Kamis 30 Juni 2022, 17:15 WIB

Festival Sriwijaya XXX Bangkitkan Pariwisata Sumsel

Dwi Apriani | Nusantara
Festival Sriwijaya XXX Bangkitkan Pariwisata Sumsel

MI/DWI APRIANI
Gubernur Sumsel Herman Deru saat membuka Festival Sriwijaya XXX di halaman Museum Sultan Mahmud Badaruddin 2 Palembang, Rabu (29/6) malam.

 

SELAIN untuk mengenalkan dan melestarikan seni, adat dan budaya, penyelenggaraan Festival Sriwijaya XXX tahun ini yang begitu spektakuler juga diyakini mampu menjadi salah satu cara membangkitkan pariwisata Sumatra Selatan ke kancah nasional, bahkan internasional.

Rasa optimisme itu diungkapkan Gubernur Sumsel Herman Deru saat membuka Festival Sriwijaya XXX Tahun 2022 di Halaman Museum Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) 2 Palembang, Rabu (29/6) malam.

Menurut Gubernur, sejak dua tahun terakhir tak bisa dimungkiri pandemi covid 19 benar-benar memberi banyak pengaruh dan dampak negatif tak hanya bagi sektor perekonomian namun juga pariwisata dan ekonomi kreatif.

Tak hanya biro perjalanan, hiburan, sektor kuliner, dan banyak sektor  lainnya juga begitu merasakan dampak tersebut.

"Hantaman begitu keras. Sebagai industri yang berhubungan langsung dengan mobiltas manusia, covid-19 langsung memukul industri pariwisata. Tapi, alhamdulillah semua itu berangsur membaik menuju new normal sekarang," jelasnya.

Saat ini, lanjut Herman, berbagai aktivitas pariwisata sudah mulai bergerak aktif kembali meski tetap dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan (prokes). Berbagai upaya juga dilakukan pemerintah  mengantisipasinya dengan vaksinasi dan booster agar kondisi ke depan lebih baik dan benar-benar terbebas dari pandemi.

"Karena itu saya percaya dan yakin penyelenggaraan festival ini dapat menjadi momentum kebangkitan pariwisata dan ekonomi kreatif di Sumsel," ujar dia.

Melalui kesuksesan penyelenggaraan Festival Sriwijaya 29 Juni-6 Juli 2022 ini pula ditargetkannya dapat meningkatkan kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara.

Bahkan, sebagai salah satu agenda yang masuk dalam Kharisma Event Nusantara yang telah dinobatkan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Pemprov Sumsel akan terus meningkatkan kualitas Festival Sriwijaya dengan suguhan yang lebih apik sehingga semakin layak menjadi sajian di kancah nasional maupun internasional.

Untuk mendukung hal itu, Herman Deru mengimbau agar tak hanya kabupaten/kota yang ikut berpartisipasi, tetapi juga BUMN dan BUMD turut ambil bagian menjadi peserta dengan atraksi-atraksi yang tak kalah menarik.


Baca juga: Libur Sekolah, Pengunjung Candi Borobudur Membeludak


"Ini spesial karena kita gelar bareng dengan Fornas agar generasi muda tahu bahwa kita ini kaya akan kebudayaan sehingga mereka sebagai penerus dapat menghormati ini dan melestarikannya," ujarnya.

Ia juga mengatakan bahwa penyelenggaraan ini menjadi wujud kebanggaan pada sejarah dan perjuangan Raja Dapunta Hyang, sehingga kini semua masyarakat hidup rukun dan damai.

Sementara itu, Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggaran Kegiatan (Events) Kemenparekraf, Rizki Handayani Mustafa, mengatakan, Festival Sriwijaya yang masuk dalam Kharisma Event Nusantara diakuinya terus mengalami perkembangan yang luar biasa dari tahun ke tahun.

Ia pun berharap penyelenggaraan ini semakin mendorong semangat luhur dalam meningkatkan sektor pariwisata berbasis kearifan lokal serta dapat memacu pertumbuhan ekonomi kreatif.

"Sumsel sudah memiliki brand wisata olahraga yang berkualitas, salah satunya Ranau Gran Fondo. Ini kita tunggu pelaksanannya ke depan. Dan dengan festival ini, event pariwisata tidak hanya berkembang di Palembang namun di kabupaten/kota lainnya," ujarnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa Sumsel kembali memberi kabar gembira karena salah satu utusannya asal Palembang masuk final ajang Karya Musik Anak Komunitas yang puncaknya diadakan besok (30 Juni) malam. "Masyarakat patut berbangga karena ada perwakilannya besok di final," terangnya.

Plh Kadis Kebudayaan dan Pariwisata, Megawati, mengatakan bahwa ajang Festival Sriwijaya kali ini melibatkan sekitar 1.100 pelaku seni dan
budaya. Mereka terlibat dalam rangka mengisi berbagai rangkaian acara  selama event berlangsung.

Tak hanya pagelaran seni, festival tersebut juga diisi banyak rangkaian kegiatan di antaranya pameran UMKM dan subsektor ekonomi kreatif, pameran warisan budaya tak benda, pemutaran video, dan masih banyak kegiatan lainnya.

"Tujuan utama kita adalah mengenalkan dan mempromosikan seni budaya kearifan lokal dan potensi wisata kepada masyarakat luas. Kemudian pelestarian seni budaya agar tetap dikenal dan dipertahankan," jelasnya.

Adapun pembukaan festival itu ditandai dengan penampilan teaterikal oleh Gubernur Herman Deru dilanjutkan dengan penyatuan simpul kain-kain khas daerah dari 17 kabupaten/kota se-Sumsel oleh semua kepala daerah dan perwakilannya. (S-2)

Baca Juga

dok.korlantas

Kakorlantas Firman Ingin Kesamaan Data Kendaraan Agar Pelayanan Maksimal

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 11 Agustus 2022, 21:09 WIB
KAKORLANTAS Polri, Irjen Pol Firman Shantyabudi menginginkan kesamaan data kendaraan bermotor antara Korlantas, PT Jasa Raharja dan...
MI/Thomas Harming Suwarta

Dewan Adat Maybrat Sepakat Jaga Kondusivitas Wilayah Jelang Penentuan Penjabat Bupati

👤Thomas Harming Suwarta 🕔Kamis 11 Agustus 2022, 21:03 WIB
Pihaknya juga mendukung semua upaya pemerintah baik Kemendagri maupun Provinsi yang saat ini tengah mempersiapkan proses estafet...
MI/HO

Gus Nahib: Nabi Muhammad adalah Tauladan Umat Muslim

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 11 Agustus 2022, 20:53 WIB
"Nabi Muhammad adalah manusia yang sempurna. Baginda Rasul harus menjadi tauladan kita untuk menjalani kegiatan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya