Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
GUBERNUR Lampung Arinal Djunaidi mengungkapkan Provinsi Lampung yang merupakan salah satu lumbung pangan nasional menghadapi sejumlah tantangan.
Bahkan, ujarnya, pada 2020 merupakan tahun yang penuh tantangan. Pemprov Lampung bersama Pemerintah Pusat dan para pemangku kepentingan terus bersinergi dan bekerja optimal guna mengatasi dan meminimalisir dampak negatif akibat adanya pandemi covid-19.
Arinal mengungkapkan sejumlah tantangan bidang pertanian yang dihadapi. Antara lain, harga jual hasil pertanian masih rendah, dan ketersediaan pupuk bersubsidi yang belum tepat jenis, tepat waktu, tepat mutu, tepat jumlah, tepat harga dan tepat sasaran.
''Tantangan lain yang dihadapi adalah minimnya akses permodalan petani dan nelayan, ada petani yang belum tergabung dalam kelompok tani, kurang optimalnya pendampingan budi daya (penyuluhan), serta pemanfaatan akses permodalan dan manajemen resiko usaha tani (asuransi pertanian),'' ujar Arinal ketika mengikuti Acara Penilaian Tahap II Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) Tahun 2022 yang diselenggarakan Kementerian PPN/Bappenas, di Rumah Dinas Gubernur Mahan Agung, Rabu (2/3).
Selain itu, tantantangan petani didominasi oleh yang sudah tua dan kurang adanya regenerasi sehingga akan mengancam ketersediaan SDM sektor pertanian pada masa yang akan datang.
Ia mengutarakan dalam struktur PDRB Provinsi Lampung, lapangan usaha pertanian masih mendominasi dengan kontribusi sebesar 30%. ''Potensi pertanian Lampung sangat besar, yang menjadikan Lampung sebagai penghasil komoditas utama pertanian dan menjadi lumbung pangan Nasional,'' ujarnya.
Untuk mengatasi permasalahan-permasalahan pada sektor pertanian dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, lanjut Arinal, Pemprov Lampung menginisiasi Program Kartu Petani Berjaya (KPB) yang menjadi program inovatif di bidang pertanian dan salah satu dari 33 Agenda Kerja Utama dalam mewujudkan 'Rakyat Lampung Berjaya'. Program tersebut masuk dalam Misi ke-5 RPJMD Provinsi Lampung Tahun 2019-2024, yakni membangun kekuatan ekonomi masyarakat berbasis pertanian dan wilayah perdesaan yang seimbang dengan wilayah perkotaan.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Arinal Djunaidi Juga mengucapkan terima kasih kepada Kementerian PPN/Bappenas
"Kami berharap melalui ajang Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) dapat memberikan motivasi kepada daerah dalam penyusunan dokumen perencanaan dan pelaksanaan pembangunan daerah yang terbaik khususnya pelaksanaan pembangunan di Provinsi Lampung," ujarnya. (Ria/OL-10)
Proses pergantian komisaris PT LEB telah dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, yakni UU No 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas.
Kakao bukan sekadar tanaman perkebunan biasa, melainkan sebuah sistem pertanian terintegrasi.
Kecepatan angin di wilayah Lampung umumnya berkisar antara 18-55 kilometer per jam, terutama di wilayah pesisir dan perairan seperti perairan Barat Lampung
Kementrans merencanakan untuk membuat program hilirisasi melalui industri yang melibatkan masyarakat transmigrasi.
Melalui penghijauan ini, para pemangku kepentingan berharap fungsi ekologis kawasan dapat kembali kuat sekaligus memberikan edukasi konservasi kepada masyarakat.
Berdasarkan data Pemerintah Provinsi Lampung, total kunjungan wisatawan nusantara dan mancanegara mencapai 24.702.664 orang, atau meningkat 53,50 persen dibandingkan 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved