Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
PONDOK pesantren merupakan garda terdepan dalam mengembangkan
dan memelihara semangat nasionalisme serta cinta Tanah Air. Karena itu,
Partai Golkar sejak dulu selalu berada di tengah-tengah komunitas
pesantren, para ulama dan santri.
Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat, Tubagus Ace Hasan Syadzily menyatakan hal itu saat berkunjung dan menjadi penceramah tunggal di
Ponpes Bahana Cendikia di Jl Raya Pangalengan 384, Kampung Kiangroke,
Banjaran, Kabupaten Bandung, Selasa (26/4).
Disebutkan Kang Ace, panggilan akrabnya, perjuangan politik Partai Golkar untuk kemaslahatan umat dan agama tidak diragukan lagi. Sejak awal Partai Golkar selalu berkomitmen bahwa dalam membangun bangsa ini tidak bisa dilepaskan dari peran dan dukungan politik umat Islam.
"Kita ini partai yang bajunya kuning tapi dalamnya hijau, artinya kita
berjuang secara politik demi kepentingan keumatan atas dasar
religiusitas dan sikap nasionalisme yang tidak terbantahkan," ungkapnya, didampingi anggota Fraksi Golkar DPR RI H Anang Susanto dan
Pimpinan Ponpes Bahana Cendikia, Agung Yansusan, yang juga anggota DPRD
Kabupaten Bandung.
Kang Ace menegaskan, sebagai partai religius Partai Golkar senantiasa
mendorong pesantren tidak hanya untuk membangun para santri dengan
kecerdasan spiritual tapi juga melengkapinya dengan kecenderungan
intelektual yang berbasis pada akar budaya bangsa.
"Kita harus membangun peradaban Islam ini dengan ciri ke-Indonesiaan dalam watak Nusantara. Karena dengan itu Islam dan kebangsaan berdiri kokoh dalam kerangka peradaban yang lebih besar dan universal," paparnya.
Sebagai insan politik, Partai Golkar tidak mungkin menjauh dari umat.
Partai Golkar, kata Kang Aceh, harus pandai mendengar dan berada
di tengah-tengah umat Islam.
"Minimal kalau kita dekat dengan umat ke depannya kita akan banyak didoakan. Biar kita sukses, biar Partai Golkar menang dan Ketua Umum Pak Airlangga Hartarto juga didoakan menjadi Presiden," lanjut kata Kang Ace disambut tepuk tangan hadirin. (N-2)
Pengamat ESA Unggul Jamiluddin Ritonga kritik usulan koalisi permanen Golkar untuk Prabowo, dinilai berisiko lemahkan DPR dan checks and balances.
Alih-alih memperkuat efektivitas kerja parlemen, skema tersebut justru bisa memicu konflik internal.
KETUA Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia mengungkapkan, Adies Kadir bukan lagi merupakan anggota maupun pengurus partai.
Dia memastikan Adies tidak lagi terikat dengan Golkar, bahkan sebelum ia dipilih menjadi Hakim MK. "Sebelum ditetapkan. Ya beberapa hari lalu lah, suratnya nanti saya cek.
Castro mengungkap adanya indikasi desain besar untuk melumpuhkan independensi MK dalam menetapkan Adies Kadir.
Sekjen Partai Golkar Muhammad Sarmuji mengatakan Adies Kadir yang kini menjadi calon Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) telah mengundurkan diri dari Partai Golkar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved