Headline
Warga AS menolak kepemimpinan yang kian otoriter.
Kumpulan Berita DPR RI
CUACA di Sumatera Selatan saat ini masih masuk dalam kategori ekstrem. Curah hujan yang tinggi disertai angin kencang dan juga petir masih terus berlangsung di sejumlah wilayah di Sumsel.
Tak hanya potensi banjir, bencana puting beliung juga menjadi potensi yang tidak boleh dianggap remeh. Seperti yang terjadi di Desa Pengaringan, Kecamatan Semidang Aji Kabupaten Ogan Komering Ulu yang membuat sejumlah rumah warga rusak. Ia menegaskan, tidak ada korban jiwa dalam musibah bencana alam ini.
Kepala Desa Pengaringan Irwadi mengatakan ada lima warga rumah di Desa Pengaringan yang terdampak angin puting beliung. Tak hanya rumah warga, angin puting beliung juga memporak porandakan bangunan Puskesmas Pengaringan.
"Peristiwa puting beliung itu terjadi pada kemarin sore. Saat itu memang cuaca buruk turun hujan lebat disertai angin, tiba-tiba datang angin berputar-putar sangat kencang dari belakang bangunan UPTD Puskesmas Pengaringan. Dan kemudian juga menyerang atap rumah warga. Kami pun langsung memerintahkan semua warga yang berada didalam rumah agar berkumpul di tanah lapang," jelas Irwadi, Senin (21/3).
Sementara itu, Kabid Penanganan Kedaruratan BPBD Sumsel Ansori mengatakan, potensi bencana angin puting beliung bisa terjadi di seluruh wilayah di Sumsel. Apalagi diketahui geografis Sumsel sangat beragam.
"Sepanjang tahun ini, bencana angin puting beliung dan angin kencangn sudah terjadi di wilayah Sumsel. Tidak hanya terjadi di OKU, bencana serupa juga sudah terjadi di Ogan Ilir, OKI, OKU Timur dan sebagainya. Ini terjadi karena cuaca ekstrem masih melanda Sumsel," jelasnya.
Untuk itu, ia meminta kepada masyarakat di Sumsel agar mewaspadai potensi bencana tersebut. "Kami berharap agar semua masyarakat yang tinggal di Sumsel, utamanya di kawasan terbuka agar berhati-hati karena potensi cuaca buruk masih terus terjadi di Sumsel," pungkasnya. (OL-15)
Mantan Gubernur Sumsel Alex Noerdin (2008-2018) meninggal dunia di Jakarta. Simak perjalanan dan warisan pembangunannya bagi Bumi Sriwijaya.
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan musim hujan di wilayah Sumatera Selatan (Sumsel) masih akan berlangsung hingga akhir April atau awal Mei 2026.
P1 (Penumbra mulai) gerhana bulan total di Sumsel akan terjadi pukul 22.26 wib, Minggu malam.
Ini kata BMKG. soal anggapan sebagian orang yang menganggap bahwa gempa Banyuasin tidak lazim karena terjadi di wilayah yang belum pernah terjadi gempa.
Sebayak tujuh program prioritas yang akan dijalankan dalam upaya percepatan kesejahteraan rakyat dan pembangunan di Sumatra Selatan (Sumsel).
GUBERNUR Sumsel mengaku sepakat dengan pernyataan Presiden Prabowo Subianto untuk mempersingkat birokrasi dan menghapus birokrasi yang bertele-tele.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Kediri Joko Arianto, di Kediri, Minggu, mengemukakan BPBD secara masif memberikan informasi terkait dengan prakiraan cuaca.
BMKG juga mencatat potensi hujan lebat dapat terjadi secara lokal, seperti di wilayah Pulosari, Kabupaten Pemalang, serta Bumijawa dan Bojong di Kabupaten Tegal.
Hujan deras disertai angin kencang membuat pohon tumbang dan mengalangi jalan protokol hingga sebagian jalan tergenang banjir.
Selain kepadatan lalulintas di sejumlah jalur arus balik lebaran di Jawa Tengah, pemudik balik sedang melintas juga diminta untuk mewaspadai kondisi cuaca buruk.
BMKG peringatkan potensi cuaca ekstrem 30 Maret-2 April 2026. Hujan lebat dan angin kencang berisiko picu banjir dan longsor di sejumlah wilayah Indonesia.
Warga membersihkan pohon tumbang akibat angin puting beliung di Desa Bantardawa, Kecamatan Purwadadi, Kabupaten Ciamis.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved