Jumat 20 Mei 2022, 18:05 WIB

Karst Maros-Pangkep Bersiap Menuju UNESCO Global Geopark

Lina Herlina | Nusantara
Karst Maros-Pangkep Bersiap Menuju UNESCO Global Geopark

ANTARA FOTO/Basri Marzuki
Sejumlah pengunjung berjalan memasuki gua purbakala di kawasan wisata prasejarah Leang-Leang, Maros

 

KAWASAN Geopark Nasional Maros-Pangkep secara administratif masuk wilayah darat dengan luas 223.629 hektare dan Kepulauan Spermonde dengan luas 88.965 hektare di Kabupaten Maros dan Kabupaten Pangkajene Kepulauan, Sulawesi Selatan, dengan hamparan gunung karst yang indah.

Geopark Maros-Pangkep yang telah mendapatkan status geopark nasional pada 2015 juga merupakan kawasan karst terbesar kedua setelah China Selatan. Karst Maros Pangkep termasuk salah satu karst kelas dunia yang memiliki keindahan, keunikan, flora dan fauna, nilai-nilai ilmiah dan sosial budaya yang tinggi.

Karst Maros Pangkep memiliki ratusan gua yang pernah ditinggali oleh manusia prasejarah. Budaya masa lalu tergambar melalui peninggalan lukisan prasejarah berusia 40 ribu tahun. Di dalamnya juga menjadi tempat hidup jutaan spesies kupu-kupu yang mendapatkan julukan 'Kingdom of Butterfly'.

Sebagai geopark, terdapat berbagai destinasi pariwisata berbasis alam berkelanjutan yang ada di Maros-Pangkep. Mulai dari geosite, biological site, dan cultural site. Geosite seperti Komplek Rijang Bantimala, Kompleks Metamorfik Pateteyang-Cempaga, Batuan Kerak Samura Parenreng dan lainnya.

Sementara biological site seperti Hutan Keilmuan Bengo-Makaroewa, Karaenta Primary Forest, Taman Kehati, Taman Botanik Tonasa juga Taman Argo Botanik Puncak. Sedangkan Cultural Site seperti Komplek Prehistorik Bellae, Taman Prehistorik Sumpang Bita, Situs Berburu, dan lainnya.

Saat ini, Badan Pengelola Geopark Nasional Maros-Pangkep tengah berbenah dan memantapkan diri menunggu raihan dari UNESCO (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization) untuk predikat Global Geopark.

General Manager Geopark Nasional Maros-Pangkep Dedi Irfan mengungkapkan antara 8-18 Juni akan dilangsungkan assessment (penilaian) terhadap Geopark Maros-Pangkep dengan mendatangkan dua asesor yang bertugas untuk melakukan evaluasi.

"Dua Asesor UNESCO bakal berkunjung melihat dari dekat kondisi di lapangan. Sebagai tindak lanjut dari dokumen-dokumen dossier yang telah dikirimkan sebelumnya. Untuk kemudian, melalui assessment itu diharapkan bertambah lagi UNESCO Global Geopark di Indonesia," ungkap Dedi.

Menurutnya, UNESCO menerjunkan asesor ke Indonesia tahun ini dalam tiga gelombang. Dua gelombang untuk melakukan revalidasi setelah empat tahun UNESCO Global Geopark, dan assessment satu gelombang.

"Jadi memang di Indonesia itu ada tiga gelombang asesor. Pertama, assessment Geopark Maros-Pangkep dan Geopark Ijen. Kedua, revalidasi setelah masa empat tahun untuk Geopark Rinjani dan Geopark Batur. Ketiga, revalidasi Geopark Ciletuh Pelabuhan Ratu," tuturnya.

Baca juga: Puncak Rindang, Wisata Perbukitan Karst yang Menantang

Untuk assessment, kemungkinan dilakukan sesi kedua terhadap Geopark Maros-Pangkep. Sehingga persiapan demi persiapan terus dilakukan. Termasuk berkoordinasi dengan banyak pihak mulai dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten, serta stakeholder terkait.

"Waktu terus berjalan, kesiapan menyambut kedatangan asesor sangat penting, termasuk kesiapan pada saat penilaian yang sedianya efektif berlangsung tiga hari di kawasan karst Maros dan Pangkep itu," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sulsel Muhammad Jufri menambahkan jika untuk kondisi tersebut, kolaborasi semua pihak sangat penting. Assessment bukan semata tanggung jawab badan pengelola 
maupun Disbudpar Sulsel, sehingga tiap unsur mengambil peran dan tanggung jawab sesuai porsinya.

"Ini kesempatan yang baik, supaya kita bisa bergerak bersama untuk penyambutan dan proses penilaian nanti," kata Jufri.

Dia pun menginstruksikan untuk memperhatikan dengan seksama tiap detail proses assessment mulai penjemputan hingga asesor selesai melakukan assessment.

"Kita sangat berharap apa yang dibuat dengan setup waktu sangat ketat itu bisa kita jaga betul. Apa yang kita susun lewat matriks ini bisa kita pahamkan betul kepada semua tim," pungkas Jufri.(OL-5)

Baca Juga

MI/Benny Bastiandy

Polres Cianjur Temukan Ladang Ganja Seluas 10 Hektare

👤Benny Bastiandy 🕔Selasa 28 Juni 2022, 19:08 WIB
JAJARAN Polres Cianjur, Jawa Barat menemukan sekitar 10 hektare lahan ganja di Gunung Karuhun, Desa Cimenteng, Kecamatan Campaka, Selasa...
ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra

Punya Potensi Besar, Sumbar Jajaki Kerja Sama dengan Vietnam

👤Yose Hendra 🕔Selasa 28 Juni 2022, 18:39 WIB
Alasan kuat kerja sama sister city adalah banyaknya kesamaan kedua daerah di antaranya sama-sama memiliki pelabuhan dan potensi perikanan...
ANTARA/Rizal Hanafi

Dinpertan Purbalingga Mulai Lakukan Vaksinasi PMK

👤Lilik Darmawan 🕔Selasa 28 Juni 2022, 18:32 WIB
DINAS Pertanian (Dinpertan) Purbalingga, Jawa Tengah (Jateng) telah  menerima 600 dosis vaksin penyakit mulut dan kuku...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya