Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Perumahan dan Pemukiman menampung usulan isu strategis kegiatan prioritas dari perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD) 27 kabupaten dan kota.
Usulan yang dibahas dalam Forum Dinas Perumahan dan Pemukiman yang diikuti perwakilan OPD perkim dari 27 kabupaten/kota ini dilaksanakan
secara hybrid dari Rabu (16/2) hingga Jumat (18/2).
Kepala Dinas Perkim Jawa Barat Boy Iman Nugraha mengatakan, forum membahas isu strategis kegiatan prioritas pemerintah kabupaten/kota untuk diusulkan ke dalam APBD provinsi tahun anggaran 2023 nanti.
Boy menjelaskan, output kegiatan ini berupa daftar usulan program dan kegiatan bidang perumahan dan permukiman Jawa Barat yang akan dilaksanakan pada 2023.
Setiap pemerintah kabupaten/kota di Jawa Barat mengusulkan program prioritasnya untuk didokumentasikan. "Dokumen hasil forum ini akan dibawa ke musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) Jabar sebagai gambaran pelaksanaan pembangunan bidang perumahan dan pemukiman di Jawa Barat tahun 2023," kata Boy.
Selain itu, forum ini juga sebagai langkah koordinasi tentang
pelaksanaan kegiatan khususnya pelayanan dasar secara konkuren
berdasarkan kewenangan pusat, provinsi maupun kabupaten/kota.
"Tujuan lainnya untuk menampung inovasi usulan kegiatan dalam rangka
penanganan kemiskinan dan masalah kesejahteraan sosial dalam rangka
bantuan keuangan dan hibah kompetitif," jelasnya.
Boy berharap Forum Dinas Perkim Jabar ini mampu menghasilkan perencanaan yang matang untuk meningkatkan kinerja pelayanan, khususnya pembangunan infrastruktur permukiman yang layak dan merata untuk seluruh masyarakat Jawa Barat.
Forum ini juga untuk saling bersinergi dalam mengimplementasikan
kewenangan urusan pemerintahan daerah sesuai UU No 23 Tahun 2014 dan
Permendagri 90/2020.
Selain itu juga penyederhanaan birokrasi yang melahirkan perubahan struktur organisasi tata kerja urusan bidang perumahan dan kawasan permukiman, bidang pekerjaan umum dan penataan ruang, serta urusan pertanahan.
Dalam kegiatan ini, digelar juga diskusi menghadirkan sejumlah
narasumber serta mendengarkan arahan dari Sekretaris Daerah Pemerintah
Provinsi Jawa Barat Setiawan Wangsaatmaja.
Narasumber acara tersebut di antaranya Sekretaris Bappeda Jabar Lufiandi, Kasi Pelaksanaan Wilayah II BPPW Jabar Ditjen Cipta Karya Ardian Daniswara, Kasi Pelaksana Wilayah II Tedi Achmad Bahtiar, dan Ketua AKPPI Jabar Encep Marsadi.
Selain itu juga Guru Besar Sekolah Arsitektur ITB Haryo Winarso dan Direktur Pembiayaan Perumahan BP Tapera Sri Purwanto.
Acara ini juga dihadiri perwakilan pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/ kota, akademisi, praktisi dan perwakilan masyarakat di lingkup perumahan dan permukiman
di Jawa Barat. (N-2
Sektor perumahan menjadi salah satu instrumen strategis Presiden Prabowo Subianto dalam mengatasi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat
Wamen PKP Fahri Hamzah menilai angka backlog perumahan belum bisa dianggap demand riil karena tidak dipetakan dan tidak terkonsolidasi sebagai kebutuhan.
HUNIAN berbasis Transit Oriented Development (TOD) semakin diminati masyarakat. Saat ini pilihan hunian tersebut juga semakin terjangkau.
BTN mulai menggeser wajah bisnisnya dari bank pembiayaan perumahan konvensional menuju ekosistem yang menyatukan hunian, gaya hidup, dan peluang usaha
Banyak perumahan gagal dihuni akibat minim infrastruktur dasar. Wamen PU menegaskan hunian harus terintegrasi, akademisi sebut kumuh akibat sistem.
The HUD Institute mengingatkan pemerintah bahwa persoalan perumahan nasional tidak dapat diselesaikan dengan pendekatan proyek semata
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved