Selasa 14 Desember 2021, 19:51 WIB

Taman Kehati di Kota Indramayu, Jawa Barat, Meraih Rekor MURI

mediaindonesia.com | Nusantara
Taman Kehati di Kota Indramayu, Jawa Barat, Meraih Rekor MURI

Ist
Taman Kehati yang terletak di Kota Indramayu meraih rekor MURI sebagai replika ekosistem taman gelam pertama.

 

“Diresmikan Menteri Lingkungan Hidup, Kehadiran Ekoriparian Sungai Tjimanoek Lama menjadi daya tarik wisata Kota dan Taman KEHATI meraih Rekor Muri"

TAMAN Kehati yang terletak di Kota Indramayu, Jawa Barat, meraih rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai replika ekosistem taman gelam pertama yang dikembangkan untuk wisata kota.

Penyematan rekor Muri atas Taman KEHATI sebagai lahan basah di Jawa ini disaksikan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya pada Senin, (13/12). 

Hadir pada acara tersebut, Bupati Indramayu Nina Agustina, anggota Komisi IV DPR RI Ono Surono, Sekretaris Direktorat Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan KLHK Sigit Reliantoro, dan Presiden Direktur PT Polytama Propindo Didik Susilo.

Tampak pula hadir unsur Tripika Kabupaten Indramayu seperti kapolres, dandim, kepala dinas lingkungan hidup dan sejumlah pejabat di Pemkab Indramayu. Selain itu hadir beberapa pejabat KLHK.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Siti Nurbaya meresmikan Ekoriparian Sungai Tjimanoek Lama.

Kedua lokasi konservasi tersebut dikelola menjadi taman wisata edukasi unggul di Indramayu melalui partisipasi keterlibatan PT Polytama Propindo yang berkolaborasi dengan pemerintah pusat dan pemerintah daerah. 

Rangkaian acara tersebut dimulai dari Taman Kehati dimulai dari pemaparan yang disampaikan Prof. Riset. Dr. Ir Hendra Gunawan selaku peneliti ahli utama konservasi keanekaragaman hayati dan menandatangani prasasti Taman Kehati.

Selanjutnya, agenda dengan meninjau spot lokasi Ekoriparian Tjimanoek Lama, beberapa di antaranya meninjau area gerobak para pedagang kuliner kaki lima yang telah tertata dengan rapi, kemudian melihat sejumlah lukisan dari lomba kompetisi yang telah diselenggarakan Polytama beberapa waktu yang lalu.  

Menteri Siti Nurbaya juga menyempatkan melihat mural tiga dimensi di area tersebut. Diakhiri dengan melihat masterplan Taman Tjimanoek Lama yang akan difungsikan sebagai taman rekreasi keluarga bagi masyarakat Indramayu. 

Dalam sambutannya, Menteri LHK Siti Nurbaya mengatakan,“Ini merupakan hal yang luar biasa, sebagai kolaborasi antara pihak swasta , Pemerintah dan Lembaga Pendidikan”.  

Di sisi lain, Polytama berhasil menyulap bantaran sungai Cimanuk menjadi magnet wisata Kota Indramayu yang terintegrasi dalam konsep Ekoriparian Sungai Tjimanoek Lama.

Sebagai salah satu perusahaan penghasil bijih plastik terbesar di Tanah Air, Polytama melakukan revitalisasi fungsi sungai untuk menjaga kualitas air, termasuk penataan sempadan sungai.

Berbagai sarana, prasarana dan fasilitas wisata diadakan di area wisata kota yang juga sebagai ruang terbuka hijau (RTH) tersebut.

Polytama mengalokasikan penataan tempat untuk para pedagang lewat fasilitas Pujasera, kemudian taman bermain, photospot, mural tiga dimensi yang meceritakan aspek histori dari sungai Cimanuk.

"Selain penataan dengan penyediaan berbagai fasilitas, juga ada instalasi air bersih atau IPAL. Ekoriparian Sungai Tjmanoek Lama ini melibatkan masyarakat setempat," tutur Presdir Polytama Didik Susilo.

Didik menjelaskan bahwa Ekoriparian Sungai Tjimanoek Lama dan Taman Kehati merupakan bagian bentuk sinergi antara Polytama dengan Pemkab  dalam penciptaan kawasan lingkungan sungai yang bersih dan asri di tengah jantung kota.

"Ini persembahan Polytama melalui inovasi dari program CSR di bidang lingkungan dan pemberdayaan masyarakat," tutur Didik.

Menteri Siti Nurbaya menyambut baik penyediaan fasilitas Ekoriparian Sungai Tjimanoek Lama yang dilakukan Polytama, termasuk juga konservasi lahan basah Taman KEHATI.

"Kepedulian dan partisipasi korporasi memang sangat diperlukan. Polytama telah memainkan perannya sebagai perusahaan yang peduli dengan lingkungan dan masyarakatnya," tutur Siti Nurbaya.

Corporate Secretary General Manager Polytama, Dwinanto Kurniawan juga mengungkapkan terkait kepedulian dalam penataan lingkungan yang dikombinasikan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Kami berharap dengan keberadaan Taman Kehati dan Ekoriparian Tjimanoek Lama ini dapat diterima dan dirasakan manfaat nya bagi seluruh masyarakat khususnya di Indramayu," katanya. 

"Selain itu pelibatan masyarakat secara bersama-sama dalam pengawasan dan pemeliharaan melalui pemberdayaan komunitas masyarakat sekitar,” tutur Dwinanto. (RO/OL-09)

Baca Juga

DOK.BNPT

Duta Damai Dunia Maya BNPT Tambah Amunisi Lawan Propaganda Terorisme

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 26 Mei 2022, 20:15 WIB
Melawan propaganda radikalisme dan terorisme di dunia membutuhkan kalangan generasi yang cerdas teknologi, visioner, kreatif, inovatif, dan...
Antara/Aji Styawan

Singgung Giant Sea Wall, Pemerintah Diminta Serius Tangani Rob Semarang

👤Insi Nantika Jelita 🕔Kamis 26 Mei 2022, 20:13 WIB
"Kalau berjalan proyek ini, berapa besar biayanya dan siapa yang membangun? Apakah dijamin pemerintah pusat atau menjadi tanggung...
 ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

APP Sinar Mas Dukung Modifikasi Cuaca di Sumsel dan Jambi

👤Dwi Apriani 🕔Kamis 26 Mei 2022, 20:10 WIB
APP Sinar Mas sudah ikut aktif dalam upaya modifikasi cuaca selama dua tahun...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya