Headline
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
PARA petani sayuran di kawasan utara Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, bisa bernapas lega. Pasalnya, saat Ramadan, harga jual berbagai komoditas sayuran berangsur naik.
Seperti dialami para petani di Kecamatan Pacet. Beberapa komoditas sayuran yang harganya naik yakni pakcoy di kisaran Rp3.500 per kg, brokoli kisaran Rp10 ribu per kg, wortel kisaran Rp4 ribu per kg, lobak Rp4 ribu per kg, daun bawang Rp5 ribu per kg, sawi putih kisaran Rp2.500 per kg, dan kol/kubis kisaran Rp2.500 per kg.
"Alhamdulillah kalau sekarang harganya sudah mulai naik. Sebelum sebelumnya harga sayuran selalu turun," kata Nanang, 39, petani sayuran asal Kecamatan Pacet, Rabu (13/4).
Naiknya harga beberapa jenis sayuran sejak tiga hari lalu. Ia berharap harga saat ini bisa bertahan cukup lama, setidaknya hingga beberapa hari sebelum Lebaran. "Hasil sayuran panen di sini hampir semuanya dijual ke tengkulak. Selanjutnya didistribusikan kepada pedagang. Jadi kami tak jual langsung ke pasar," ucap Nanang.
Nanang beralasan tak menjual langsung ke pasar karena perputaran uangnya cukup lambat. Padahal, saat harganya bagus, perputaran cukup dibutuhkan. "Pernah jual ke pasar di Jakarta dan Bogor," sebutnya.
Ule, tengkulak di Desa Sukatani Kecamatan Pacet, menambahkan saat ini harga jual sejumlah komoditas sayuran berangsur naik. Ia pun biasanya memasarkan komoditas sayuran itu di lokal maupun ke kota besar seperti ke Bogor, Jakarta, dan sekitarnya. "Harga jual antarpasar di luar daerah tidak sama," tegasnya.
Kasubbag TU UPTD Pasar Cipanas, Iman Rohiman, mengatakan memasuki H+11 Ramadan, komoditas yang harganya sekarang terpantau naik justru ikan asin. Rata-rata harganya kisaran Rp120 ribu per kilogram untuk jenis teri medan dan ikan gabus. "Sebelumnya harga teri medan dan gabus sekitar Rp100 ribu per kilogram," kata Iman.
Penaikan harga juga terjadi pada jengkol. Saat ini harganya di kisaran Rp70 ribu per kilogram yang sebelumnya Rp40 ribu.
Untuk harga dan stok komoditas kebutuhan pokok masyarakat lainnya, kata Iman, saat ini masih cukup normal, baik persediaan maupun harga. Namun diprediksi harga akan mengalami pergerakan semakin mendekatinya Idul Fitri 1443 Hijriah. "Biasanya kalau mendekati Lebaran harga-harga akan kembali naik," pungkasnya. (OL-15)
Di Pasar Sumber, Kabupaten Cirebon, untuk beras kualitas bawah I tercatat Rp14 ribu per kilogram dan bawah II Rp13.500 per kilogram.
Program gerakan pangan murah (GPM) menyediakan beras SPHP Rp57.500 kemasan 5 kg, minyak goreng Rp15 ribu per liter, daging sapi Rp140 ribu kg, daging ayam Rp54 ribu per 2 kg.
Harga cabai rawit merah sempat di angka Rp100 ribu per kilogram, kemudian turu. 80 ribu per kilogram, dan saat ini kembali hampir Rp100 ribu per kilogram.
Sedangkan cabai rawit hijau yang semula harganya rata-rata kisaran Rp49.400 per kg, naik jadi Rp52.200 per kg.
Harga komoditas cabai keriting mengalami penurunan dengan harga Rp30 ribu hingga Rp35 ribu per kilogram dari harga sebelumnya Rp40 ribu per kilogram.
Memasuki pekan kedua Ramadan 1447 H, harga telur, cabai, dan bawang di Kota Sukabumi mulai turun. Simak daftar harga pangan terbaru dan stok bapokting di sini.
Presiden Prabowo Subianto menegaskan target swasembada pangan. Cadangan beras nasional di Perum Bulog mencapai 4,2 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah.
GP Ansor melakukan panen padi organik di Kabupaten Blora, sekaligus menanam 3.000 pohon kelapa.
Pertanian regeneratif adalah pengelolaan holistik yang berbeda dengan konsep keberlanjutan (sustainable) biasa.
Salah satu media daring yang berfokus pada pemberitaan agribisnis, yakni Panen News merayakan hari jadinya yang ke-6 dengan menggelar Panen Fest 2026 di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat.
PT Pupuk Indonesia (Persero) melibatkan ribuan inovator dari dalam dan luar negeri untuk mendorong transformasi pertanian nasional melalui penyelenggaraan FertInnovation Challenge 2025.
BADAN Pusat Statistik (BPS) mencatat penyerapan tenaga kerja nasional menunjukkan tren membaik pada November 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved