Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
DALAM tempo 12 jam dari pukul 18.00 WIB hari Senin (6/12) hingga pukul 06.00 WIB hari Selasa (7/12) terjadi 3 kali awan panas guguran dengan jarak luncur maksimum 1.800 meter ke arah barat daya.
"Dalam kurun waktu yang sama, juga terjadi 40 kali guguran lava pijar, dengan jarak luncur maksimal 1.800 meter dan kesemuaya mengarah ke barat daya," kata petugas Pos Pengamatan Gunung Merapi, Heru Suparwaka, Selasa (7/12).
Dikatakan, sepanjang 12 jam pengamatan, asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas sedang,tebal dan tinggi 20-50 meter di atas puncak kawah.
Heru menambahka, kegempaan yang tercatat di seismogram, sebanyak 3 kali gempa awanpanas guguran dengan amplitudo 12-19 milimeter dan durasi berkisar 160-163 detik.
Gempa guguran, katanya, sebanyak 164 kali, dengan amplitudo yang berkisar antara 3 milimeter hingga 26 milimeter dan durasi antara 15 detik hingga 194 detik.
Gempa lainnya, hembusan 4 kali dengan amplitudo 3 milimeter dan durasi antara 9-14 detik, serta gempa fase banyak atau hybrid sebanyak 5 kali dengan amplitudo maksimum 21 milimeter dan durasi maksimum 8 detik.
Cuaca menurut Heru, mendung, berawan dan hujan dengan volume curah hujan
68 milimeter per hari. "Angin bertiup lemah,sedang ke arah timur,barat. Suhu udara 14-28°C, kelembaban udara 65-99 %, dan tekanan udara 567-719 mmHg," ujar Heru. (OL-13)
Baca Juga: Lava Pijar Gunung Semeru
Peralatan pemantau aktivitas Gunung Merapi mencatat lonjakan kegempaan selama periode Jumat (9/1) hingga Kamis (15/1), dengan total 1.277 kejadian gempa.
Jarak luncur ke-8 kali awan panas guguran itu maksimum 1.500 meter dari puncak dan mengarah ke barat daya atau mengarah ke hulu Kali Krasak, Bebeng dan Sat/Putih.
BPPTKG Yogyakarta melihat adanya sedikit perubahan morfologi pada kubah barat daya Gunung Merapi, akibat perubahan volume kubah dan aktivitas guguran lava.
BPPTKG Yogyakarta menyatakan luncuran awan panas guguran maupun lava Gunung Merapi, masih dalam jarak aman dari permukiman maupun destinasi wisata di lereng gunung itu.
BADAN Geologi ESDM menyebut dari sekitar 500 gunung api di Indonesia, pertengahan Desember ini sebanyak 3 gunung berstatus siaga, 24 waspada, dan total 127 gunung api berstatus aktif.
"Jadi memang wajar (terjadi guguran) ketika musim hujan di bulan November, Desember (2025), kemudian puncaknya nanti Januari, Februari (2026) itu intensitas guguran akan sedikit meningkat,"
Aktivitas vulkanik Gunung Merapi kembali menunjukkan peningkatan signifikan. Pada Jumat (2/1) pagi, awan panas guguran terpantau meluncur sejauh 1.500 meter
Warga yang menghuni kawasan Lereng Gunung Ile Lewotolok diminta mewaspadai potensi ancaman bahaya guguran/longsoran lava dan awan panas.
GUNUNG Semeru di Kabupaten Malang dan Kabupaten Lumajang, kembali erupsi pada Selasa (15/4) pukul 09.18 WIB. Aktivitas gunung ini terus meningkat sejak awal bulan ini.
BALAI Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta merilis, selama sepekan dari hari Jumat (27/9) hingga Kamis (3/10).
Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menginformasikan telah terjadi Awan panas dengan jarak luncur 1,1 kilometer, Rabu (18/9) pagi.
Awan panas meluncur dari puncak Gunung Merapi, Rabu (4/9) pagi. Masyarakat pun diimbau untuk menjauhi daerah bahaya
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved