Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
JUMLAH titik panas atau hotspot yang diduga berasal dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Bangka Belitung (Babel) jauh berkurang kendati saat ini cuaca kondisi panas.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bangka Belitung (Babel) Mikron Antariksa mengatakan, sejak Kamis (11/8) hingga Sabtu (13/8) jumlah titik panas diatas 50.
"Kamis ada 80 an titik panas, Jumat dan Sabtu juga. Tapi Minggu (14/8) dan hari ini berkurang terdeteksi satelit hanya 13 titik," kata Mikron, Senin (15/8).
Ke-13 titik panas itu, dijelaskan Mikron berada di Kabupaten Bangka, Bangka Barat, Bangka Selatan dan Bangka Tengah. "Pangkalpinang, Belitung dan Belitung timur hari jni aman titik panas hanya terdeteksi di empat kabupaten saja," ujarnya.
Ia menyebutkan sebar titik panas yang ada di Babel berstatus warna kuning dengan kategori sedang atau medium. "Tidak ada merah dengan kategori tinggi," ungkap dia.
"Memang mengarahnya ke karhutla. Mengingat cuaca saat jni panas sekali dan angin kecang sehingga potensi karhutla tinggi sekali," imbuhnya.
Dengan kondisi cuaca seperti saat ini pihaknya menghimbau masyarakat yang tinggi di kawasan hutan untuk waspada. Selain itu pihaknya juga meminta masyarakat tidak membakar sampah atau membuka kebun dengan cara membakar.
"Kalau untuk bakar sampah sebenarnya tidak masalah asalkan di tunggu tapi kalau bukan kebun dengan cara bakar itu dilarang dan dapat di pidana jika merambah ke karhutla," jelasnya.
Selain itu, lanjut mikron saat cuaca panas dan angin kencang seperti sekarang ini. Pengendara baik itu roda dua maupun roda empat untuk tidak membuang putung rokok yang masih ada bara api sembarangan karena bisa mengakibatkan kebakaran.
"Kondisi ilalang dan rerumputan saat ini kering. Sehingga jika ada putung rokok yang ada bara api dibuang sembarangan. Berpotensi membakar ilalang atau rerumputan,"ucap dia. (OL-15)
Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, Memasuki musim kemarau, Kabupaten Kotawaringin Timur kini berada dalam status waspada tinggi terhadap potensi Karhutla
Banyaknya titik panas yang selalu terpantu satelit ini disebabkan kondisi cuaca yang begitu panas dan angin kencang.
Kementerian Lingkungan Hidup mengeklaim hotspot di Provinsi Riau, berdasarkan data dari sistem Sipongi (semua satelit), periode 26 Juli 2025 tidak ada dalam kategori tinggi.
BMKG memperingatkan tingginya potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Riau dan sekitarnya, menyusul puncak musim kemarau awal Agustus.
Penurunan luas karhutla dimulai sejak 2015 seluas 2,6 juta hektare, menjadi 1,6 juta hektar (2019), 1,1 juta hektare (2023), dan 24.154 hektare pada 2024.
Menggunakan smartphone sebagai hotspot untuk berbagi koneksi internet memang sangat praktis, terutama saat Anda tidak memiliki akses Wi-Fi atau ketika sedang dalam perjalanan.
Awal 2026 yang seharusnya berada dalam periode musim hujan justru ditandai dengan lonjakan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terutama di ekosistem gambut.
Hingga kini proses pemadaman karhutla terus dilakukan secara intensif.
BMKG deteksi 228 titik panas di Riau, sebagian besar di Bengkalis, menandakan potensi karhutla yang membahayakan lingkungan dan kesehatan masyarakat. BPBD Riau siaga darurat.
Bantuan tersebut akan diajukan ke pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
BMKG Stasiun Pekanbaru mendeteksi lonjakan signifikan titik panas di Provinsi Riau. Hingga Kamis pukul 07.00 WIB, jumlah hotspot tercatat mencapai 160 titik
Manggala Agni Daops Sumatera V/Dumai bersama TNI, Polisi, BPBD Kota Dumai, dan Masyarakat Peduli Api (MPA) hingga saat ini masih berupaya keras memadamkan karhutla seluas 2 hektare di Riau.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved