Sabtu 02 Juli 2022, 09:16 WIB

USK dan Pemkab Aceh Selatan Kerja Sama Peta Risiko Bencana

Amiruddin Abdullah Reubee | Nusantara
USK dan Pemkab Aceh Selatan Kerja Sama Peta Risiko Bencana

MI/Amiruddin Abdullah Reubee
Wakil Rektor IV USK Taufik bersama Kepala Badan Pelaksana BPBD Aceh Selatan Zainal A menandatangani naskah kerja sama

 

UNIVERSITAS Syiah Kuala (USK) Aceh melalui Pusat Riset Tsunami dan Mitigasi Bencana atau Tsunami and Disaster Mitigation Research Center (TDMRC) melakukan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Selatan, Jumat (1/7).

Acara berlangsung di Balai Senat Kampus USK. Kerja sama tersebut meliputi penyusunan dokumen kajian dan peta risiko bencana.

Wakil Rektor IV USK Taufiq Saidi bersama Kepala Pelaksana BPBD Aceh Selatan Zainal A menjadi perwakilan kedua belah pihak yang membubuhkan tanda tangan.

"Dokumen Kajian Risiko Bencana (KRB) Banjir Aceh Selatan yang akan dibuat ini sepenuhnya untuk kepentingan pemerintah dan masyarakat Aceh Selatan," kata Taufiq Saidi.

Ia mengatakan, UPT Mitigasi Bencana/TDMRC USK sebagai suatu pusat unggulan IPTEK perguruan tinggi dalam bidang kebencanaan, yang fokus utamanya adalah sosialisasi kegiatan penelitian, pendidikan mitigasi, dan pengurangan risiko bencana di Indonesia, maupun negara-negara Asia lainnya yang rawan terhadap bencana. Maka USK merasa terpanggil untuk melaksanakan kegiatan penyusunan dokumen kajian dan peta risiko bencana banjir di Kabupaten Aceh Selatan.

Baca juga: Universitas Syiah Kuala Aceh Terapkan Kurikulum Olahraga Model Eropa

Taufiq Saidi menerangkan, mitigasi bencana merupakan hal yang sangat penting untuk menjadi perhatian pemangku kepentingan. Sebagai manusia, bencana memang sunnatullah yang bisa terjadi kapan saja, namun dengan adanya pengetahuan, pencegahan bisa diproteksi sejak dini. Apalagi USK, pascatsunami Aceh, menjadi rujukan dunia dalam hal mitigasi bencana.

"Meskipun tidak dapat dihindari, namun risiko banjir dapat diminimalkan melalui penerapan strategi manajemen dan mitigasi yang tepat. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan membuat penilaian terhadap risiko dan arahan mitigasi bencana banjir, ini merupakan prasyarat awal dalam mengadopsi strategi mitigasi," jelas WR IV USK ini.

Oleh sebab itu, dirinya mengingatkan kedua belah pihak, baik itu berasal dari TDMRC USK dan BPBD Aceh Selatan harus memiliki komitmen untuk melaksanakan perjanjian ini dengan sebaik-baiknya. Dengan demikian, dokumen KRB banjir dapat disusun dan diimplementasikan pada tahun 2023.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Aceh Selatan Zainal A mengucapkan terima kasih kepada USK atas kesediaan melakukan PKS dengan pihaknya. Kerja sama ini dinilai penting demi kemanusiaan, yang manfaat utamanya akan dirasakan oleh masyarakat Aceh Selatan.

"Aceh Selatan merupakan kabupaten yang rawan bencana, karena itu kerja sama ini dilaksanakan, sebagaimana (merujuk) peraturan BNPB nasional tentang pengkajian bencana; baik sebelum, pascadarurat dan setelah bencana," tutur Zainal.(OL-5)

Baca Juga

Ist

Komitmen Hasnur Group Menjalankan Bisnis Berkelanjutan 

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 20 Agustus 2022, 05:30 WIB
Presiden Direktur Hasnur Group Jayanti Sari, Hasnur Group merespons tuntutan global agar dapat menjaga kenaikan suhu bumi tidak...
DOK MI

Ratusan Titik Panas Bertebaran di Babel

👤Rendy Ferdiansyah 🕔Jumat 19 Agustus 2022, 23:52 WIB
RATUSAN titik panas atau hotspot yang diduga dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terpantau satelit di Bangka Belitung (Babel), Jumat...
DOK MI

DCF 2022 Digelar 2-4 September

👤Lilik Darmawan 🕔Jumat 19 Agustus 2022, 23:46 WIB
SETELAH digelar secara virtual karena pandemi Covid-19, ajang Dieng Culture Festival (DCF) 2022 akan dilaksanakan secara tatap...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya