Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
LAHAN seluas 27 hektar lebih di wilayah Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Riau, dilaporkan terbakar pada Minggu (10/7) pagi.
Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rohil mengungkapkan lahan yang terbakar terbagi di 5 titik dan tersebar di 4 desa.
Adapun wilayah itu meliputi Desa Sungai Bakau di Kecamatan Sinaboi, Desa Langgadai Hulu di Kecamatan Rimba Melintang, Desa Teluk Nipan di Kecamatan Kubu dan Desa Panipahan Laur di Kecamatan Pasir Limau Kapas.
Baca juga: Monitoring Wilayah Rawan Karhutla Terus Dilakukan
"Belum ada laporan kepastian mengenai penyebab terjadinya kebakaran lahan," jelas Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangannya, Selasa (12/7).
Pihak berwajib masih menyelidiki dan mendalami peristiwa tersebut. Sementara itu, BPBD Kabupaten Rohil bersama Kodim 0321 dan lintas instasi terkait telah melakukan pemadaman dan pendinginan kebakaran lahan.
Berdasarkan kajian potensi kebakaran hutan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), wilayah Kabupaten Rokan Hilir masuk dalam kategori kawasan yang sangat mudah terbakar. Diketahui, beberapa wilayah Indonesia memasuki musim kemarau.
Baca juga: Hari Tanpa Hujan Meningkat, BMKG Ingatkan Potensi Karhutla di Sumsel
Hal itu ditandai dengan rendahnya curah hujan antara 0-100 milimeter. "Wilayah Kabupaten Rokan Hilir sendiri terpantau memiliki curah hujan rata-rata antara 100-200 milimeter," imbuh Abdul.
Hasil kajian tentunya harus disikapi pemangku kebijakan di daerah bersama masyarakat. Sebab, kebakaran hutan dan lahan sangat mudah terjadi pada musim kemarau. Berdasarkan kajian analisa BNPB pada 2019, 99% kejadian kebakaran hutan dan lahan akibat ulah manusia.
BNPB mengimbau agar upaya pencagahan kebakaran hutan dan lahan dapat dilakukan secara berkala. Respons cepat juga harus segera dilakukan, untuk menghindari semakin meluasnya wilayah yang terbakar.(OL-11)
BALAI Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau bersama aparat terkait dan masyarakat berhasil mengamankan seekor anak Harimau Sumatra (Panthera Tigris Sumatrae).
REGU pemadam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari Manggala Agni terus mengintensifkan upaya pemadaman di sejumlah titik api di Provinsi Riau dan Kepulauan Riau.
Dari sekitar 1.100 ekor di seluruh Sumatra, diperkirakan hanya tersisa 216 ekor di Riau.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan dini cuaca ekstrem di wilayah Riau yang diprediksi berlangsung hingga pukul 13.00 WIB, Jumat (6/3).
Kini, sejumlah fasilitas pendukung kesejahteraan satwa telah terealisasi di PLG Sebanga.
KEPOLISIAN Daerah (Polda) Riau berhasil menangkap 15 tersangka sindikat perburuan satwa liar lintas provinsi yang terkait dengan kasus gajah sumatra di PT RAPP.
Seekor ikan paus terdampar di perairan Rokan Hilir, Riau. Nelayan yang berada di sekitar lokasi berusaha menyelamatkan ikan mamalia ini.
SEBANYAK 11 anak buah kapal (ABK) Kapal Motor (KM) Lintang Timur Samudera yang kecelakaan dan terombang-ambing di Selat Malaka berhasil selamat.
Melalui unconventional drilling, diyakini industri hulu migas dalam negeri akan mampu bersaing dengan international oil company (IOC).
Saat ini tingkat kemudahan terbakar terpantau pada level ekstrem sehingga karhutla kembali terjadi di sejumlah wilayah yaitu Kota Dumai, Kabupaten Rokan Hilir, dan Kota Pekanbaru.
Ia memastikan sejak peristiwa terjadi pada Jumat 24 Februari 2023 aktivitas perusahaan berjalan normal sembari memperketat pengawasan
PPLI juga mengurus proses pemulangan jenazah para korban hingga ke pemakaman serta tetap memberikan perhatian bila ada anak-anak almarhum yang butuh dukungan beasiswa pendidikan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved