Selasa 30 November 2021, 22:21 WIB

Pemkab Cianjur Kejar Pemerataan Vaksinasi Covid-19

Benny Bastiandy | Nusantara
Pemkab Cianjur Kejar Pemerataan Vaksinasi Covid-19

DOK MI
Ilustrasi

 

SEDIKITNYA ada lima desa di Kecamatan Agrabinta, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, yang cakupan vaksinasi covid-19 masih cukup rendah. Kondisi geografis diduga jadi pemicu rendahnya cakupan vaksinasi.

Wakil Bupati Cianjur, Tb Mulyana Syahrudin, mengungkapkan pemantauan capaian vaksinasi covid-19 dilakukan secara kewilayahan di tingkat kecamatan. Sehingga, cakupan di setiap desa terpantau sejauh mana progresnya.

"Ada lima desa di Kecamatan Agrabinta yang cakupannya terendah dari 360 desa dan kelurahan di Kabupaten Cianjur," terang Mulyana, Selasa (30/11).

Bahkan, sebut Mulyana, dari hasil evaluasi, masih ada yang capaian vaksinasinya di kisaran 20,25%. Mulyana menyebut banyak faktor yang menyebabkan masih relatif rendahnya cakupan vaksinasi di setiap desa di Kabupaten Cianjur.

"Ini kan capaiannya jadi terlalu timpang. Kendalanya bisa karena kondisi geografis, kemudian faktor cuaca, kesadaran masyarakatnya sendiri, dan sangat mungkin sosialisasi yang tidak sampai kepada masyarakat," tegas Mulyana.

Penegasan pun ditekankan kepada para liaison officer (LO) yang sudah ditunjuk sebagai penanggung jawab di setiap kecamatan. Para LO inidiharapkan bisa menyeimbangkan atau memeratakan progres capaian vaksinasi di semua desa.

"Jangan sampai di satu kecamatan itu ada desa yang progresnya tinggi, tapi di desa lain rendah. Kalau begitu kan tidak tampak tugas LO itu," ujarnya.

Pemerataan progres capaian vaksinasi juga sebagai upaya mencapai target penilaian level 1. Berdasarkan Instruksi Mendagri, salah satu indikator level 1 itu capaian vaksinasi harus berada di angka 70%.

"Kalau misalnya secara keseluruhan capaian vaksinasi di Kabupaten Cianjur sudah 70%, sementara masih ada desa-desa yang capainnya rendah. Ini dikhawatirkan akan berdampak terhadap penilaian level 1," tegas Mulyana.

Kepala Desa Ciherang, Acep Haryadi, mengaku saat ini terus dilakukan percepatan capaian vaksinasi di wilayahnya. Caranya dilakukan dengan menyasar masyarakat yang belum terdata divaksin. "Kita laksanakan giat (vaksinasi) di setiap RW. Jadi kita jemput bola langsung ke masyarakat," ucap Acep.

Setiap kali dilaksanakan vaksinasi, sebut Acep, dikerahkan rata-rata 15-20 orang tim vaksinator. Mereka berasal dari bidan desa serta tim medis dari Puskesmas. "Makin banyak tim vaksinator, maka makin mempercepat capaian," sebut Acep. (OL-15)

Baca Juga

MI/M Yakub

Tanggul Kali Ingas Jebol, 200 Hektare Padi Siap Panen Terancam Terendam

👤M Yakub 🕔Sabtu 22 Januari 2022, 21:30 WIB
Jebolnya tanggul Kali Ingas itu, dipicu naiknya permukaan air Bengawan Solo yang berstatus hingga siaga dua...
Dok. Sahabat Ganjar

Ninja Saga, Skuad Keamanan Khusus Relawan Sahabat Ganjar 

👤Cahya Mulyana 🕔Sabtu 22 Januari 2022, 21:05 WIB
Satuan ini berisi orang-orang terlatih baik dalam ilmu beladiri maupun prosedur pengamanan VIP. Sebagai langkah perdana pelantikan...
DOK MI

Karyawan Bandara Ngurah Rai Ikuti Vaksinasi Dosis Booster

👤Arnoldus Dhae 🕔Sabtu 22 Januari 2022, 20:55 WIB
KARYAWAN PT Angkasa Pura I Bandara Ngurah Rai, Sabtu (22/1) menerima vaksinasi Covid-19 dosis ketiga (dosis...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya