilayahnya tergolong rawan bencana. Khususnya bencana banjir, banjir bandang dan longsor, saat musim penghujan tiba.
Adapun daerah-daerah yang berisiko tinggi (rawan) bencana antara lain Kota Gunungsitoli, Kabupaten Madina, Kabupaten Nias, Kabupaten Nias Utara, Kabupaten Nias Barat dan Kabupaten Nias Selatan. Kemudian Kabupaten Tapanuli Tengah, Kabupaten Tapanuli Selatan, Kabupaten Asahan, Kota Sibolga, Kabupaten Labuhanbatu Utara, Kabupaten Padanglawas, dan Kabupaten Labuhanbatu.
Selain menerapkan zonasi wilayah penanggulangan bencana, kebijakan lain yang dilakukan adalah meningkatkan kemampuan BPBD. Para personel BPBD provinsi serta BPBD kabupaten dan kota akan mengikuti latihan dengan frekuensi yang lebih tinggi.
Personel BPBD perlu mendapat peningkatan kemampuan karena intensitas bencana semakin sering terjadi. Terlebih saat ini sudah diterapkan perubahan paradigma dalam penanganan bencana dari parsial dan bertahap menjadi terintegerasi.
"Selain itu kita juga memerkuat upaya-upaya mitigasi, termasuk peringatan dini, edukasi dan sosialisasi karena kita hidup berdampingan dengan bencana alam," imbuhnya. (OL-15)
Status tersebut menjadi langkah krusial guna menekan risiko banjir, tanah longsor, dan pergerakan tanah yang bisa saja terjadi saat intensitas hujan meningkat seperti saat ini.
Pemkot Pekanbaru resmi menetapkan status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi tahun 2025, terhitung mulai 3 Desember 2025 hingga 31 Januari 2026.
Operasi dilakukan untuk menurunkan hujan di wilayah tidak terdampak, atau mencegah hujan di zona rawan bencana, menggunakan penyemaian NACL atau Calcium Oxide.
SETIDAKNYA 31 ribu personel gabungan disiagakan untuk mengantisipasi berbagai potensi bencana hidrometeorologi di wilayah Riau.
Kecamatan Ile Ape merupakan salah satu kawasan ring satu atau kawasan terdekat dari Gunung Api Ile Ape (Lewotolok).
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) segera menetapkan status siaga bencana setelah Kabupaten Kolaka Timur dan Kota Kendari lebih dulu mengumumkan status siaga.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengeluhkan harga tiket pesawat yang mahal untuk menuju titik bencana di Sumatra dan Aceh.
Regulasi yang ditetapkan pada 17 Desember 2025 ini bertujuan untuk memperkuat aspek kelembagaan BPBD di seluruh Indonesia dalam menghadapi ancaman bencana yang kian kompleks.
Realitas menunjukkan dashboard BNPB dan media sosial penuh data kuantitatif korban, tapi minim ruang bagi suara kualitatif warga terdampak bencana.
Kementerian Pekerjaan Umum melaporkan bahwa dalam dua pekan terakhir telah berhasil membangun 11 unit jembatan bailey dengan kapasitas beban 30–50 ton.
Untuk pengumpulan donasi dilakukan di dua lokasi pos.
Ferry meminta semua masyarakat untuk bahu-membahu untuk membantu korban bencana Sumatra.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved