Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
TIM Divisi Humas Polri beserta Polres Bangka menyambangi Pondok Pesantren Attoybah Balun Ijuk, Merawang, Pulau Bangka, Rabu (22/12).
Pondok pesantren itu subur dengan santri penghafal Alquran. Kegiatan ini bertujuan untuk mengingatkan santri akan bahaya radikalisme di kalangan remaja.
Program kontra radikal sendiri ialah benteng atau pertahanan diri bagi masyarakat agar tidak mudah dimasuki oleh paham radikal.
Kedatangan tim Divisi Humas Polri kali ini diwakili oleh Karo Anev Biro PID Kombes Sugeng Hadi Sutrisno, Kasubbag Yan Sengketa Anev Biro PID Rina Karmilasari yang didampingi Kabis Humas Polda Bangka Belitung Kombes Maladi.
Humas Polri juga membawa langsung narasumber eks pimpinan Jamaah Islamiyah (JI) Nassir Abbas.
Sementara itu, Ponpes Attoybah diwakili Kepala SMA Ponpes Attoybah, Amir Syuhada.
Dalam sambutannya, Sugeng memberikan motivasi kepada para santri.
"Yang mau jadi polisi ada? Kalau ada, harus terus semangat dan belajar agar bisa raih cita-cita," tutur Sugeng.
Pada kesemparan itu Nassir membeberkan pengalamannya pernah jadi teroris secara blak-blakan kepada para siswa pesantren.
"Saya juga mantan teroris, saya belajar cara ngebunuh orang. Semua macam cara. Mau pakai sajam, mau pakai pisau laras panjang, mau pakai bom. Tapi saya sudah tobat dan takut sama polisi," paparnya.
"Ditangkap itu gak enak, ada emang yang cita-citanya ingin masuk penjara?," tambahnya.
"Tidak," jawab anak-anak pesantren serempak dengan kencang.
Maka, lanjut Nassir, siswa ponpes jangan sampai salah arah agar tak masuk jeruji besi seperti dirinya.
Ia tak ingin para siswa salah langkah seperti apa yang dialaminya dulu sewaktu usianya baru 16 tahun.
"Tanpa sadar saya sudah melangkah masuk ke jaringan yg termasuk orang terpenting JI," ungkapnya.
Intinya, lanjut Nassir, ia mengingatkan para santri ponpes agar tak menjadi seperti dirinya dan jangan masuk ke kelompok yang salah.
Menurutnya, hal itu yang bisa membantu para santri terlepas dari jeratan paham radikalisme hingga terorisme.
"Ingat jaga 4 pilar Indonesia dan jaga keamanan Indonesia dan bantu menyebarkan pesan-pesan yang damai. Jangan sebaliknya," terang Nassir.
"Ingat pula Islam bukan terorisme. Terorisme bukan islam," pungkasnya. (J-2)
Keterlibatan aktif orang tua dalam komunitas pengawasan dinilai menjadi faktor kunci dalam memutus mata rantai penyebaran paham ekstrem.
Mencegah radikalisme dan intoleransi berarti menghidupkan kembali nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Ciri berikutnya adalah anak cenderung menarik diri dari pergaulan karena komunitas TCC membuat mereka nyaman sehingga anak-anak lebih suka menyendiri.
Densus 88 mengungkap remaja 14 tahun di Jepara memiliki koneksi dengan pendiri kelompok ekstremis Prancis BNTG dan aktif di komunitas True Crime.
BNPT mencatat 112 anak Indonesia terpapar radikalisasi terorisme lewat media sosial dan gim online sepanjang 2025, dengan proses yang makin cepat di ruang digital.
Radikalisme dan intoleransi tidak bisa dilawan hanya dengan regulasi, tetapi dengan penghayatan nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman etis bersama.
Kompleks pesantren seluas sekitar 2,5 hektare ini berada di kawasan seluas lima hektare yang sempat menjadi titik penumpukan material kayu dari aliran sungai.
PBNU menggelar Musyawarah Kubro di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur.
Kemenag dan Kemenkop UKM menandatangani nota kesepahaman (MoU) sebagai langkah strategis untuk membangkitkan dan memperkuat ekonomi umat
Insiden kebakaran yang terjadi di lantai dasar Pondok Pesantren Al Mawaddah, Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan, menyebabkan sedikitnya sembilan santri alami gangguan pernapasan
BNPT mengunjungi pondok pesantren asuhan KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha di Rembang, Jawa Tengah, Kamis (20/11/2025).
Berdasarkan data Education Management Information System (EMIS), Jabar memiliki 12.972 pesantren atau 30,42% dari 42.639 pesantren yang ada di Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved