Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
JALAN Layang Pasupati Bandung Resmi berganti nama menjadi Prof Dr Mochtar Kusumaatmadja. Peresmian pergantian ini dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Barat bertepatan dengan Hari Penegakan Kedaulatan Negara.
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, pemberian nama Prof Mochtar Kusumaatmadja sebagai bentuk penghormatan atas jasa-jasanya kepada Indonesia dan Jawa Barat lewat Wawasan Nusantara di kancah
internasional. Wawasan Nusantara merujuk pada cara pandang bangsa
Indonesia mengenai diri dan lingkungannya sebagai negara kepulauan
dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan wilayah.
Wawasan Nusantara tercetus dari gagasan batas teritorial Laut Indonesia
melalui Deklarasi Djuanda pada 1957. Namun pada 1982, konsep Wawasan Nusantara ini akhirnya diakui sebagai konstitusi internasional di tingkat Persatuan Bangsa Bangsa (PBB) berkat perjuangan diplomasi.
Hingga kini Wawasan Nusantara tetap menjadi landasan Indonesia dalam
menentukan batas teritorial wilayah sebagai upaya merajut semangat
kebangsaan. "Yang membuat luas Indonesia meningkat 2,5 kali lipat adalah perjuangan Prof Mochtar Kusumaatmadja. Itu poin dari semua poin
penting. Pada zaman kolonial Belanda, perhitungannya itu hanya 3 mil dari pantai. Akibatnya, kalau jarak antar pulau jauh, tengahnya jadi milik internasional. Itulah yang membuat kapal-kapal asing bisa berseliweran di wilayah Nusantara kita," kata Kang Emil, Selasa (1/2).
Di kancah nasional, Prof Mochtar Kusumaatmadja juga pernah mengabdikan
diri untuk Indonesia. Guru Besar Hukum Universitas Padjadjaran itu pernah menjabat sebagai Menteri Luar Negeri di Kabinet Pembangunan III, dan juga menjabat sebagai Menteri Kehakiman di Kabinet Pembangunan II.
"Sosok Prof Mochtar ini akademisi, kemudian juga mantan Menteri
Kehakiman, mantan Menteri Luar Negeri, itulah yang membanggakan kita
sebagai warga Jawa Barat," ujar Emil.
Oleh karena itu, kata dia, alasan mengapa dipilih Jalan Layang Pasupati untuk mengabadikan nama Prof Mochtar Kusumaatmadja agar bisa bersimpangan dengan Jalan Ir H Djuanda.
"Mengapa lokasinya di Jalan Layang? Karena itu menjadi sumbu barat timur dari perjuangan Wawasan Nusantara melintasi utara selatan dan Jalan Ir H Djuanda," ujar Gubernur Jabar. (N-2)
Menteri KLH/BPLH Hanif Faisol Nurofiq menginstruksikan penghentian segera operasional insinerator di Kota Bandung yang melampaui baku mutu emisi udara.
Penggunaan insinerator mini tidak dibenarkan.
Satu pasien yang diduga terinfeksi Super flu dan tengah menjalani perawatan di RS Hasan Sadikin (RSHS) meninggal. Namun, pasien tersebut memiliki komorbid berat.
Kontribusi veteran tidak berhenti pada masa lalu, tetapi terus menjadi sumber inspirasi dan keteladanan bagi generasi muda hingga saat ini.
Pemerintah juga akan menambah jumlah penyapu jalan dan memperkuat program kebersihan lainnya.
DINAS Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bandung, Jawa Barat, melaporkan selama masa Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 tercatat sebanyak 2.675.017 kendaraan melintas.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved