Senin 25 April 2022, 11:40 WIB

Balai KSDA Jambi Selamatkam Harimau Sumatra di Kabupaten Merangin

Atalya Puspa | Nusantara
Balai KSDA Jambi Selamatkam Harimau Sumatra di Kabupaten Merangin

dok.ant
Petugas memeriksa kondisi harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) jantan korban konflik sebelum dipindahkan ke dalam kandang perawatan B

 

BALAI Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Jambi berhasil menyelamatkan seekor harimau sumatra (Panthera tigris sumatrae) di Kabupaten Merangin. Informasi kemunculan harimau di Desa Nalo Gedang dan sekitarnya Kecamatan Nalo Tantan mulai diterima tahun 2021. Namun ketika diverifikasi saat itu, harimau diduga sudah kembali lagi ke hutan sekitarnya.

Lalu, pada 19 Maret 2022, Kepala Desa Nalo Gedang melaporkan kejadian ternak kambing yang dimangsa harimau, yang langsung diverifikasi oleh Tim BKSDA Jambi bahwa patut diduga dimangsa oleh harimau. Kejadian serupa kembali muncul pada tanggal 2 April 2022, Kepala Desa Nalo Gedang kembali melaporkan kejadian ternak dimangsa harimau.

Berdasarkan bahan keterangan yang dikumpulkan dari warga, Balai KSDA Jambi pada tanggal 6 April 2022 memasang perangkap (box trap). Dan pada tanggal 21 April 2022, sekitar pukul 07.40 WIB, warga menyampaikan bahwa harimau telah masuk dalam perangkap, sehingga tim Balai KSDA Jambi segera ke lokasi untuk mengamankan lokasi. Pada hari yang sama, sekitar pukul 23.00 WIB, satwa telah sampai di Tempat Penampungan Satwa Balai KSDA Jambi dalam kondisi sehat.

Kepala Balai KSDA Jambi Rahmad Saleh pada keterangan tertulisnya menyampaikan informasi satwa harimau adalah jantan dengan perkiraan usia sekitar 8-10 tahun. Harimau tersebut memiliki berat badan 110 kg dengan panjang taring atas 6,2 cm dan taring bawah 3,5 cm, serta panjang keseluruhan tubuh 217 cm. Dari hasil pemeriksaan, body condition score 3,5 (dari 5) artinya masih dalam keadaan sangat baik dan hasil dari pemeriksaan fisik serta observasi sehingga sangat layak untuk dilepasliarkan kembali ke habitatnya.

“Pada saat dievakuasi, kondisi fisik harimau sumatra terdapat luka lecet di pangkal ekor, hidung diduga karena berontak dalam kendang box traff, kuku bagian belakang rusak akibat dalam box trap. Balai KSDA juga telah mengambil sampel darah Hematologi dan Biokimia serta rambut untuk uji DNA,” terang Rahmad dalam keterangan resmi, Senin (25/4).

Rahmad Saleh mengungkapkan bahwa lokasi konflik berada di kebun masyarakat dengan status lahan Areal Penggunaan Lain (APL) berjarak lebih kurang 1-2 km dari hutan produksi, dan sekitar 20 km dari kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat. Tutupan lahan di sekitar lokasi berupa tanaman sawit dan kebun karet

Rencana tindak lanjut dari penyelamatan harimau sumatra ini menurut Rahmad, akan dilakukan pengecekan kesehatan oleh tim dokter hewan BKSDA Jambi dalam waktu yang tidak terlalu lama. “Jika dinyatakan sehat akan segera dilepasliarkan ke habitat alaminya,” ungkap Rahmad. (OL-13)

 

Baca Juga

DOK/SEMEN GRESIK

Semen Gresik Perkuat Energi dari Pembangkit Listrik Tenaga Surya di Pabrik Rembang

👤Haryanto 🕔Rabu 29 Juni 2022, 19:15 WIB
Tujuan penggunaan solar panel adalah penghematan energi, dan mendukung program pemerintah dalam percepatan peningkatan pemanfaatan energi...
MI/Palce Amalo

Jaksa Sita Rumah Mewah dan Mobil Tersangka Kasus Korupsi Proyek Air Minum

👤Palce Amalo 🕔Rabu 29 Juni 2022, 19:12 WIB
Kejari Kabupaten Kupang menyita sejumlah aset milik tersangka kasus korupsi korupsi proyek sistem penyediaan air minum (SPAM) PDAM 2015 dan...
MI/CRI QANON RIA DEWI

Tim Tanggap Insiden Siber Pemprov Lampung Siap Bergerak

👤Cri Qanon Ria Dewi 🕔Rabu 29 Juni 2022, 19:05 WIB
LampungProv-CSIRT merupakan perangkat untuk meningkatkan pertahanan dan keamanan berbasis siber di lingkungan Pemprov...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya