Selasa 14 Desember 2021, 16:46 WIB

Akses Jalan Ke Sejumlah Desa di Pegunungan Meratus Masih Tertimbun Longsor

Denny S | Nusantara
Akses Jalan Ke Sejumlah Desa di Pegunungan Meratus Masih Tertimbun Longsor

MI/Denny S
Alat berat berupaya membuka akses jalan yang tertimbun longsor di pedalaman meratus, kabupaten Hulu Sungai Tengah.

 

CUACA buruk masih melanda sejumlah wilayah di Kalimantan Selatan. Hujan deras memicu tanah longsor yang menyebabkan terputusnya akses jalan ke berbagai daerah terpencil di pedalaman Pegunungan Meratus.

Informasi dihimpun Media Indonesia, di Kecamatan Hantakan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, tanah longsor terjadi di belasan titik sejak kejadian bencana akhir November lalu dan baru sebagian yang berhasil ditangani. "Masih ada beberapa lokasi longsor yang menutup akses jalan warga pegunungan," ungkap Ketua Posko Meratus, Kasman Susanto, Selasa (14/12).

Sebelumnya alat berat excavator mulai bekerja membuka akses jalan yang tertimbun longsor di Desa Arangani. Sejauh ini Data BPBD Provinsi Kalsel, mencatat tanah longsor terjadi di 40 titik tersebar di Kabupaten Balangan, Hulu Sungai Tengah dan Hulu Sungai Selatan. Banjir dan tanah longsor juga menyebabkan 10.685 keluarga atau 31.136 jiwa terdampak banjir. Sebanyak 18 jembatan rusak dan hancur, dan 116 fasilitas umum rusak ringan dan berat.

Di sisi lain, masyarakat Desa Hinan Kanan, Kecamatan Hantakan bersama Relawan Posko Meratus dan tim BPBD Kabupaten dan Provinsi membuka akses jalan yang tertimbun longsor di desa tersebut. Jalur ini merupakan jalan utama warga desa dan anak desa (dusun) Datar Ajab.

Kondisi hujan dan banyaknya volume tanah longsor membuat upaya pembukaan akses jalan menjadi sulit. Di sisi lain hujan juga membuat ruas jalan yang didominasi jalan tanah tersebut rusak parah.

Plt Sekretaris Daerah Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Ahmad Yani mengatakan pascabencana banjir dan tanah longsor akhir November lalu, Pemkab Hulu Sungai Tengah mulai menurunkan sejumlah alat berat guna mengeruk sungai, pembersihan sampah, dan membuka akses jalan yang tertimbun longsor.

Upaya normalisasi sungai dilakukan di sejumlah kecamatan seperti Hantakan, Haruyan dan Kayu Rabah. Adapun teknis pelaksanaan penanganan pasca banjir ini dilimpahkan ke masing-masing kecamatan. Selain itu Pemkab setempat juga telah melaporkan dan meminta bantuan Balai Besar Sungai terkait pengerukan sungai dan penanganan permasalahan sampah sungai ini. (OL-15)

 

Baca Juga

Antara/Raisan Al Farisi.

Lima Sapi Terkena PMK Masuk, Pemkot Bandung Kecolongan

👤Naviandri 🕔Kamis 26 Mei 2022, 15:15 WIB
Ada 13 daerah di Provinsi Jawa Barat (Jabar) yang menjadi zona merah PM, seperti Cianjur, Sumedang, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung...
Antara/Basri Marzuki.

Harga Pupuk Nonsubsidi Melejit, Petani Sawit Babel Menjerit

👤Rendy Ferdiansyah 🕔Kamis 26 Mei 2022, 14:39 WIB
Harga pupuk KCL sebelumnya Rp300 ribu kini naik menjadi Rp850 ribu per karung. Harga NPK Kebomas dari Rp270 ribu per karung naik menjadi...
MI/Rommy Pujianto

Inilah Aksi-Aksi Satpam Bank Menjaga Keamanan Nasabah dan Karyawan

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 26 Mei 2022, 13:48 WIB
Dikenal ramah, murah senyum pada nasabah, satpam bank berikut memiliki keberanian yang tak diragukan demi keamanan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya