Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
ASOSIASI Koperasi Ritel Indonesia (Akrindo) menyatakan omzet peretail kecil, koperasi, dan pasar tradisional semakin merosot karena menjamurnya retail besar dan moderen yang merambah hingga perdesaan.
"Pemerintah harus mengatur pembatasan retail modern yang berdampingan dengan retail koperasi dan pasar tradisional," tegas Ketua Akrindo Sriyadi Purnomo, Jumat (2/9).
Sriyadi menjelaskan pemerintah daerah harus menegakkan peraturan daerah (perda) secara benar. Penerapan perda, lanjutnya, agar mengatur retail besar moderen yang berdampingan dengan retail kecil koperasi dan retail pasar tradisional.
Ia mengatakan, sejauh ini kondisi peretail kecil kian terpuruk apalagi kebijakan kenaikan cukai rokok berimbas menurunkan daya beli. Bahkan, harga BBM yang mahal akan merepotkan lantaran otomatis menaikkan biaya transportasi.
"Kami sudah sampaikan ke Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa terkait tarif cukai terutama sigaret keretek tangan jangan naik dan penolakan revisi PP No. 109 Tahun 2012," katanya.
Karena itu dalam rapat koordinasi anggota Akrindo di Kota Batu merekomendasikan cukai hasil tembakau 2023 jangan naik. Kalaupun terpaksa cukai naik itu sesuai inflasi maksimal 3%. Termasuk menolak revisi Peraturan Pemerintah (PP) No. 109 Tahun 2012 yang mengatur pertembakauan. "Kenaikan cukai rokok memicu PHK dan kemiskinan di saat pemulihan ekonomi akibat pandemi covid-19," pungkasnya. (OL-15)
Jelang Natal dan tahun baru, harga cabai merah dan telur di pasar tradisional terus merangkak naik cukup signifikan hingga banyak pembeli mengeluhkan kenaikan itu
Pasar Murah yang dilakukan Pemprov Jatim selama menyasar daerah daerah pinggiran kota yang sangat jauh dari pasar Tradisional, sehingga tidak perlu harus ke Pasar Tradisional.
Pasar tradisional masih menghadapi tantangan besar, tidak hanya soal kesan kumuh, tetapi juga persaingan dengan pasar modern dan e-commerce.
Sebanyak 153 pasar yang dimiliki Jakarta, belum semuanya direvitalisasi
Sebanyak 60 dari 153 pasar tradisional yang dikelola Perumda Pasar Jaya di Jakarta dalam kondisi kumuh dan rawan banjir akibat tak terawat dan kosong
Kenaikan tersebut, banyak dikeluhkan para pembeli termasuk komoditas lain ikut merangkak naik seperti sayuran, cabai merah, bawang putih, bawang merah dan lainnya.
INDONESIA tidak kekurangan uang. Yang kurang adalah arah. Ini bukan gejala siklikal atau persoalan sentimen pasar, melainkan kegagalan struktural.
Tanpa dorongan fiskal awal, ekonomi akan selalu menunggu.
Alih-alih memicu inflasi pangan, program prioritas pemerintah MBG dinilai justru akan menjadi stimulus bagi peningkatan produktivitas nasional dan penguatan ekonomi kerakyatan.
Berdasarkan data selama bulan Januari hingga Desember 2024, tercatat 38juta kunjungan wisatawan datang ke DIY.
berdasarkan hasil rapat DK OJK yang dilaksanakan pada 1 Oktober lalu menilai sektor jasa keuangan terjaga stabil.
INDONESIA dan Dewan Kerja Sama Teluk (Gulf Cooperation Council/GCC) telah melaksanakan Putaran Ketiga Perundingan Perjanjian Perdagangan Bebas antara kedua pihak (Indonesia-GCC FTA).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved