Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
BENCANA hidrometeorologi masih mengancam Provinsi Kalimantan Selatan, seiring kondisi cuaca buruk dan kerusakan lingkungan di sebagian besar wilayah tersebut. Tercatat sepanjang 2022 terjadi 97 kali bencana yang didominasi banjir, angin kencang dan tanah longsor.
Data Pusat Pengendalian dan Operasional Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel, mencatat hingga Maret 2022 telah terjadi 97 kali bencana. Bencana terjadi merata di sebagian besar wilayah dengan daerah paling banyak dilanda bencana yaitu Kabupaten Balangan, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Selatan dan Banjar.
Kepala BPBD Kalsel, Mujiyat, Selasa (22/3), dalam laporan kebencanaannya menyebut bencana hidrometeorologi berupa banjir terjadi 36 kali, tanah longsor 16 kali, angin kencang 42 kali dan karhutla 9 kali. "Bencana hidrometeorologi masih menjadi ancaman di Kalsel," tuturnya.
Bencana menyebabkan 1 orang warga tewas dan 2 orang mengalami luka. Sebanyak 11.559 jiwa warga terdampak bencana. Sedikitnya 194 rumah rusak, 68 diantaranya rusak parah dan 98 rusak sedang.
Pada bagian lain, Kepala BPBD Kabupaten Banjar, Ahmad Solhan, mengatakan bencana banjir di Kecamatan Martapura saat ini melanda tiga desa yaitu Tunggul Irang, Tunggul Irang Ulu dan Tunggul Irang Seberang. Banjir yang terjadi sejak Senin (21/3) di daerah dataran rendah tersebut disebabkan luapan Sungai Martapura, seiring tingginya curah hujan belakangan ini.
Ketinggian genangan air (calap) bekisar 30 cm hingga setengah meter. Meski aktivitas warga terganggu, namun hingga kini belum ada warga yang mengungsi dan masih tetap bertahan di rumah-rumah mereka. Sebelumnya banjir juga merendami wilayah di Desa Teluk Selong dan Teluk Selong Ulu di kecamatan yang sama.
Sementara BMKG Kalsel juga merilis peringatan dini ancaman bencana dan prediksi cuaca buruk berupa hujan deras disertai petir dan angin kencang di sejumlah wilayah Kalsel. (OL-13)
Baca Juga: Waspadai Kemacetan di Tol Japek Arah Jakarta Sepekan Ini
Pada awal 2026, Indonesia masih merasakan pengaruh fenomena La Nina.
Intensitas hujan tinggi yang terjadi di berbagai daerah harus diwaspadai bersama dan masyarakat tetap selalu meningkatkan kesiapsiagaan hingga kewaspadaan.
BPBD juga mengingatkan warga untuk mengantisipasi potensi kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
BMKG mengimbau warga di sembilan kabupaten/kota di Sulawesi Utara mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi hingga 12 Agustus 2025.
Ravidho Ramadhan menempuh program Doktoral di Program Studi Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UGM itu menjadi doktor termuda
BRIN melalui Pusat Riset Geoinformatika bersama PT. Urban Spasial Indonesia mengembangkan pemanfaatan teknologi Light Decection and Ranging (LiDAR) untuk pemetaan kebencanaan.
KEMENTERIAN Lingkungan Hidup akan melakukan audit lingkungan terhadap 182 perusahaan tambang dan sawit yang dinilai menjadi penyebab kerusakan lingkungan dan bencana banjir
PEMERINTAH Provinsi Kalimantan Selatan meningkatkan status kebencanaan menjadi tanggap darurat bencana hidrometeorologi menyusul semakin parahnya kondisi banjir di wilayah tersebut.
BPBD terus menggenjot langkah-langkah strategis untuk meningkatkan mitigasi bencana.
Data Pusdalops BPBD Kalsel mencatat sejumlah wilayah Kalsel saat ini mengalami banjir meliputi Kabupaten Banjar, Balangan dan Hulu Sungai Utara.
(KPK) membeberkan modus dugaan pemerasan terkait operasi tangkap tangan (OTT) yang melibatkan tiga orang jaksa di Kalsel. KPK telah menetapkan tiga tersangka
KEPOLISIAN Daerah (Polda) Kalimantan Selatan menerjunkan 3.800 personel untuk membantu kelancaran dan keamanan libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved