Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PASCABENCANA banjir dan tanah longsor pada akhir November lalu, Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan, mulai menurunkan sejumlah alat berat guna mengeruk (normalisasi) sungai, pembersihan sampah, dan membuka akses jalan yang tertimbun longsor.
Plt Sekretaris Daerah Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Ahmad Yani, Sabtu (4/12), mengatakan upaya normalisasi sungai dilakukan di sejumlah kecamatan seperti Hantakan, Haruyan, dan Kayu Rabah. "Alat berat sudah diturunkan untuk normalisasi sungai guna mengurangi ancaman banjir, pembersihan sampah sungai, dan membuka akses jalan yang tertimbun longsor," ungkapnya.
Adapun teknis pelaksanaan penanganan pascabanjir dilimpahkan ke masing-masing kecamatan. Selain itu pemkab setempat juga telah melaporkan dan meminta bantuan Balai Besar Sungai terkait pengerukan sungai dan penanganan permasalahan sampah sungai (raba) ini.
Pantauan Media Indonesia, alat berat ekskavator mulai bekerja membuka akses jalan yang tertimbun longsor di Desa Arangani. Di ruas jalan menuju Desa Datar Ajab, Kecamatan Hantakan, ada yang tertimbun longsor. Kondisi ini membuat akses jalan menuju desa dan dusun di pedalaman menjadi semakin sulit ditembus. Di sisi lain hujan juga membuat ruas jalan yang didominasi jalan tanah tersebut rusak parah.
"Sedikitnya ada 11 titik longsor di wilayah Kecamatan Hantakan," tutur Kasman Susanto, Ketua Posko Meratus. Di samping membuka akses jalan yang tertimbun longsor, alat berat ini juga akan bekerja mengeruk sungai di bagian hulu Pegunungan Meratus di Desa Datar Ajab.
Hingga kini bencana banjir di Kalsel masih merendam sejumlah wilayah dataran rendah di Kabupaten Tabalong, Balangan, Hulu Sungai Utara, Hulu Sungai Tengah, dan Hulu Sungai Selatan. Ketinggian banjir juga sudah jauh berkurang.
Data BPBD Provinsi Kalsel, mencatat tanah longsor terjadi di 39 titik tersebar di Kabupaten Balangan, Hulu Sungai Tengah dan Hulu Sungai Selatan. Banjir dan tanah longsor juga menyebabkan 10.685 keluarga atau 31.136 jiwa terdampak banjir. Sebanyak 18 jembatan rusak dan hancur serta 116 fasilitas umum rusak ringan dan berat. (OL-14)
Peninjauan banjir Pekalongan dilakukan untuk memastikan keselamatan warga terdampak sekaligus mengecek kesiapan penanganan banjir secara berlapis.
Berdasarkan penelusuran Media Indonesia, Sabtu (17/1) di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh misalnya, ratusan ribu penyintas banjir masih krisis kebutuhan dasar.
BNPB bersama kementerian/lembaga, pemerintah daerah, unsur TNI/Polri, serta mitra swasta terus mempercepat pembangunan hunian sementara (huntara) di Aceh Tamiang.
MENTERI Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, mengatakan masih ada siswa korban bencana banjir Aceh yang belajar di tenda pengungsian.
BENCANA banjir dan 18 titik longsor melanda Kabupaten Jepara, sebanyak 1.445 keluarga ( 3.522 jiwa) warga Desa Tempur, Kecamatan Keling, Jepara terisolasi akibat terputusnya akses jalan.
mitigasi bencana tidak dapat hanya bertumpu pada pembangunan fisik, tetapi juga harus menyentuh perubahan perilaku serta penguatan kesiapan mental masyarakat
Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh pada akhir November lalu meninggalkan dampak serius bagi petani, pekebun, dan petambak.
Selain itu, perhatikan tanda alam seperti awan Cumulonimbus yang berbentuk seperti bunga kol berwarna gelap, yang seringkali menjadi penanda akan terjadinya hujan lebat disertai petir.
DALAM empat hari puluhan bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, dan angin puting beliung melanda Kabupaten Jepara, Jawa Tengah.
Pasca-longsor Citeureup, Bogor,BMKG ingatkan potensi pergerakan tanah di Jawa Barat Selatan hari ini 13 Januari 2026 serta potensi cuaca ekstrem dapat menyebabkan bencana hidrometeorologi.
BMKG memperingatkan potensi hujan lebat hingga sangat lebat akibat cuaca ekstrem yang meluas di berbagai wilayah Indonesia pada periode 13–19 Januari 2026.
Sementara itu, cuaca ekstrem berupa angin kencang merusak rumah warga di Bekasi dan Sukabumi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved