Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi, Jawa Barat, bersiap menghadapi potensi bencana memasuki musim kemarau tahun ini. Diprediksi, kemarau tahun ini akan terjadi Maret hingga Juli.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Sukabumi, Imran Wardhani, mengaku masih menunggu arahan BPBD Provinsi Jawa Barat menghadapi musim kemarau tahun ini. Namun, kesiapsiagaannya harus dilakukan sejak dini.
"Sementara kami sedang menunggu dulu arahan dari provinsi. Perkembangan akan diinfokan kembali," terang Imran, Senin (4/4).
Berdasarkan prakiraan BMKG, kata Imran, puncak musim kemarau diprediksi akan terjadi dalam periode 3 dasarian. Waktunya terjadi pada Juli, Agustus, dan September. "Puncak musim kemarau adalah waktu terjadinya curah hujan terendah," sebutnya.
Puncak musim kemarau pada Juli kemungkinannya sebesar 25%. Wilayahnya berada di Bekasi dan Karawang utara bagian barat, Sukabumi utara, Sukabumi utara bagian timur, Cianjur bagian utara, Bandung bagian barat, Bogor selatan bagian timur, Bandung bagian utara, Subang bagian selatan, dan beberapa wilayah lainnya. Sementara puncak musim kemarau pada Agustus kemungkinannya sebesar 47% yang akan dirasakan sebagian besar wilayah Jawa Barat. "Sedangkan pada September, kemungkinan puncak musim kemarau sebesar 28%," terangnya.
Imran menuturkan saat ini cuaca masih cenderung berfluktuasi. Masih terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi. "Kami tetap waspada dengan berbagai kondisi cuaca," pungkasnya. (OL-15)
Berdasarkan hasil kajian tim Kementerian PU bersama Universitas Syiah Kuala (USK) ditemukan adanya pergerakan air bawah tanah yang memicu ketidakstabilan lereng.
DPR minta pemerintah prioritaskan pencegahan dan mitigasi bencana untuk kurangi kerugian ekonomi yang terus berulang di Indonesia.
ADA dua artikel yang ditulis Phil O’Keefe, Ken Westgate, dan Ben Wisner dalam dua tahun berturut-turut: 1976 dan 1977.
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyoroti masih minimnya anggaran mitigasi bencana di Indonesia, di tengah meningkatnya ancaman bencana alam dan kerentanan wilayah.
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyoroti alih fungsi lahan dan menurunnya daya dukung lingkungan sebagai faktor utama yang memperparah dampak bencana alam.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto menyebut, tanah longsor tidak hanya semakin sering terjadi, tetapi juga menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Agam (BPBD) menyatakan dua jembatan darurat di Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatra Barat, hanyut terbawa banjir.
Menurut BPBD, korban meninggal dunia merupakan warga Pacitan yang tertimpa reruntuhan dinding saat gempa terjadi.
Ada dua fasilitas pendidikan yang mengalami kerusakan, yaitu Sekolah Dasar (SD) Jetis dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) 1 Jetis, dengan kerusakan cukup berat.
Analisa cuaca harian menjadi pijakan utama dalam pengambilan keputusan strategis.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan penanganan bencana tanah bergerak di Kabupaten Tegal tidak boleh berhenti pada fase tanggap darurat.
BPBD Kudus mengatakan longsor terjadi di Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog tersebut karena intensitas hujan yang sangat lebat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved