Senin 29 November 2021, 18:46 WIB

Ratusan Ribu Hektare Lahan Kritis Di Jabar Berpotensi Timbulkan Bencana

Depi Gunawan | Nusantara
Ratusan Ribu Hektare Lahan Kritis Di Jabar Berpotensi Timbulkan Bencana

ANTARA/Adiwinata Solihin
Ilustrasi

 

BERDASARKAN data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan pada 2018, sekitar 911 ribu hektare lahan kritis di Jawa Barat berpotensi menimbulkan bencana longsor hingga banjir bandang. Dari keseluruhan lahan kritis itu, sekitar 200 ribu hektare berada di dalam kawasan hutan, dari mulai hutan konservasi, hutan lindung, hutan produksi.

Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat Epi Kustiawan mengatakan, dari keseluruhan lahan kritis di Jabar tersebut, sebagian besarnya berada di luar kawasan hutan.

"Dari luas 911 ribu hektare itu, 711 ribu hektare ada di luar kawasan hutan, di tanah-tanah milik. Itu yang kritis," kata Epi di Kecamatan Saguling, Kabupaten Bandung Barat, Senin (29/11).

Untuk mengatasi lahan kritis itu, Pemprov Jabar menargetkan penanaman  50 juta pohon pada tahun ini. Hingga akhir November ini, sudah tercapai 46,6 juta pohon yang ditanam di lahan-lahan kritis di Jawa Barat.

"Kami tidak membedakan, semua kami kerjakan untuk penanganan lahan kritis ini. Di semua daerah Jawa Barat, tapi lahan kritis yang dominan itu berada di daerah selatan, seperti Sukabumi, Cianjur, itu luas lahan kritisnya," bebernya.

Pemprov Jabar, lanjut dia, menggandeng kerja sama dengan berbagai pihak dalam melakukan gerakan tanam dan pelihara pohon. Upaya penanaman vegetasi di lahan kritis menggunakan prinsip tahan, hambat, dan resap, sehingga air hujan tak menimbulkan bencana.

"Untuk lahan kritis milik masyarakat, kami laksanakan program agroforestri, yaitu perpaduan antara pohon, buah, dan bisa tanaman semusim. Dibuat jarak tanam tertentu, agar bisa untuk tanaman semusim, kan untuk kebutuhan ekonomi itu harus tetap jalan," lanjutnya.

Dia menyebutkan, sementara luas lahan kritis di Desa Cikande mencapai sekitar 500 hektare. Untuk mencegah bencana banjir bandang seperti yang terjadi pada awal November lalu, maka dilakukan penanaman 1.600 pohon bersama dengan pihak pengembang Kota Baru Parahyangan dan warga setempat.

"Ini akan menjadi kegiatan rutin, kemudian nanti secara bertahap kami targetkan agar dalam setahun bisa ditanam 10 ribu pohon," terang Ryan Brasali, General Manager PT Belaputera Intiland selaku pengembang Kota Baru Parahyangan.

Dia menambahkan, sampai saat ini sudah 60 ribu pohon yang ditanam di lahan Kota Baru Parahyangan. "Tujuannya supaya tidak terjadi erosi, mencegah bencana, dan juga untuk menghijaukan bumi kita," tandasnya. (OL-15)

Baca Juga

ANTARA/BASRI MARZUKI

Antisipasi Abrasi dan Tsunami, 3 Ribu Cemara Laut Ditanam di Pesisir Cilacap

👤Liliek dharmawan 🕔Jumat 21 Januari 2022, 12:40 WIB
Jenis cemara laut merupakan pohon yang cocok sebagai upaya mitigasi bencana di...
Istimewa

Polisi Sebut Sopir Truk yang Seruduk Sejumlah Kendaraan di Balikpapan Langgar Aturan

👤Siti Yona Hukmana 🕔Jumat 21 Januari 2022, 11:22 WIB
"Kejadian ini murni pelanggaran yang dilakukan pengemudi truk. Karena, ingin cepat sampai di tempat tujuan, dia tidak memutar....
ANTARA/Fiqih Arfani

Ridwan Kamil Dukung Usulan Ulama Besar Madura jadi Pahlawan Nasional

👤Mediaindonesia 🕔Jumat 21 Januari 2022, 11:20 WIB
Usulan predikat pahlawan nasional sudah dilaksanakan sejumlah pihak kepada tim dari Pemerintah Pusat sejak September...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya