Headline
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Kumpulan Berita DPR RI
KOMANDO Distrik Militer (Kodim) 0723 Klaten, Jawa Tengah, menyalurkan
bantuan tunai untuk 20.000 pedadang kaki lima, warung, dan nelayan
(BTPKLWN) di Gedung Pandanaran Klaten, Jumat (8/4).
Penyerahan bantuan secara simbolis dilakukan oleh Bupati Sri Mulyani dan Komandan Kodim 0723 Klaten, Letkol (Inf) Joni Eko Prasetyo. BTPKLWN merupakan program pemerintah pusat untuk tambahan modal usaha.
Menurut Joni Eko Prasetyo, Klaten mendapatkan kuota 20.000 penerima
BTPKLWN, masing-masing Rp600.000 per orang. Penyaluran bantuan ini direncanakan selama 10 hari, mulai Jumat (8/4) di Gedung Pandanaran.
"Penyaluran BTPKLWN hari pertama, Jumat (8/4) di Sunan Gedung Pandanaran Klaten, ditargetkan untuk sebanyak 800 penerima. Kemudian, Senin (11/4) juga 800 penerima," kata Dandim.
Sementara sisanya akan disalurkan di setiap eks kawedanan. Harapannya
bantuan untuk tambahan modal usaha 20.000 PKL dan warung itu bisa
diselesaikan tepat 10 hari sesuai jadwal yang sudah direncanakan.
"Bantuan tunai dari pemerintah pusat yang disalurkan melalui Kodim 0723
Klaten adalah untuk tambahan modal usaha bagi pedagang kaki lima dan
warung yang terdampak pandemi covid-19," kata Joni.
Menurut dia, tahun lalu pihaknya juga menyalurkan program bantuan
dari pemerintah pusat kepada 6.500 pelaku usaha yang terdampak pandemi. Setiap warga menerima bantuan sebesar Rp1,2 juta.
Sementara itu, Bupati Sri Mulyani mengharapkan bantuan tunai dari
pemerintah pusat untuk PKL dan warung dimanfaatkan dengan baik, terutama untuk tambahan modal usaha di masa pandemi covid-19.
"Selain untuk tambah modal, bantuan tunai Rp600.000 juga bermanfaat
terutama untuk membantu memenuhi kebutuhan pokok keluarga di tengah
kenaikan harga menjelang Hari Raya Idul Fitri 2022," tandasnya. (N-2)
Terkait tanggul yang jebol, pemerintah daerah akan melibatkan sektor swasta untuk percepatan perbaikan.
Curah hujan tinggi pada Selasa (3/3) menyebabkan Sungai Dengkeng meluap.
Polres Klaten berhasil membongkar pencetak dan pengedar uang palsu pecahan Rp100.000, serta menangkap empat orang tersangka. Barang bukti uang palsu yang diamankan sebanyak 3.556 lembar.
Penyaluran beras SPHP ke Pasar Gedhe Klaten, dilakukan dua kali pengiriman. Pertama, pada Senin (23/2) 2.700 ton, dan penyaluran kedua, Jumat (27/2), sejumlah 2.000 ton.
Tujuannya memberi kesempatan kepada masyarakat pengguna layanan menyampaikan usulan, masukan, dan saran kepada penyelenggara pelayanan terkait dengan pelayanan yang diterima.
Ribuan rumah tidak layak huni (RTLH) di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, perlu ditangani secara sinergi dan kolaborasi gabungan dari berbagai sumber dana .
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved