Selasa 25 Januari 2022, 18:58 WIB

Mulai Besok Minyak Goreng Satu Harga Berlaku di Seluruh Sumsel

Dwi Apriani | Nusantara
Mulai Besok Minyak Goreng Satu Harga Berlaku di Seluruh Sumsel

ANTARA
Pemprov Sumsel menerapkan aturan minyak goreng satu harga mulai, Rabu (26/1).

 

MESKI di sejumlah pasar tradisional, minyak goreng masih dijual sekitar Rp18.000-19.000 per liter, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) memastikan penerapan minyak goreng satu harga akan berlaku besok, Rabu (26/1). Hal ini sesuai instruksi pemerintah pusat yang meminta agar semua pasar ritel dan tradisional memberlakukan minyak goreng seharga Rp14.000 per liter.

Kepala Dinas Perdagangan Sumsel, Ahmad Rizali mengatakan, penerapan satu harga untuk komoditi minyak goreng di seluruh Pasar Tradisional di Sumsel mulai diterapkan Rabu (26/1). "Pemberlakuan ini diterapkan setelah sebelumnya dilakukan penyesuaian antara pasar tradisional dan ritel modern," kata dia, Selasa (25/1).

Ia menjelaskan, saat ini stok minyak goreng di Sumsel cukup untuk penjualan selama enam bulan mendatang. Masyarakat diminta tidak perlu panic buying menanggapi penurunan harga minyak.

"Tidak perlu khawatir karena untuk enam bulan ke depan Sumsel sudah menyiapkan sekira 45 juta sampai 60 juta ton minyak goreng. Dalam setiap bulan kisaran yang disediakan sebanyak 8 juta liter,â" terangnya.

Meski diprediksi akan terjadi dinamika demikian di pasar setelah diberlakukannya harga baru tersebut, Rizali menegaskan hal itu tidak akan berlangsung lama. "Setelah dua minggu nanti akan kembali normal, harga akan sama semua di setiap pasar," jelasnya.

Terkait saksi bagi pedagang yang menjual harga minyak goreng di atas harga eceran tertinggi (HET), Rizali mengatakan pihaknya akan mengambil tindakan tegas. "Bila ditemukan, nantinya akan kita beri teguran terlebih dahulu, tapi yang harus kita pegang adalah distributor sebagai penyalur. Karena pedagang menentukan harga sesuai dari modal," jelasnya.

Ia mengatakan bahwa penurunan harga minyak goreng yang telah terlebih dahulu diterapkan di minimarket atau pasar ritel modern dilakukan karena sistem keuangan dan jumlah pedagangnya masih terukur. "Sedangkan kalau Pasar tradisional kan masih manual kemudian jumlah pedagangnya tidak terukur. Namun, setelah adanya penyesuaian, maka mulai malam ini harga baru sudah mulai masuk dari distributor," tutupnya. (OL-15)

 

Baca Juga

DOK MI.

Sungai Enim Meluap, Ribuan Warga Terdampak Banjir

👤Dwi Apriani 🕔Senin 27 Juni 2022, 16:17 WIB
Banjir akibat luapan Sungai Enim tersebar di dua kecamatan yakni Muara Enim dan Lawang...
MI/Dwi Apriani

2 Hektar Lahan Terbakar di Sukamara Berhasil Dipadamkan

👤Atalya Puspa 🕔Senin 27 Juni 2022, 16:13 WIB
Lahan terdampak berada di Desa Pusu, Kecamatan Sukamara, Provinsi Kalimantan...
MI/Haryanto

Ganjar Borong Baju Karya Siswa Sekolah di Borobudur Student Festival

👤Haryanto 🕔Senin 27 Juni 2022, 15:55 WIB
KARYA anak bangsa harus mendapat apresiasi maksimal, caranya adalah dengan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya