Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
KESULITAN mendapatkan bahan bakar minyak BBM jenis solar selama sebulan ini dikeluhkan sejumlah pengusaha otobus (PO) yang ada di Bengkulu. Mereka harus mengeluarkan biaya tambahan hingga 150% untuk membeli dexlite yang adalah BBM solar nonsubsidi.
"Kami bukan sempat terganggu, tapi sangat terganggu aktivitas pelayanan kami atas kondisi kelangkaan solar subsidi ini. Mau tidak mau untuk kelancaran operasional, kami membeli dexlite, dengan resiko kenaikan biaya operasional mencapai 150% dari biasanya menggunakan solar subsidi," ungkap Salah satu Staff Marketing PO SAN Bengkulu, Fredy Febrianto dilansir Metro TV, Kamis (7/4/2022).
Perusahaan tempatnya bekerja sangat terbebani dengan kondisi ini terlebih dalam waktu dekat akan memasuki musim arus mudik Lebaran. Pasalnya, aktivitas pemberangkatan bus akan meningkat daripada hari normal.
Menurut Fredy, PO SAN belum berani menaikkan harga tiket penumpang karena hal tersebut tidak bisa dilakukan secara sepihak. Belum lagi kenaikan tarif bisa berdampak pada menurunnya minat masyarakat menggunakan angkutan bus untuk bepergian.
Pihak otobus di Bengkulu juga meminta kebijakan jam pengisian solar pada pukul 22.00 hingga 03:00 WIB untuk segera dicabut, karena mengganggu aktivitas istirahat para sopir bus yang akan mengantar penumpang pada pagi harinya. Hingga saat ini, hampir seluruh SPBU di Provinsi Bengkulu terjadi antrean kendaraan yang ingin mengisi solar mulai terjadi sejak sore hingga malam hari.
Mereka pun mengeluhkan pembatasan pembelian bio solar bersubsidi untuk angkutan bus yakni bisa membeli 150 liter per armada. Itu serupa dengan angkutan truk batu bara, mobil CPO dan truk angkutan perkebunan lainnya
"Kami hanya bisa menunggu solusi dari pemerintah, terkait kondisi angkutan penumpang jelang arus mudik lebaran" tandas Fredy. (Ren/A-3)
MENTERI Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan rencana penghentian impor solar secara bertahap membuat para importir ketar-ketir.
Pengurangan kuota bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dikhawatirkan berdampak pada sejumlah sektor.
Kementerian ESDM menargetkan uji coba program mandatori campuran bahan bakar nabati (BBN) biodiesel berbasis minyak sawit sebesar 50% (B50) pada BBM jenis solar dapat terealisasi pada 2026.
Mendukung penanganan bencana pada masa tanggap darurat, BPH Migas memberikan keringanan pembelian solar dan pertalite di Aceh, dengan pembebasan barcode.
PEMERINTAH berencana untuk mengurangi ekspor minyak sawit mentah, atau Crude Palm Oil (CPO) sebesar 5,3 juta ton pada tahun depan untuk mandatori biodiesel B50 di 2026
PEMERINTAH dalam hal ini Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah mematangkan penggunaan campuran biodiesel pada Bahan Bakar Minyak (BBM) solar sebesar 50% atau B50.
PO Bus milik pengusaha Gilang Widya Pramana, Juragan 99 Trans, kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan layanan transportasi darat premium di Indonesia.
Dalam kaitan ini, pihaknya juga melibatkan 428 operator AKAP di terminal utama Tipe A di wilayah Jakarta.
POLISI menangkap 10 pelaku pengeroyokan terhadap seorang sopir bus antar kota antar provinsi (AKAP) asal Sumatera Barat, Rahmat Vaisandri hingga tewas di kawasan Jakarta Timur,
Sehingga jika ditotal, 9355 warga meninggalkan Jakarta menggunakan bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) via terminal.
POLRESTA Solo menggandeng, Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Jawa Tengah, Dinas Perhubungan Kota Solo, dan Jasa Raharja menggelar Inspeksi Keselamatan LLAJ (ramp check)
Kecelakaan bus pariwisata memiliki pola yang serupa, yakni ketiadaan sabuk keselamatan dan bodi bus sudah keropos.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved