Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

Harga Gabah di Tingkat Petani Cirebon Masih Tinggi

Nurul Hidayah
18/5/2016 15:33
Harga Gabah di Tingkat Petani Cirebon Masih Tinggi
(ANTARA)

WALAU penyerapan Bulog Cirebon, Jawa Barat sudah mencapai 43,7 persen namun harga gabah di tingkat petani hingga kini masih tinggi. Hal tersebut diungkapkan Kepala Bulog Sub Divisi Cirebon Titov Agus S, Rabu (18/5).

"Dari prognosa sebesar 140 ribu ton, kami sudah menyerap 61.114 ton," kata Titov.

Jumlah ini berarti sama dengan 43,7 persen dari target prognosa yang diberikan kepada Bulog Cirebon. Bulog Cirebon, menurut Titov, menargetkan akhir Juni mendatang pengadaan yang mereka lakukan sudah mencapai 70 persen.

Titov mengungkapkan jika pihaknya akan berupaya keras untuk bisa mencapai target yang telah ditetapkan kepada mereka. Terlebih saat ini memiliki 95 mitra kerja ditambah dengan 4 satuan kerja (satker) yang langsung turun ke lapangan untuk menyerap gabah petani yang panen.

Berdasarkan pantauan, petani di Kecamatan Kapetakan, saat ini sudah mulai melakukan panen. Areal pertanian di kecamatan Kapetakan terletak di ujung irigasi dan sehingga terakhir melakukan panen di Kabupaten Cirebon.

"Harga gabah yang baru panen saat ini dihargai Rp 3.700 hingga Rp 3.800/kg," kata Juhanda, seorang petani di Desa Pegagan Kidul, Kecamatan Kapetakan Kabupaten Cirebon.

Sejumlah pemilik penggilingan, terutama penggilingan asal Bakung, Kecamatan Jamblang, Kabupaten Cirebon, pun menyerbu areal tanaman padi petani yang baru panen di Kapetakan. "Mereka langsung membeli gabah petani yang baru dipanen," kata Juhanda.

Karena butuh dana untuk tanam kembali, Juhanda mengaku menjual sebagian gabah hasil panen. "Tapi setengahnya lagi disimpan," kata Juhanda (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya