Headline
Polisi harus usut tuntas hingga ke aktor intelektualnya.
Polisi harus usut tuntas hingga ke aktor intelektualnya.
Kumpulan Berita DPR RI
HARGA cabai kembali melonjak di berbagai pasar tradisional di pantura Jawa Tengah, penaikan cabai terutama merah keriting, rawit dan merah besar rata-rata Rp20.000 per kilogram.
Pemantauan Media Indonesia Sabtu (3/9) setelah harga telur ayam ras mulai menurun memasuki bulan September ini, giliran harga beberapa jenis cabai di pasar tradisional di pantura Jawa Tengah seperti Demak, Semarang, Kendal, Batang dan Pekalongan kembali melonjak.
Harga cabai terutama merah keriting, rawit dan merah besar rata-rata Rp20.000 per kilogram seperti cabai merah keriting dan merah besar dari sebelumnya Rp50.000 menjadi Rp70.000 per kilogram, cabai rawit merah dari sebelumnya Rp30.000 per kilogram menjadi Rp50.000 per kilogram.
Namun untuk cabai jenis lain seperti rawit hijau, putih maupun cabai hijau harga masih tetap yakni berkisar Rp25.000-Rp30.000 per kilogram. "Naik harga cabai itu terjadi karena stok barang yang ada menipis akibat panen berkurang," ujar Latif,40, pedagang cabai di Pasar Johar Semarang.
Hal serupa juga diungkapkan Ninuk,55, pedagang cabai di Pasar Projo, Ambarawa, Kabupaten Semarang, naiknya harga cabai terjadi mulai dari tingkat petani, meskipun jarak ke central pertanian dari pasar ini dekat yakni sekitar 15 kilometer, namun harga cabai juga melonjak tinggi.
Sementara itu Ketua Kelompok Tani Sumowono, Kabupaten Semarang Kadar mengatakan akibat terjadinya perubahan musim saat ini hasil panen cabai mengalami penurunan cukup besar, bahkan sebagian tanaman cabai di wilayah ini mati akibat terserang hama.
"Masih ada yang panen cabai, tetapi jumlah tidak sebanyak sebelumnya dan meskipun harga tinggi saat ini namun hasil diperoleh petani tidak banyak," kata Surati,55, petani cabai di perbatasan Kabupaten Semarang dan Temanggung.
Kondisi serupa juga terjadi di sentra pertanian cabai di Pasir, Kecamatan Mijen, Kabupaten Demak, menurut Sugandi,60, sslah seorang petani di desa itu mengatakan jumlah lahan cabai di daerah ini merosot dan diperkirakan tersisa 25 persen dari sebelumnya.
"Dulu di Demak ini adalah pusat cabai, bahkan di Sayung sudah tidak ada tanaman cabai lagi dapat tumbuh karena rob," ungkapnya. (OL-13)
Baca Juga: Harga Cabai Rawit Di Bangka Masih Bertengger Rp97 Ribu Perkilo
PRAKIRAAN cuaca Jawa Tengah hari ini 13 Maret 2026, daerah Pantura Jawa Tengah berpeluang diguyur hujan ringan-sedang disertai air laut pasang (rob) di perairan utara.
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menargetkan jalur Pantai Utara (Pantura) wilayah barat bebas lubang sebelum arus mudik Lebaran 2026.
BMKG mengeluarkan peringatan dini status "Siaga" untuk wilayah pantura Jawa Tengah. Status ini merupakan level tertinggi yang berlaku mulai 21 hingga 31 Januari 2026.
Sejak pagi hujan ringan-sedang sudah mengguyur sejumlah daerah di Pantura Jawa Tengah, memasuki siang, sore hingga awal malam intensitas hujan berpeluang meningkat.
Tidak hanya itu, akibat gelombang tinggi penyeberangan antar pulau baik Jepara-Karimunjawa maupunTanjung Emas Semarang-Karimunjawa juga terhenti, termasuk kapal layar motor
Gelombang tinggi 1,25-2,5 meter masih berpotensi di sejumlah kawasan perairan utara Jawa Tengah yakni Pekalongan-Kendal, Semarang-Demak dan Pati-Rembang.
Pada Senin (16/3) jumlah pemudik masuk ke Jawa Tengah melalui Jalan Tol Trans Jawa terus meningkat sejak Minggu (15/3), rata-rata setiap berkisar 1.400-1.900 kendaraan masuk ke Kota Semarang.
Gubernur Ahmad Luthfi lepas belasan ribu peserta Mudik Gratis Jateng 2026. Targetkan 17 juta pemudik dongkrak ekonomi daerah dan UMKM lokal. Simak selengkapnya!
Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ahmad Luthfi melepas 325 armada bus yang mengangkut belasan ribu pemudik dari Jabodetabek ke 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengimbau para pemudik untuk tidak membawa kerabat atau teman kembali ke Jakarta setelah Lebaran
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menanggapi OTT KPK di Cilacap dan kembali menegaskan pentingnya integritas kepala daerah serta ASN dalam pemerintahan.
Potensi ketersediaan air di Indonesia mencapai 3,9 miliar meter kubik per tahun. Dengan 80% air nasional digunakan sektor pertanian/irigasi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved