Rabu 24 Agustus 2022, 17:56 WIB

Kementan Salurkan Bantuan Bagi Peternak Terdampak PMK di Bali

Mediaindonesia.com | Nusantara
Kementan Salurkan Bantuan Bagi Peternak Terdampak PMK di Bali

Dok. Kementan
Kementan Saluran bantuan bagi peternak terdampak PMK di Bali

 

KEMENTERIAN Pertanian hari ini mulai melakukan penyaluran perdana bantuan pemerintah (banper) bagi peternak terdampak Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Provinsi Bali.

Bantuan Pemerintah itu diberikan sebagai ganti rugi terhadap ternak yang mati tertular PMK atau ternak tertular PMK yang dikenakan pemotongan bersyarat. Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) Nasrullah pada acara Launching Pemberian Banper terhadap Peternak terdampak PMK yang dikenakan tindakan pemotongan bersyarat di Kabupaten Badung hari ini Rabu (24/8). 

Nasrullah menyampaikan, Provinsi Bali, merupakan provinsi pertama yang telah menerima bantuan dalam keadaan darurat PMK untuk 273 ekor ternak sapi yang terdampak. Total bantuan yang disalurkan sebanyak Rp2,73 M kepada 86 orang penerima bantuan untuk Kabupaten Badung dan Kabupaten Buleleng. 

“Pemberian bantuan langsung disalurkan melalui rekening Bank penerima bantuan,”ungkap Nasrullah. 

“Pemotongan bersyarat ini diharapkan dapat menekan penyebaran kasus PMK lebih besar, jika dibandingkan dengan daerah yang tidak menggencarkan pemotongan bersyarat sejak awal merebaknya kasus”, imbuhnya.

Lebih lanjut Nasrullah menjelaskan, pemberian bantuan dalam keadaan darurat PMK diberikan kepada orang perseorangan atau peternak yang memenuhi persyaratan administratif dan kriteria hewan yaitu ternak yang mati atau tertular PMK yang dikenakan pemotongan bersyarat. 

Baca juga : Dua Tahun Food Estate, Produktivitas Petani Meningkat

Adapun pembayaran bantuan dibatasi paling banyak 5 ekor per kepemilikan dengan besaran bantuan untuk sapi sebesar Rp10 juta per ekor, Kambing dan Domba sebesar R 1,5 juta per ekor, dan Babi sebesar Rp2 juta per ekor. 

"Ini merupakan bukti dari komitmen Pemerintah untuk memberikan ganti rugi terhadap hewan yang dilakukan pemotongan bersyarat, terutama untuk pencegahan dan pengendalian wabah PMK, serta untuk meringankan beban para peternak," kata Nasrullah. 

Melalui pemberian bantuan itu, pemerintah berharap dapat mengurangi dampak kerugian ekonomi dan mendukung pemulihan ekonomi sektor peternakan, khususnya bagi para peternak.

“Kita upayakan untuk mempercepat realiasasi pemberian bantuan yang ditarget sebanyak 15.000 ekor dengan terus berkoordinasi dengan Dinas yang membidangi fungsi peternakan dan kesehatan Hewan di Provinsi dan Kabupaten/Kota terdampak PMK,” imbuh Nasrullah. 

Ia katakan, saat ini Pemerintah terus mendorong peternak dengan hewan terinfeksi agar dilakukan pemotongan bersyarat, sehingga impian Indonesia untuk mewujudkan Indonesia Bebas PMK dapat segera tercapai

"Kami menghimbau kepada masyarakat, khususnya peternak agar Bali ini dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam konteks pengendalian wabah PMK menuju zero reported case," pungkasnya. (RO/OL-7) 

Baca Juga

MI/Benny B

PMI Distribusikan 100 Ribu Liter Air ke Pengungsian Korban Gempa Cianjur

👤Benny Bastiandy 🕔Sabtu 26 November 2022, 21:30 WIB
Permintaan pasokan air bersih dari posko pengungsian di empat kecamatan terdampak seperti Cianjur, Cugenang, Pacet, dan Warungkondang,...
DOK.MI

Empat Pelaku Pembunuhan Pelajar di Medan Ditangkap

👤Yoseph Pencawan 🕔Sabtu 26 November 2022, 21:15 WIB
Aksi penganiayaan berujung kematian tersebut terjadi pada hari Jumat (25/11) di sebuah SPBU di kawasan Kecamatan Medan Sunggal dan viral di...
ANTARA/Raisan Al Farisi

Tim DVI Polri Periksa 10 Lagi Kantong Jenazah Korban Gempa

👤Benny Bastiandy 🕔Sabtu 26 November 2022, 20:50 WIB
Eddy mengatakan jumlah total jenazah yang sudah berhasil teridentifikasi DVI Polri sampai hari ini sejumlah 134...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya