Selasa 15 Maret 2022, 20:40 WIB

BP2MI Gulirkan KUR Bantu Pekerja Migran

Bayu Anggoro | Nusantara
BP2MI Gulirkan KUR Bantu Pekerja Migran

MI/BAYU ANGGORO
Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) menggulirkan KUR bagi pekerja migran

 


PEMERINTAH memastikan akan terus memberi perlindungan dari
berbagai aspek terhadap pekerja migran Indonesia (PMI).

Yang terbaru, Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) bersama Kementerian Tenaga Kerja meresmikan Skema Baru KUR Penempatan bagi Pekerja Migran Indonesia, di Bandung, Selasa (14/3).

Acara ini dihadiri langsung Kepala BP2MI Benny Ramdhani, serta
disaksikan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Ida Fauziyah dan Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto secara daring.

Benny menjelaskan, selama ini penderitaan PMI belum berakhir. Meski berkontribusi terhadal sumbangan devisa, mereka masih mendapatkan perlakuan tidak mengenakan. Salah satunya terkait permodalan
yang diperlukan sebelum mereka berangkat ke negara tujuan.

Menurut Benny, sebelum diberangkatkan perusahaan, PMI memerlukan modal
seperti untuk membuat paspor, mengikuti pelatihan, sertifikasi,
pemeriksaan kesehatan, hingga akomodasi perjalanan. Selama ini, PMI mendapatkan pinjaman dari rentenir dengan bunga yang mencapai 30%.

"Karena mereka tidak bisa mengakses perbankan, jadi mengandalkan
rentenir dengan bunga yang mencapai 25%-30%," katanya.

Negara hadir


Benny pun menilai hal ini tidak bisa dibiarkan karena sangat membebani PMI. Terlebih, para pahlawan devisa itupun kerap menjadi korban
pemalakan dari berbagai petugas selama perjalanan pulang menuju Tanah
Air.

"Oleh karena itu, program ini semoga menjadi solusi," ujarnya.

Dia memastikan negara harus hadir untuk mengatasi persoalan yang dialami PMI tersebut. "Ini kebijakan revolusioner, kami siap perang melawan pihak-pihak yang selama ini memeras para pahlawan devisa."

Untuk mengawal Program Skema Baru KUR Penempatan bagi Pekerja Migran Indonesia, pihaknya bekerja sama dengan bank-bank BUMN dan perbankan syariah BUMD untuk memberikan modal kerja kepada PMI. Modal yang diberikan sesuai dengan kebutuhan mereka sebelum berangkat ke negara tujuan dengan bunga yang rendah.

"Bunga hanya 6%. Jelas ini jauh lebih kecil dibanding yang diterapkan
rentenir," katanya.

Bahkan, menurutnya pada 2022 ini bunga yang diterapkan dalam KUR
tersebut hanya 3%. "Ada subsidi dari pemerintah sebesar 3%," ucapnya.

Di tempat yang sama, Sunarna Eka Nugraha, Pemimpin Divisi Bisnis
Usaha Kecil dan Program BNI, mengatakan, pihaknya menyiapkan Rp250
miliar untuk mendukung program tersebut.

"Kami akan maksimalkan ini untuk membantu pekerja migran. Hingga akhir Desember 2022, bunganya 3%, karena ada subsidi 3% dari pemerintah," tandasnya. (N-2)

Baca Juga

MI/Jamaah

Perajin Piala di Kudus Banjir Order di HUT RI ke 77

👤Jamaah 🕔Jumat 12 Agustus 2022, 08:29 WIB
KAMPUNG perajin piala yang berlokasi di Dusun Ledok, Desa Demangan, Kota, Kudus, Jawa Tengah, kebanjiran order menjelang peranyaan HUT...
Dok. AAJI

AAJI Gelar Seminar Motivasi dan Beri Penghargaan Agen Asuransi Berprestasi

👤Ruta Suryana 🕔Jumat 12 Agustus 2022, 07:46 WIB
“Melalui ajang TAA AAJI ke-35 ini juga diharapkan dapat mengembalikan dan meningkatkan gaung asuransi jiwa kepada masyarakat...
Dok.DRPD Klungkung

Demi Pusat Kebudayaan Bali, DPRD Klungkung Dukung Rencana Hibah Aset

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 12 Agustus 2022, 07:10 WIB
Dukungan DPRD Kabupaten Klungkung yakni dengan turut mengawal berjalannya proses penerimaan hibah yang nantinya juga akan menyejahterakan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya