Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
HARI ini merupakan momen bersejarah bagi bangsa Indonesia. Setiap 1 Juni seluruh rakyat ikut serta memperingati hari lahirnya Pancasila. Beragam kegiatan pun dilakukan masyarakat hingga pemerintah
daerah.
Di Kota Bandung, aktivis reformasi yang tergabung dalam Barikade 98
melakukan hal lain, yaitu merenovasi rumah cucu Marhaen. Marhaen ialah petani yang ditemui Presiden Soekarno hingga akhirnya munculkan
ideologi Mahaenisme.
Marhaenisme sendiri merupakan ideologi yang menentang penindasan manusia atas manusia dan bangsa atas bangsa. Ideologi ini dikembangkan oleh Soekarno, dari pemikiran Marxisme yang diterapkan sesuai natur dan kultur Indonesia.
Ketua Umum Barikade 98 Benny Rhamdani mengatakan, perbaikan rumah cucu Marhaen ini merupakan upaya para penerus bangsa agar tidak melupakan sejarah. Sosok Marhaen yang menginsipirasi Soekarno sudah selayaknya menjadi perhatian pemerintah, termasuk kepada anak cucunya.
"Kita ingat persis apa yang disampaikan Bung Karno, agar tidak melupakan sejarah. Karena banyak orang sudah melakukan upacara untuk memperingati hari ini, maka kita ziarah ke makam Marhaen dan merenovasi rumah salah satu cucunya," kata Benny, Rabu (1/6).
Rumah yang diperbaiki beralamat di Gang Marhaen, Jalan Batununggal, Kelurahan Mengger, Kecamatan Bandung Kidul, Kota Bandung.
Untuk melakukan aksi itu, Barikade 98 juga mendapat dukungan dari PT Pupuk Kujang, salah satu BUMN. Total dana awal yang diberikan mencapai Rp45 juta. Jumlah ini bisa ditambah tergantung perkembangan renovasi.
Tidak menutup kemungkinan rumah dua cucu Marhaen yang masih hidup
pun bakal direnovasi juga.
"Uang yang kita berikan sekarang kecil dibandingkan jasa Marhaen yang mampu ikut serta menuntun bangsa Indonesia pada kemerdekaan. Ini jauh sangat kecil," kata dia.
Di hari lahirnya Pancasila ini, Benny pun mengajak masyarakat khususnya
anak muda untuk tidak melupakan peran para pejuang kemerdekaan
Indonesia. Berkat upaya mereka negara ini bisa menikmati segala hal
tanpa ditindas negara lain.
Berbagai modernisasi yang ada diharap tidak melunturkan budaya Indonesia dan terus berkaca pada sejarah yang sudah terukir berpuluh-puluh tahun silam.
"Kalau tanpa perjuangan para pejuang mana mungkin kita bisa menikmati kemerdekaan seperti sekarang," kata dia.
Sementara itu, cucu Marhaen yang rumahnya direnovasi, Ait hanya bisa
berterima kasih atas perbaikan rumahnya. Selama ini dia lahir dan tinggal di rumah tersebut sekaligus menjadi penjaga makam Marhaen.
Meski tidak terlalu dekat dengan sang kakek, Marhaen, Ait mengaku banyak mendapat cerita tentang sosok tersebut. Satu hal yang jadi peninggalan kedekatan Marhaen dan Soekarno adalah adanya foto presiden pertama Indonesia tersebut di rumahnya. Foto itu sudah lama ada dan menjadi sejarah yang tidak bisa dilupakan.
"Hanya itu barang peninggalan yang ada dan itu asli (diberi) dari Pak Soekarno," kata Ait. (N-2)
KITA sering mengenang para pahlawan, tetapi jarang menghidupkannya kembali dalam tindakan dan kehidupan nyata. S
Nama Achijat tercantum di plat kuning yang terpampang di Museum Tugu Pahlawan bersama tokoh heroik Bung Tomo atau Sutomo, dan lain lain.
Jenderal Sarwo Edhie Wibowo masuk ke daftar pahlawan nasional Indonesia, dalam peringatan hari Pahlawan Nasional, Senin 10 November 2025.
Tidak hanya berkecimpung di dunia akademik, Prof. Mochtar juga berkiprah di bidang pemerintahan. Ia pernah menjabat Menteri Kehakiman dan Menteri Luar Negeri.
Presiden Prabowo Subianto menyerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada Presiden ke-2 Republik Indonesia Soeharto, yang diterima oleh putri sulungnya Siti Hardijanti Rukmana.
Salah satu yang menerima gelar pahlawan nasional dari Presiden Prabowo Subianto di Hari Pahlawan 2025 adalah mantan presiden Soeharto.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved