Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Pendanaan Efek Indonesia (PEI) bersama Yayasan Sunyi Harapan Indonesia menggelar program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bertajuk “PEI Inklusivitas: Disabilitas Siap Kerja” di Hotel Cosmo Amaroossa, Jakarta, Senin (22/12). Program ini bertujuan untuk membekali 30 penyandang disabilitas dengan keterampilan profesional agar lebih siap bersaing di pasar kerja.
Kegiatan ini lahir sebagai respons atas masih adanya kesenjangan antara potensi penyandang disabilitas dengan realitas praktik rekrutmen di dunia kerja. Kesenjangan tersebut sering kali dipicu oleh pemahaman inklusivitas yang belum merata serta terbatasnya akses pembelajaran bagi kelompok difabel dalam memahami standar rekrutmen profesional.
Dalam pelatihan ini, para peserta mendapatkan bimbingan intensif yang meliputi penyusunan Curriculum Vitae (CV) yang terstruktur, pengenalan jenis pekerjaan ramah disabilitas, hingga simulasi teknik wawancara kerja.
Sesi materi dipandu oleh Abigail Christine, seorang Senior Recruiter dari Seven Retail Group (Sparks English). Pelatihan dirancang secara khusus untuk memberikan ruang diskusi yang aman, sehingga peserta dapat memahami cara mengomunikasikan kompetensi mereka secara efektif kepada pemberi kerja.
Ketua Yayasan Sunyi Harapan Indonesia, Mario Gultom, menekankan pentingnya kepercayaan diri bagi para pelamar kerja disabilitas.
“Kami berharap peserta dapat menerapkan materi yang diperoleh untuk menyampaikan kompetensinya dengan lebih percaya diri, serta meningkatkan kesiapan menghadapi proses rekrutmen yang kompetitif,” ujar Mario, melalui keterangannya, Selasa (23/12).
Melalui kolaborasi ini, PEI dan Yayasan Sunyi Harapan Indonesia diharapkan quntuk menjadi jembatan bagi permasalahan sosial terkait lapangan kerja. Program ini diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan sesaat, tetapi menjadi wadah bagi komunitas disabilitas untuk berkembang dan memiliki daya saing yang setara.
Langkah strategis ini menjadi bagian dari upaya mendorong terciptanya ekosistem kerja yang lebih inklusif di Indonesia, di mana setiap individu tanpa memandang keterbatasan fisik memiliki peluang yang sama untuk berkarya dan hidup mandiri secara ekonomi. (H-2)
Kolaborasi ini mencerminkan kebutuhan terhadap komunikator dan pelaku bisnis yang mampu memahami isu-isu sosial dan mendukung program perlindungan sosial dan inklusif.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved