Jumat 22 Juli 2022, 07:50 WIB

Kuntau Seni Bela Diri Tradisional Banjar

Denny Susanto | Nusantara
Kuntau Seni Bela Diri Tradisional Banjar

MI/Denny Susanto
Pendekar kuntau di sebuah acara perkawinan yang digelar di Desa Hantakan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalsel, Rabu (20/7/2022)

 

SUARA Sarunai, sejenis alat musik tiup tradisional dibarengi tetabuhan gendang (babun) dan gamelan, mengiringi dua orang pendekar bertarung. Sesekali teriakan kedua pendekar saat mengeluarkan jurus-jurus andalan diselingi tingkah lucu, membuat para penonton bertepuk tangan dan tertawa.

Ini adalah seni bela diri tradisional masyarakat suku Banjar yang ada di Provinsi Kalimantan Selatan yang disebut Kuntau. Atraksi para pendekar bela diri kuntau kerap ditampilkan pada saat acara perkawinan, hajatan maupun even-even budaya daerah.

Seperti atraksi seni bela diri kuntau di sebuah acara perkawinan  yang digelar di Desa Hantakan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, kemarin. Atraksi ini menarik perhatian dan sangat menghibur masyarakat sekitar. Tak segan warga memberikan saweran berupa uang kepada para
pendekar yang bertarung.

Atraksi kuntau juga diperagakan di hadapan mempelai pengantin dan umumnya dilanjutkan dengan ritual Bausung Pengantin atau menggendong pengantin sambil menari mengikuti alunan musik gamelan banjar.

"Ini hanya hiburan untuk acara perkawinan, sekaligus upaya melestarikan seni dan budaya daerah," ujar Kasman, Ketua Posko Meratus yang menjadi penyelenggara acara perkawinan salah seorang kerabatnya.

Baca Juga: Upaya Pemerintah Rangkul Perguruan Silat di Daerah Diapresiasi

Menurut penuturan praktisi dan sejarawan, seni bela diri kuntau ini berasal dari China yang berkembang pada jaman Kesultanan Banjar. Kuntau menjadi salah satu bela diri yang banyak dimiliki para pendekar pada masa kerajaan hingga jaman perjuangan melawan penjajahan Belanda.

"Beberapa daerah di Kalsel masih melestarikan seni bela diri kuntau. Kuntau merupakan seni bela diri yang berasal dari China," tutur Lupi Anderiani, maestro seni dari Desa Barikin, Hulu Sungai Tengah. Desa Barikin dikenal sebagai "kampung seniman" karena mayoritas warganya pegiat
seni, perajin alat kesenian termasuk perguruan seni bela diri kuntau.

Di kabupaten ini juga terdapat sejumlah perguruan kuntau dengan jumlah pendekar ratusan orang dimana sebagian besar adalah generasi muda. Perguruan atau padepokan ini dibawah pembinaan Dinas Pemuda dan Olahraga.

Hingga kini bela diri yang mirip perpaduan kungfu dan pencak silat ini masih sering ditampilkan di wilayah Banua Enam meliputi Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Tapin, Hulu Sungai Selatan, Balangan, dan Hulu Sungai Utara. Seperti jenis bela diri lainnya kuntau juga mempunyai beragam jurus (kembang) mulai dari tangan kosong hingga menggunakan senjata tajam. (OL-13)

Baca Juga:  Seniman Silat Dharmasraya Berbagi Ilmu ke Pemuda di Program ...

 

Baca Juga

MI/HO

Gobel Minta Pemda Serius Majukan Ekonomi Kawasan Perbatasan

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 12 Agustus 2022, 04:15 WIB
Gobel berkunjung ke Provinsi Kalbar dalam rangka kunjungan ke PLBN di Aruk, Sambas dalam kapasitasnya sebagai ketua Timwas Perbatasan DPR...
Dok. Pribadi

Sekwan DPRD Maybrat Ferdinandus Taa Dinilai Figur Tepat Jadi Penjabat Bupati Maybrat

👤Thomas Harming Suwarta 🕔Kamis 11 Agustus 2022, 23:15 WIB
Sebagai putra daerah Maybrat, Ferdinandus Taa dinilai memiliki rekam jejak yang baik dalam kepemimpinan, mengenal wilayah dan seluk beluk...
ANTARA/Rony Muharrman

Polda Masih Buru Bos Judi Online Terbesar di Sumut

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 11 Agustus 2022, 23:05 WIB
Polda Sumut terus mencari bos judi online terbesar yang bernama ABK dan hingga kini tidak diketahui...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya