Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
CALON Kepala Desa (Kades) Desa Sibandang nomor urut 01, Hurrican Jamaru Rajagukguk, sah sebagai pemenang pemilihan kepela desa (pilkades) Desa Sibandang 2021-2026.
Ketua Panitia Pemilihan Kepala Desa (PPKD) Desa Sibandang Hengki Ompu Sunggu mengatakan, Hurrican Jamaru Rajagukguk, SE, memperoleh suara sebanyak 276 dari total suara sah. Sementara rivalnya, Fakter T.Sinaga peroleh 214 suara.
“Perolehan suara, Fakter 214 suara, Hurrican 276 suara, jumlah suara sah 490 suara, tidak sah 101, total suara 591,” kata Hengki saat dihubungi, Jumat (3/12)
Hengki mengatakan, pilkades Desa Sibandang diikuti oleh dua calon kepala desa. Satu tokoh masyarakat satunya lagi merupakan petahana. Calon nomor urut 01 yaitu Hurrican merupakan tokoh masyarakat. Sementara calon nomor urut 02, Fakter merupakan Kepala desa Sibandang periode 2015-2021.
Hengki menjelaskan, mekanisme pilkades sesuai tata cara yang merujuk kepada Peraturan Bupati (Perbup) Tapanuli Utara yaitu sebelum dilaksanakan pemilihan surat suara dibuka. Lalu diperiksa saksi dan tim sukses dari dua calon dan pihak-pihak terkait lainnya. Surat suara saat diperiksa tidak ada satupun rusak dan tercoblos.
Menyoal menginapnya kotak suara selama dua pekan di Kantor PPKD Sibandang, Hengki pun menjelaskan bukanlah atas keinginan dirinya. Itu atas arahan dari PPKD Kecamatan Muara dan Camat Muara Mitsu Gultom.
Baca Juga: Kades Terpilih Desa Sibandang Apresiasi Aksi Unjuk Rasa Damai
"Saya tegaskan, tidak ada sabotase dalam penyelenggaraan pilkades Desa Sibandang yang digelar 23 November 2021. Kami (PPKD) bekerja berdasarkan Perbub dan instruksi PPKD Kecamatan dan Camat Muara. Sekali lagi, kami netral di pilkades di Desa Sibandang. Artinya, PPKD tidak berpihak untuk memenangkan salah satu calon," tegas Hengki.
Jadi, terang Hengki kalau terdapat 101 surat suara yang tidak sah bukanlah berarti itu karena sabotase. Dan, surat suara yang tidak sah itu belum tentu pemilih dari Fakter.
"Surat suara itu bisa mungkin pemilih Hurrican, kita tidak tahu karena pencoblosan kertas suara berlangsung tertutup dan rahasia," imbuh dia.
Sehari usai pilkades, sambung Hengki beberapa pendukung dan simpatisan calon kepala desa nomor urut 02 menggelar aksi unjuk rasa. Aksi digelar dua kali. Satu kali di rumah Fakter. Lainnya di Kantor Camat Muara, tuntutan meminta pilkades diulang.
Camat Muara, Mitsu Gultom mengatakan calon Kepala Desa Sibandang nomor urut 02 Fakter T. Sinaga mengaku kalah. Tapi, tidak terima kekalahan tersebut.
"Fakter keberatan dan menyalahkan PPKD karena kotak suara disimpan selama dua pekan di Kantor PPKD Desa Sibandang," katanya.
Sementara itu, Ketua Pemenangan nomor urut 01 calon Kepala Desa Sibandang, Managam Rajagukguk mengucap syukur atas hasil yang diperoleh dan berterimakasih kepada pihak-pihak yang membantu atas kerja keras mereka calon nomor urut 01 menang.
"Puji Tuhan, kami bersyukur atas hasil ini, tentu ini adalah buah kerja keras para relawan dan warga Desa Sibandang telah mendukung dan memenangkan Hurrican Jamaru Rajagukguk, SE. Puji Tihan ke depan kita Bangun Desa Sibandang bersamau menuju Desa yang maju berbudaya dan sejahtera," ujar Managam Rajagukguk. (OL-13)
Baca Juga: Camat Muara: Kondusifitas Usai Pilkades di Desa Sibandang Harus ...
Suhu udara rata-rata 11 hingga 32 derajat Celcius dengan kelembaban udara 56-99 persen dan angin bertiup dari Selatan hingga Barat dengan kecepatan 3 hingga 7 km per jam.
HARAPAN puluhan warga terdampak bencana di Dusun I Desa Sibalanga, Kecamatan Adiankoting, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatra Utara, untuk menempati hunian sementara masih harus tertunda.
Lebih dari satu bulan setelah banjir dan longsor melanda Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Sumatra Utara, transparansi penyaluran bantuan kemanusiaan masih menjadi tanda tanya.
Presiden Prabowo juga mengajak para pengungsi beserta para pejabat yang hadir untuk berdoa bersama-sama.
Lebih dari satu bulan setelah bencana longsor dan banjir melanda Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) pada 25 November 2025, nasib pemukiman warga terdampak masih menggantung.
Pemkab Tapanuli Utara berkomitmen untuk terus hadir mendampingi masyarakat, terutama saat menghadapi situasi sulit akibat bencana alam.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved