Rabu 17 Agustus 2022, 17:10 WIB

Mantan Napiter dan Kombatan Di Tasikmalaya jadi Petugas Pengibar Bendera

Adi Kristiadi | Nusantara
Mantan Napiter dan Kombatan Di Tasikmalaya jadi Petugas Pengibar Bendera

MI/Adi Kristiadi
Mantan napiter dan kombatan mengikuti upacara bendera HUT ke 77 Kemerdekaan RI di Tasikmalaya, Rabu (17/8)

 

SEBANYAKk 75 orang mantan Narapidana Teroris (Napiter) dan Kombatan menjadi petugas dan pengibar bendera merah putih di HUT Kemerdekaan RI ke 77 digelar di Pondok Pesantren Alam Tahfidz Hamalatul Qur'an, Kampung Cidahu, Desa Cilangkap, Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.

Pengibaran bendera tersebut, pertama di Tasikmalaya dan menjadi percontohan di Indonesia. Pantauan Media Indonesia di lokasi, Rabu (17/8), mantan Napiter dan kombatan dengan seksama mengikuti upacara HUT Kemerdekaan RI ke 77. Mereka menggunakan seragam batik merah ati yang dipadukan dengan warna coklat, celana hitam berbaur dengan anggota TNI, Polri dan ormas.

Upacara pengibaran bendera merah putih dipimpin oleh Inspektur upacara, Kasubdit Identifikasi dan Sosial (Idensos) Densus 88 Antiteror Kombes Pol Kurnia Wijaya dan dihadiri oleh keluarga mantan Napiter dan Kombatan. Para petugas dan pengibar bendera merah putih dilakukan oleh mantan Napiter dan Kombatan, termasuk membacakan teks Pancasila, Undang-undang 1945 dan Proklamasi Kemerdekaan.

Direktur Identifikasi dan Sosial (Dir Idensos) Densus 88 Antiteror Brigjen Pol Arif Makhudharto mengatakan, upacara bendera HUT Kemerdekaan RI ke 77 yang dilakukannya di Pondok Pesantren Alam Tahfidz Hamalatul Qur'an, di Kampung Cidahu, Cilangkap, karena keinginan mantan Napiter dan kombatan ingin menjadi petugas dan juga pengibar bendera merah putih.

"Upacara bendera HUT Kemerdekaan RI ke 77 kali ini para mantan Napiter dan kombatan sendiri yang ingin menjadi petugas upacaranya.  Keinginan itu langsung diakomodir hingga dikoordinasikan dengan pemerintah daerah di Priangan Timur. Kemerdekaan yang dilakukan sebagai bentuk internalisasi nilai pancasila dan resosialisasi supaya bisa bersama-bersama serta berkumpul di masyarakat dan Densus 88 Antiteror tetap melakukan pendampingan bagi mereka," ungkap Brigjen Pol Arif Makhudarto, Rabu (17/8/2022) di Tasikmalaya.

Mereka, jelas Brigjen Pol Arif, sudah sadar dan kembali mencintai negara RI. Mereka memberikan wujud sadar tanpa adanya paksan terutama dalam membangun negara kesatuan republik Indonesia (NKRI). Upacara bendera merah putih yang dilakukannya di Pondok Pesantren Alam Tahfidz Hamalatul Qur'an, memang keinginan mereka karena sejak dulu terkenal dengan Jaringan Islamiyah (JI). Puluhan orang mantan Napiter dan Kombatan se Jabar memang sudah setia kepada NKRI, mereka dengan kesadaran tanpa ada paksaan sudah cinta kepada negara.
 
"Kami tadi mendengar seorang Napiter pernah upacara bendera sejak dibangku SD. Di momen HUT RI ke 77 ini mereka rindu dan ingin menunjukkan bahwa mereka sudah sadar. Ke depan agar para Wali Kota, Bupati di Priangan Timur mengajak mereka supaya hadir di Pendopo. Karena, mereka ingin berbaur di masyarakat meski berbeda pemahaman tapi keluarga mantan Napiter ini ada rasa kasih sayang, toleransi dan kegiatan upacara dilakukan lancar dan ini menjadi percontohan di Jawa Barat dan umumnya di Indonesia," ujarnya.

Sementara, seorang mantan Napiter GT, 35, mengatakan, pengibaran bendera merah putih dalam Kemerdekaan HUT RI 77 ini yang pertama setelah 2 tahun pandemi Covid-19. Dia mengaku mengikuti upacara bendera ini tanpa paksaaan dari siapapun. Kehadiran Densus 88 Antiteror, bukan berarti mereka (para napiter) dipaksa mengikuti upacara pengibaran bendera.

"Kami akan selalu mencintai tanah air, bangsa dan kembali pada NKRI. Karena, hidup itu ada lima syariat harus dipegang antara lain agama, nyawa, akal, keturunan dan harga. Perbuatan yang memudahkan nyawa, harta dan jauh dari syariat Islam. Salah melangkah, jalan terbaik perbuatan baik bertekad tetap bergantengan untuk merawatnya, bagi kelompok yang telah merusak kesatuan harus kembali ke jalan yang benar," pungkasnya. (OL-13)

Baca Juga: Masyarakat Adat Masih Belum Nikmati Kemerdekaan

Baca Juga

DOK Pribadi.

Tumbuhkan Gotong Royong, Tani Center IPB Gandeng PC NU Klaten

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 25 September 2022, 22:17 WIB
Tani Center IPB University, dengan berbekal kebanggaan terhadap kebinekaan bangsa serta pengetahuan tentang pertanian ekologis, berkomitmen...
MGN/ Triawati Prihatsari

Kapolda Jateng: Ledakan di Asrama Polisi Akibat Kelalaian Anggota

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Minggu 25 September 2022, 22:15 WIB
"Artinya saya pastikan bahwa ledakan di wilayah kita di daerah Sukoharjo, tidak ada unsur teror," ujar Kapolda...
Antara

Warga Evakuasi Polisi Korban Ledakan ke RS Moewardi Surakarta

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Minggu 25 September 2022, 21:45 WIB
Adapun ledakan kencang itu memakan satu korban, yakni Bripka Dirgantara...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya