Headline
Warga AS menolak kepemimpinan yang kian otoriter.
Kumpulan Berita DPR RI
TREN kebencanaan di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, cenderung meningkat.Terutama bencana hidrometeorologi yang dipicu tingginya curah hujan.
Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Rudi Wibowo, menuturkan selama 2021, jumlah kejadian bencana di Kabupaten Cianjur dilaporkan sebanyak 220 kali. Dibanding tahun sebelumnya sebanyak 170 kali, jumlah kejadian bencana relatif meningkat. "Kalau melihat tren, memang ada kecenderungan meningkat," kata Rudi kepada Media Indonesia, Jumat (11/2).
Dari 220 kejadian bencana, tanah longsor dan pergerakan tanah masih mendominasi dengan jumlah149 kali. Selanjutnya banjir atau banjir bandang sebanyak 40 kali, angin puting beliung sebanyak 28 kali, gempa bumi 2 kali, dan abrasi 1 kali. "Selama tahun lalu, kejadian bencana kebanyakan berada di wilayah selatan," tutur Rudi.
Kejadian bencana selama 2021 di Kabupaten Cianjur mencapai puncaknya pada November. Pasalnya, saat itu curah hujan tinggi disertai angin kencang sehingga mengakibatkan terjadi 61 kejadian.
Secara rinci, kejadian bencana pada Januari sebanyak 14 kali, Februari sebanyak 23 kali, Maret sebanyak 11 kali, April sebanyak 9 kali, Mei sebanyak 10 kali, Juni sebanyak 12 kali, Juli sebanyak 2 kali, Agustus sebanyak 4 kali, September sebanyak 16 kali, Oktober sebanyak 20 kali, dan Desember 38 kali.
Dari berbagai kejadian bencana tidak menimbulkan korban jiwa. Hanya mengakibatkan 3 orang luka berat dan 21 orang luka ringan.
Sedangkan jumlah warga yang mengungsi akibat bencana sebanyak 162 kepala keluarga atau 531 jiwa dan yang terdampak sebanyak 624 kepala keluarga atau 1.809 jiwa.
"Terdapat 34 rumah yang rusak berat, 61 rumah rusak sedang, dan 79 rusak ringan. Sedangkan yang terancam sebanyak 526 unit dan terendam sebanyak 281 unit," pungkasnya. (OL-15)
Status tersebut menjadi langkah krusial guna menekan risiko banjir, tanah longsor, dan pergerakan tanah yang bisa saja terjadi saat intensitas hujan meningkat seperti saat ini.
Pemkot Pekanbaru resmi menetapkan status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi tahun 2025, terhitung mulai 3 Desember 2025 hingga 31 Januari 2026.
Operasi dilakukan untuk menurunkan hujan di wilayah tidak terdampak, atau mencegah hujan di zona rawan bencana, menggunakan penyemaian NACL atau Calcium Oxide.
SETIDAKNYA 31 ribu personel gabungan disiagakan untuk mengantisipasi berbagai potensi bencana hidrometeorologi di wilayah Riau.
Kecamatan Ile Ape merupakan salah satu kawasan ring satu atau kawasan terdekat dari Gunung Api Ile Ape (Lewotolok).
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) segera menetapkan status siaga bencana setelah Kabupaten Kolaka Timur dan Kota Kendari lebih dulu mengumumkan status siaga.
Warga membersihkan pohon tumbang akibat angin puting beliung di Desa Bantardawa, Kecamatan Purwadadi, Kabupaten Ciamis.
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto ingatkan daerah siaga dini hadapi fenomena bencana tak merata, mulai dari banjir hingga karhutla jelang puncak kemarau 2026.
Sejumlah lahan pertanian rusak di Pasie Laweh, Padang Pariaman, Sumatera Barat.
Bencana hidrometeorologi melanda negara bagian Minas Gerais, Brasil. Sedikitnya 32 orang tewas dan ribuan warga kehilangan tempat tinggal akibat curah hujan ekstrem.
Bencana longsor dan banjir melanda Minas Gerais, Brasil. 30 orang tewas dan 39 lainnya masih hilang di bawah puing-puing bangunan.
Warga menyeberangi Sungai Jabak menggunakan gondola darurat menuju Desa Gedangan, Kecamatan Ngrayun, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved