Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
PELATIHAN literasi digital bagi penyandang disabilitas di Kabupaten
Klaten, Jawa Tengah, diadakan di Balai Latihan Kerja (BLK) Klaten. Pelatihan literasi digital diikuti 40 penyandang disabilitas. Tujuannya
untuk membekali mereka agar bijak dalam bermedia sosial.
Subkoordinator Layanan Informasi dan Statistik Diskominfo Klaten, Joko
Priyono, mengatakan literasi digital penting bagi warga difabel. "Pelatihan literasi digital bagi difabel ini penting, terutama dalam
mengakses informasi, serta paham tujuan bermedia sosial."
Dia menambahkan, saat ini teknologi ada dalam genggaman tangan. Untuk itu, faktor kehati-hatian sangat penting. "Pastikan saat bermedia sosial punya tujuan yang jelas."
Dalam bermedia sosial, lanjut Joko, konten yang tidak berguna harus dihindari.
Sementara itu, Toha, ketua panitia menjelaskan pelatihan literasi
digital diikuti 40 penyandang disabilitas dari berbagai wilayah di
Klaten. Kegiatan pelatihan literasi digital yang diadakan di BLK Klaten, Sabtu (13/8), adalah juga untuk membantu usaha yang dirintis para penyandang disabilitas.
"Teman-teman difabel itu sesungguhnya ingin mandiri. Hanya mereka
terbentur soal promosi dan publikasi. Untuk itu, mereka perlu didukung dan dibantu," ujarnya.
Kegiatan latihan literasi digital, menurut Toha, diikuti penyandang
disabilitas dari kelompok tuna netra, tuna rungu, tuna wicara, dan tuna
grahita di Klaten.
Salah satu peserta, Purnomo, 35, mengaku sudah dua tahun menganggur
akibat pandemi. Dia sudah melamar pekerjaan di berbagai perusahaan, tapi tidak diterima.
"Terkait kesemaptan kerja bagi penyandang disabilitas, saya berharap ada kebijakan dan bantuan dari pemerintah," ujar penyandang tuna grahita tersebut.
Kegiatan pelatihan literasi digital bagi puluhan penyandang disabilitas
di Kabupaten Klaten terselenggara atas kerja sama dengan Nahdlatul
Ulama. (N-2)
Lestari Moerdijat mengatakan pemenuhan hak anak berkebutuhan khusus (ABK) dan disabilitas harus terus digencarkan di berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam hal pendidikan.
Kisah Grisna Anggadwita menunjukkan bagaimana pemberdayaan dan pendekatan manusiawi membuka peluang ekonomi inklusif.
Sejumlah pekerjaan rumah dalam pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas di tanah air harus dituntaskan.
Kegiatan ini lahir sebagai respons atas masih adanya kesenjangan antara potensi penyandang disabilitas dengan realitas praktik rekrutmen di dunia kerja.
Upaya penghormatan, perlindungan, dan pemenuhan hak penyandang disabilitas membutuhkan kolaborasi nyata antara negara dan masyarakat sipil.
Arifah menekankan pentingnya mendorong kemandirian, serta pembangunan masa depan yang layak bagi anak penyandang disabilitas.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved