Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) Bengkulu akan merumahkan sebanyak 2.000 tenaga honorer di lingkungan Provinsi Bengkulu, pada November 2023. Demikian disampaikan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Bengkulu, Gunawan Suryadi di Bengkulu.
"Dari pendataan ada sekitar 2.000 lebih tenaga honorer lingkungan Pemerintah Provinsi Bengkulu terancam akan dihapus pada November 2023," katanya. Penghapusan tenaga honorer, lanjut dia, sesuai dengan isi surat edaran dari Kementerian Pendayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB).
Saat ini, Pemprov terus melakukan tahapan pemetaan dan pendataan tenaga honorer yang bekerja di lingkungannya. Untuk itu, seluruh organisasi perangkat daerah diminta menyampaikan kebutuhan jabatan untuk diusulkan penambahan formasi jabatan kepada Kementerian PAN-RB terkait pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).
Baca juga: Jelang Lebaran, Cabai Rawit Tembus Rp175 Ribu per Kilogram
"Penambahan formasi jabatan PPPK akan menjadi solusi bagi honorer yang terancam dihapus," imbuhnya. Sebagian tenaga honorer, kata dia, masih dibutuhkan di lingkungan Pemerintah Provinsi Bengkulu, dan mengusulkan untuk mengikuti seleksi PPPK menjadi solusi sembari menunggu perkembangan wacana tersebut pada 2023.
Pemprov juga berencana mengusulkan penambahan formasi jabatan. Penghapusan tenaga honorer akan berimbas pada meningkatnya jumlah pengangguran di Provinsi Bengkulu. (OL-14)
Selain itu lanjut dia, segera menghubungi layanan panggilan darurat 112 agar petugas yang bersiaga dapat menindaklanjuti laporan yang disampaikan oleh masyarakat Kota Bengkulu.
Alokasi anggaran sebesar Rp200 juta untuk mendukung berbagai program kebersihan, meskipun saat ini teknis pelaksanaan masih akan dibahas lebih lanjut.
Harga komoditas cabai merah keriting di Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu, masih bertahan Rp35 ribu per kilogram sejak sepekan terakhir setelah pasokan mulai normal.
RUMAH warga yang berada di empat kecamatan di Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu, terendam banjir selama dua hari terakhir.
Berdasarkan pemantauan BMKG, Bibit Siklon Tropis 93S memiliki kecepatan angin maksimum mencapai 55 knot atau sekitar 74 kilometer per jam
Pada periode penyaluran 2025, lanjut dia, jumlah penerima bantuan pangan mengalami penurunan sebesar 1,3 persen.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved