Rabu 11 Mei 2022, 21:43 WIB

Pemkab OKI Minta Masyarakat Kenali Gejala Hepatitis Akut

Dwi Apriani | Nusantara
Pemkab OKI Minta Masyarakat Kenali Gejala Hepatitis Akut

Ilustrasi
ilustrasi hepatitis

 

KASUS hepatitis akut sampai saat ini belum terdeteksi ada di Sumatra Selatan. Namun pemerintah kabupaten dan kota sudah mengantisipasi masuknya penyakit misterius tersebut dengan mewanti-wanti kepada masyarakat terlebih dulu.

Sosialisasi dan imbauan sudah diberikan Pemerintah Kabupaten OKI kepada para orangtua sejak kasus hepatitis akut mulai menjadi bahan pembicaraan.

Kepala Dinkes Kabupaten OKI Iwan Setiawan mengatakan kasus ini menyerang anak usia satu bulan hingga 16 tahun. Pada awal Mei, Kementerian Kesehatan mengumumkan terdapat tiga anak di wilayah Jakarta yang meninggal dunia diduga karena hepaititis akut.

"Karena itulah, kami mengimbau masyarakat harus waspada dan kenali gejalanya. Terpenting adalah menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) untuk mencegah terjadinya kasus hepatitis," ucap Iwan, Rabu (11/5).

Ia menerangkan sampai saat ini baik di Sumsel maupun di OKI belum ditemukan adanya kasus tersebut.

"Alhamdulillah di Kabupaten OKI belum ada kasus hepatitis ini, tapi jangan sampai terjadi. Oleh karena itu kita imbau masyarakat agar PHBS dan waspada," tuturnya.

Baca juga: Menkes: Surveilans Penanganan Hepatitis Akut Sudah Disiapkan

Menurut dia, masyarakat harus mengenali gejala awal hepatitis seperti mual, muntah, diare, disertai demam ringan dan mata kuning. Jika dengan gejala ini dan berlanjut untuk segera berobat mendatangi fasilitas kesehatan atau rumah sakit.

"Jangan sampai menunggu kesadaran menurun," ucapnya.

Terkait hepatitis, pihaknya telah melakukan upaya yaitu sosialisasi di seluruh puskesmas dan posyandu. Dengan memberikan edukasi PHBS kepada masyarakat. Pihaknya juga secara optimal telah melakukan sosialisasi melalui pamflet dan lainnya. Apabila ada kasus hepatitis, ada suspek, maka langsung dilakukan tes laboratorium.

"Penularan hepatitis ini cepat melalui pernafasan dan juga alat makan bersama. Jadi tetap pakai masker, jaga jarak dan cuci tangan. Perhatikan yang dimakan anak harus sehat dan bersih," tukasnya.

Ia menambahkan, bila ada yang sakit jangan kontak langsung. Ia meminta agar masyarakat menjaga kebersihan lingkungan rumah.

"Apalagi penyakit ini diketahui menyerang anak-anak. Maka dari itu, para orangtua harus mengetahui cara mencegah dan menangani penyakit ini," pungkasnya.(OL-5)

Baca Juga

ANTARA

Kerahkan 3 Kapal Patroli, Pencarian Korban KM Ladang Pertiwi Berlanjut

👤Insi Nantika Jelita 🕔Minggu 29 Mei 2022, 15:15 WIB
Pencarian penumpang kapal itu melibatkan unsur dari Kantor Syahbandar Makassar, Basarnas Makassar, TNI Angkatan Laut, Polri dan...
MI/HO

Galang Dukungan Milenial, Teman Sandi Gelar Lomba Skateboard dan Futsal di Palembang

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 29 Mei 2022, 15:03 WIB
Skateboard adalah salah satu olahraga yang tidak hanya memacu adrenalin tetapi juga mempunyai banyak manfaat untuk...
MI/Adi Kristiadi

Penjualan Daging Sapi di Pasar Cipanas Tak Terpengaruh PMK

👤Benny Bastiandy 🕔Minggu 29 Mei 2022, 15:00 WIB
TINGKAT penjualan daging sapi potong di Pasar Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, relatif masih cukup normal di tengah mewabahnya...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya