Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
DALAM kurun Januari-April 2022, tercatat 20.938 kasus gigitan anjing rabies pada manusia di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur dengan korban meninggal mencapai 19 orang lantaran tidak mendapatkan vaksin antirabies (VAR). Pada 2021, total kematian akibat gigitan anjing rabies di Flores mencapai 76 orang.
Untuk mencegah gigitan anjing rabies membawa maut, warga di Flores harus menyiapkan VAR dan Serum Anti Rabies (SAR) untuk mencuci luka akibat gigitan anjing. Namun, harga SAR yang mencapai Rp5 juta dinilai terlalu mahal bagi para korban yang umumnya berpendapatan rendah.
"Jika tren empat bulan pertama ini berjalan terus, maka diprediksi sampai akhir 2022 akan terjadi 4x19 kematian menjadi 76 kematian," kata pemerhati rabies yang juga Satuan Medis Fungsional Penyakit Dalam Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) TC Hillers Maumere, Sikka, Dokter Asep Purnama, Kamis (21/7).
Begitu juga, jika tren 4 bulan pertama ini berjalan terus, Asep memprediksi sampai akhir 2022 akan terjadi 4x20.938 gigitan atau sebanyak 83.772 kasus gigitan anjing atau meningkat jika dibandingkan gigitan anjing pada 2021 yang berjumlah 57.254 kasus.
Untuk mencegah peninngkatan kematian akibat rabies, Asep menyarankan kepada pemerintah melakukan vaksinasi minimal 70% dari populasi anjing, melakukan sosialisasi masif tata laksana gigitan hewan penular Rabies (HPR) kepada masyarakat rentan dan petugas kesehatan, serta menyiapkan logistik, khususnya VAR yang cukup agar tidak terjadi kekosongan di daerah.
"Semoga kita semua lebih peduli dan bisa mengantisipasi agar tidak ada korban sia-sia karena rabies di Indonesia tercinta," ujarnya. (OL-15)
Sejak 2019, Faris terjun ke NTT untuk melakukan misi sosial dalam penanganan masalah kesehatan di daerah itu.
IA sampai pada ujung hidupnya. Tapi narasi kepergiannya tak berujung. Ia pergi dalam sunyi. Pamit dalam diam. Diam dan sunyi itu menjadi saksi terakhir ziarah hidupnya.
KOMISI Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta lembaga terkait memberikan pendampingan psikososial untuk saudara dan keluarga anak korban bunuh diri di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Sebelum peristiwa tragis tersebut terjadi, korban sering meminta ibunya untuk melakukan pencairan dana Program Indonesia Pintar (PIP) untuk memenuhi kebutuhan sekolah.
Mendikdasmen Abdul Mu’ti, menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas berpulangnya siswa tersebut.
Kehadiran tim psikologi Polda NTT merupakan respons cepat dan terukur untuk memastikan keluarga korban mendapatkan penguatan mental yang memadai.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved