Headline
Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%
Kumpulan Berita DPR RI
HARGA minyak goreng di pasar tradisional hingga hari ini, Selasa (25/1), belum turun. Minyak goreng kemasan bahkan tidak ditemukan di beberapa minimarket.
Ida, seorang penjual sayur keliling, menjelaskan, hari ini harga minyak goreng di pasar tradisional masih Rp20 ribu per kilogram.
"Di pasar pagi, harga minyak goreng curah masih dijual Rp20 ribu per kilogram," kata Ida, Selasa (25/1).
Ida mengaku bingung kenapa harga minyak goreng di pasar tradisional tidak kunjung turun.
"Padahal pemerintah sudah menetapkan harga minyak goreng satu harga, tapi kenapa di pasar tidak kunjung turun," tutur Ida.
Baca juga: Mulai Besok Minyak Goreng Satu Harga Berlaku di Seluruh Sumsel
Ida berharap harga minyak goreng di pasar tradisional segera turun, sehingga dirinya tidak mendapat protes dari pelanggannya.
"Saya masih jual Rp5.500 untuk seperempat. Pelanggan protes, bilangnya harga minyak goreng kan sudah turun," imbuhnya.
Sementara itu, warga juga mengeluh hilangnya minyak goreng dari sejumlah mini market.
"Saya cari minyak goreng di salah satu mini market, habis," ucap Isnaeni, warga Sumber, Kabupaten Cirebon.
Ia pun pindah ke mini market lain, ternyata minyak goreng kemasan juga habis.
"Harga turun tapi susah didapat," tuturnya.
Karena tak kunjung dapat, Isnaeni mengaku terpaksa membeli minyak goreng di Pasar Sumber dengan harga yang masih tinggi.(OL-5)
Penyitaan ini dilakukan sebagai langkah krusial untuk membedah keterlibatan korporasi yang terjerat dalam kasus perintangan penyidikan
Selain ketersediaan beras, Bulog juga memastikan pasokan minyak goreng tetap terjaga
Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan produksi dan stok crude palm oil (CPO) nasional dalam kondisi aman untuk mengantisipasi lonjakan permintaan minyak goreng selama Ramadan.
Untuk pembelian MinyaKita, satu konsumen dibatasi maksimal 12 liter atau satu karton.
Holding Perkebunan PTPN III melalui subholding PTPN IV PalmCo memastikan kesiapan pasokan minyak goreng nasional guna menjaga stabilitas harga selama Ramadan dan jelang Lebaran.
Pemprov DKI Jakarta memprediksi lonjakan kebutuhan pangan jelang Ramadan dan Idulfitri 2026, terutama telur ayam, daging, bawang merah, dan minyak goreng.
Upaya pemerintah menetapkan HET, yang tujuannya baik, malah berbalik dan merusak ekuilibrium pasar
BADAN Perlindungan Konsumen Nasional Republik Indonesia (BPKN RI) meminta kementerian atau lembaga terkait untuk menjaga harga stabilitas bahan pokok atau sembako menjelang bulan Ramadan.
ketua DPR RI Puan Maharani menyoroti masalah kelangkaan minyak goreng di pasaran usai kebijakan penetapan harga eceran tertinggi (HET) diberlakukan.
Ketidakadilan berawal dari adanya kebijakan atas minyak goreng yang hanya untuk dijual di ritel modern, sementara di pasar rakyat tidak jelas kebijakannya.
Direktur Eksekutif GIMNI, Sahat Sinaga, meminta pemerintah dapat mengawasi dengan ketat program minyak goreng bersubsidi yang akan dilaksanakan dalam enam bulan ke depan.
Untuk pendistribusian minyak goreng dilakukan melalui skema B2B atau Business to Business ke produsen dan pelaku usaha lokal di sejumlah titik lokasi di wilayah Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved