Kamis 19 Mei 2022, 14:25 WIB

Ganjar Bentuk Tim Percepatan Penurunan Stunting di Jateng

Haryanto | Nusantara
Ganjar Bentuk Tim Percepatan Penurunan Stunting di Jateng

dok.Humas Pempov Jateng
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, mengukuhkan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS), di Hotel Patra Jasa Semarang, Kamis (19/5/2022)

 

GUBERNUR Jawa Tengah Ganjar Pranowo, mengukuhkan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS), guna menekan angka stunting pada anak khususnya di Jawa Tengah.

Dengan pengukuhan TPPS ini Ganjar mengatakan, langkah pertama yang harus dilakukan adalah mencari data ibu hamil sebanyak mungkin melalui program Jateng Gayeng Nginceng Wong Meteng (5Ng) yang digagas sejak tahun 2016.

Ganjar menyebutkan, ditemukan kasus kandungan bermasalah 20 persen di Jawa Tengah. Oleh karena itu, Ganjar mendorong TPPS, BKKBN dan perguruan tinggi (one student one client) untuk mendampingi.

"Kira-kira dari kandungan yang bermasalah itu 20 persen. Maka 20 persen ini harus ada yang mendampingi. Bisa BKKBN, atau mengajak perguruan tinggi melalui one student one client. Jadi satu mahasiswa mendampingi ibu hamil," kata Ganjar usai melakukan pengukuhan di Hotel Patra Jasa Semarang, Kamis (19/5/2022).

Ganjar menambahkan, jika data ibu hamil sudah terkumpul dan ada yang mendampingi, maka dilakukan edukasi hingga intervensi dari pihak berwenang, sehingga memudahkan akses kesehatan bagi masyarakat.

"Kalau itu sudah semua, edukasi kepada masyarakat. Ada banyak yang bisa kita libatkan, mungkin intervensi gizi, kesejahteraan, akses kesehatan. Seringkali akses ini tidak mudah dan mereka diam saja, ini bahaya. Maka perlu dicari," ujar Ganjar.

Tak hanya itu, Ganjar mengimbau kepada pasangan yang ingin menikah agar tiga bulan sebelum menikah, memastikan kondisi kesehatannya terlebih dahulu agar tak menimbulkan masalah kesehatan berkepanjangan.

Dengan pencegahan sedini mungkin ini, Ganjar mengharapkan angka stunting atau gizi buruk pada anak di seribu hari pertama itu bisa ditekan serendah mungkin.

"Mudah-mudahan pencegahan makin dini bisa dilakukan. Tiga bulan sebelum nikah harapannya suami istri dicek kesehatannya. Kalau dua-duanya sehat, insya Allah ini bisa mencegah. Jadi improvement perbaikan sistem terus kita lakukan," tutur Ganjar.

Sebelumnya, Jawa Tengah masuk dalam 12 provinsi yang diprioritaskan Presiden RI Joko Widodo dalam pengentasan stunting pada anak.

Data dari Studi Status Gizi Indonesia mencatat, angka stunting di Jawa Tengah tahun 2021 berada di angka 20 persen. Hal itu membuat Jawa Tengah sebagai provinsi dengan angka stunting terendah. (OL-13)

Baca Juga

DOK Pribadi.

Hub.id Accelerator 2022 di Makassar Akselerasi Startup Indonesia Timur

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 06 Juli 2022, 10:45 WIB
Kota Makassar menjadi salah satu kota yang dikunjungi dalam moment roadshow kali ini setelah Yogyakarta, Medan, Surabaya, Bandung,...
ANTARA/Bayu Pratama S

Basarnas Ukur Potensi Bahaya Kawasan Bendungan Tapin

👤Denny Susanto 🕔Rabu 06 Juli 2022, 10:41 WIB
Keberadaan Bendungan Tapin, yang belum lama ini diresmikan Presiden Joko Widodo, menjadi perhatian utama dalam hal antisipasi dan...
MI/Palce Amalo

Di 2023, Pemkab Garut Targetkan Stunting Maksimal 14 Persen

👤Adi Kristiadi 🕔Rabu 06 Juli 2022, 10:15 WIB
PEMKAB Garut, Jawa Barat menargetkan angka stunting tahun depan (2023) maksimal berada di angka 14...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya