Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elistianto Dardak mengatakan, sebagai provinsi produsen pangan, pihaknya memiliki beberapa tantangan yang harus dihadapi dalam mengendalikan inflasi yang saat ini menjadi hal yang penting untuk dilakukan.
"Tantangan yang kami hadapi dalam pengendalian inflasi sebagai provinsi produsen pangan, tentu kami khawatir daya beli masyarakat turun. Kami juga khawatir sebagai produsen dalam hal peningkatan biaya produksi baik itu dari sisi pupuk, gandum atau kedelai karena kita masih mengandalkan itu dan akan berdampak dari sisi inflasi impor atau kondisi global," ungkapnya dalam Rapat Koordinasi Pusat dan Daerah Pengendalian Inflasi Tahun 2022 secara virtual, Rabu (14/9).
Meskipun terdapat tantangan, Emil menegaskan pihaknya tengah berupaya untuk dapat berkontribusi dalam mengedalikan inflasi melalui Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP).
Salah satu hal yang sudah dilakukan ialah gerakan urban farming dengan 80 ribu polybag di Surabaya dan 18 ribu polybag di Malang yang digerakkan oleh ibu-ibu PKK. "Kami juga mendorong kerja sama antar daerah. Contoh Kota Kediri dengan Kabupaten Kediri sudah MoU (suplai) cabai. Kemudian Blitar dan NTB sudah ada kerja sama untuk suplai jagung dari NTB ke Blitar sebagai sentra peternakan yang membutuhkan jagung untuk pakan. Begitu pula Blitar dengan DKI Jakarta MoU suplai telur. Kemudian Malang dengan DKI Jakarta untuk suplai daging," tegas Emil.
Pihaknya juga sudah memetakan daerah prioritas pengendalian inflasi kelompok makanan bergejolak di Jawa Timur sebagai contoh cabai rawit di Sumenep, Pasuruan, Pamekasan. Bawang merah di Kediri, Lamongan dan Magetan. Daging di Sumenep, Jember dan Probolinggo.
"Ini adalah tempat-tempat prioritas untuk operasi pasar," tuturnya.
Perlu diketahui, pada Agustus 2022, Jawa Timur mencatatkan inflasi 0,9% secara bulanan (mtm), secara tahun kalender 4,05% (ytd) dan secara tahunan 5,2% (yoy). Daerah dengan kontribusi inflasi tertinggi terjadi di Surabaya sebesar 0,26% dan deflasi terjadi di Sumenep sebesar 1,13%. Komoditas penyumbang inflasi di Jawa Timur ialah akademi, perguruan tinggi, dan sekolah dasar. (OL-12)
Harga cabai rawit merah melonjak drastis dari Rp100.000 menjadi Rp140.000 per kilogram. Selain karena permintaan, faktor cuaca juga berpengaruh besar.
Cuaca buruk yang terjadi beberapa bulan terakhir cukup memengaruhi produksi yang berdampak berkurangnya pasokan. Di sisi lain, permintaan masyarakat cenderung meningkat.
Berdasarkan pantauan di Pasar Gedhe Klaten pada Minggu (22/2), harga cabai rawit merah di tingkat pedagang eceran telah mencapai Rp110.000 per kilogram.
Cabai besar keriting dijual seharga Rp70.000 per kilogram dari harga sebelumnya yang hanya Rp45.000 per kilogram.
Harga cabai rawit merah di Pasar Induk Kramat Jati hari ini (21/2) turun jadi Rp55.000/kg usai diguyur pasokan Kementan. Cek detail harganya di sini.
Harga di Pasar Penuin, Pasar Mitra Raya, dan Pasar Tos 3000 menunjukkan harga cabai rawit merah menembus Rp92.950 per kilogram.
Gubernur Khofifah juga menyampaikan apresiasi atas berbagai dukungan strategis Pemerintah Arab Saudi kepada Indonesia dan Jawa Timur khususnya dalam penyelenggaraan ibadah haji.
KANTOR Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Jatim menyiapkan Rp24,6 triliun untuk melayani masyarakat yang hendak tukar uang guna menyiapkan hari raya Idul Fitri 1447 atau Lebaran 2026.
Kementerian Dalam Negeri menekankan bahwa keberhasilan penerapan Kartu Kredit Pemerintah Daerah (KKPD) di daerah bergantung pada sinergi lintas pihak.
Gunung Semeru di Lumajang-Malang erupsi Selasa malam (17/2), kolom abu mencapai 800 meter. PVMBG ingatkan masyarakat hindari radius bahaya 5-17 km dari kawah.
Lokasi pengamatan dipilih secara selektif dengan mempertimbangkan keterbukaan ufuk barat, minim polusi cahaya, kondisi atmosfer yang baik, serta aksesibilitas dan keamanan lokasi.
Resmikan Green Toilet VIP Difable dan Revitalisasi Jalan Sisi Timur dan Utara Masjid Al Akbar
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved