Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
SAKA Academy bakal menggelar program Saka Goes To School di 5 Provinsi di Tanah Air, yaitu Provinsi Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Untuk pilot projectnya, program ini hadir di SDN Tambakan Serang, Banten.
“Sebelum melakukan pemetaan kita bangun komunikasi dengan beberapa Babinsa setempat mereka mengirimkan data tentang siswa dan sekolah terutama yang kurang terjangkau perhatian. Maka kita pilih Banten sebagai pilot projectnya,” kata Herfan School Director Saka Academy, Selasa (30/8).
Saka Goes To School merupakan bagian dari program sosial dari Saka Academy yang sudah dibentuk sebelumnya. Tujuan utama program ini untuk membantu sekolah-sekolah di daerah yang minim perhatian dari pemerintah baik pusat, maupun daerah.
“Kita mendatangkan para mentor yang profesional dari Saka Academy ke setiap sekolah yang kami kunjungi. Misi kami adalah menyamaratakan pendidikan yang mereka miliki untuk disalurkan agar para murid bisa mendapatkan sistem pengajaran yang lebih tepat dan kelak menjadi anak andalan untuk Indonesia. Karena yang utama bagi Saka adalah masa depan pendidikan Indonesia agar murid-murid di Indonesia memiliki mutu di dalam pendidikannya,” terang Herfan.
Herfan berharap melalui program Saka Goes To School ini mutu guru dan pendidikan anak-anak di daerah dapat terangkat. Serta yang terpenting adalah membantu anak-anak yang tidak mampu untuk memperoleh akses pendidikan yang layak dan memadai.
“Banyak anak-anak di daerah itu pintar-pintar, tapi mereka kurang termotivasi dengan sarana dan prasarana yang kurang mendadai, dan kemampuan orang tua yang minim sekali, akhirnya mereka tidak tergali potensinya menjadi anak yang cerdas,” katanya.
Pembina Saka Academy, dr. Hj Yul Haini menambahkan bahwa program Saka Goes To School bisa menjadi jembatan bagi guru-guru di daerah untuk menjadi guru yang profesional seperti guru-guru yang mengajar di sekolah international di kota-kota besar. “Itu perencanaan dari Saka Academy impiannya mudah-mudahan bisa terwujud sehingga bisa terlaksana semuanya,” ujar Yul Haini.
Saka Academy sendiri ikut berkontribusi memberikan sumbangan bagi jalannya program Saka Goes To School. Yul Haini menyebut 20 persen penghasilan Saka Academy disumbangkan untuk Saka Goes To School.
“Jadi setiap dari hasil pendaftaran murid yang mengikuti program di Saka Academy juga secara tidak langsung ikut bersosial juga. Dan para mentor di Saka Academy turut berperan luar biasa juga yang mau meluangkan waktunya untuk mau turun bersama ke sekolah yang kita kunjungi. Mudah-mudahan apa yang menjadi kebutuhan di sini bisa terpenuhi dengan baik,” tandasnya.
Demi jalannya program ini, Saka Academy berkolaborasi dengan sejumlah pihak. Di antaranya Rumah Sakit Kartika Husada Group yang mendukung di bidang kesehatan dan Organisasi Limpapeh Rumah Gadang yang juga bergerak di bidang sosial budaya dan pendidikan, serta bantuan donasi dari beberapa orang tua murid yang anaknya mengikuti program di Saka Academy, maupun beberapa donatur perorangan dan juga mendapatkan dukungan dari hotel Horison Altama Pandeglang, White Horse Transportation, serta Bayarind.
“Mungkin dengan bantuan media massa, medsos segala macam kegiatan seperti ini bisa menyebar ke pelosok Indonesia dan kita harapkan ada dukungan dari donatur-donatur, orang-orang dermawan atau siapa pun yang bisa mendukung kegiatan ini,” tutur Yul Haini. (OL-13)
Institusi pendidikan tidak boleh sekadar menjadi penonton di tengah dinamika dunia yang bergerak cepat.
Universitas Pembangunan Jaya menggelar seminar internasional membahas peran AI dalam transformasi pendidikan tinggi bersama akademisi Indonesia, Malaysia, dan Taiwan.
SELAMA puluhan tahun, Indonesia terjebak dalam delusi bahwa mutu pendidikan bisa ditingkatkan hanya dengan menyuntikkan dana ke sekolah atau mengganti label kurikulum
Sekretaris Kabinet menjelaskan bahwa anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 % dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sesuai amanat konstitusi.
Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak mengurangi anggaran pembangunan infrastruktur pendidikan dalam APBN.
Interaksi lintas budaya serta kesempatan membangun global networking diharapkan dapat memperluas wawasan sekaligus memperkuat kesiapan mereka dalam memulai karier profesional.
Pada tahun 2025, RPJMD Provinsi Banten menetapkan delapan target dari sembilan indikator makro.
Diduga karena kurangnya kehati-hatian pengemudi, bus hilang kendali dan menabrak bagian belakang truk yang berada tepat di depannya.
Puncak HPN 2026 di Banten menegaskan pentingnya peran pers sebagai penjaga kualitas informasi di era digital dan AI.
Ketua BAZNAS Kota Tangsel Mohamad Subhan mengutarakan sinergi antar-lembaga zakat menjadi kunci dalam menggali potensi zakat secara optimal, khususnya di Provinsi Banten.
Musda ke-VIII Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Banten resmi ditutup dan menandai babak baru kepemimpinan organisasi kepemudaan di Tanah Jawara.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved